<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Apakah Sebenarnya Konten Lokal Itu Dalam Konteks Desain Grafis?</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 11:31:44 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
	<item>
		<title>By: Tri damayanti</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-4964</link>
		<dc:creator>Tri damayanti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 22:49:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-4964</guid>
		<description>menurut saya budya lokal itu adalah budaya yang berada di dalam negara kita itu sendiri Indinesia,jadi kita harus terlebih dahulu mencintaii budya kita dri pda kita membuang* waktu untuk mempelajari budya luarr</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya budya lokal itu adalah budaya yang berada di dalam negara kita itu sendiri Indinesia,jadi kita harus terlebih dahulu mencintaii budya kita dri pda kita membuang* waktu untuk mempelajari budya luarr</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pramana hendra</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-4302</link>
		<dc:creator>pramana hendra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 20:31:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-4302</guid>
		<description>Sodara-sodara.... Bagaimana kalau batik, kita ganti saa dengan tukang bakso/becak untuk menggambarkan jawa?! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sodara-sodara&#8230;. Bagaimana kalau batik, kita ganti saa dengan tukang bakso/becak untuk menggambarkan jawa?! <img src='http://jurusgrafis.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kiiboo</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-3526</link>
		<dc:creator>Kiiboo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 06:59:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-3526</guid>
		<description>bener banget comment di atas.. cuma mau nambahi aja.. jika kita mau mempelajari lebih dalam, leluhur kita sebenaranya adalah seorang desainer professional! dalam kebudayaan jawa saja seperti batik/wayang/keris berisikan simbol-simbol yang sangat dalam maknanya, dan tentunya seorang desainer grafis harus paham betul apa maknanya.. bukan berati jika kita menggunakan batik / unsur&quot; lokal lainnya kita hanya mengangkat daerah&quot; tertentu.. hal itu tergantung dr seorang desainer memvisualisasikannya baik dengan gambar, bahasa maupun dengan konten&quot; yang ada di dalamnya.. Marilah kita belajar dari desainer China/Jepang, Kecintaan mereka akan budaya negerinya selalu dapat terlihat dari setiap karyanya, seolah&quot; budaya bangsanya menjadi brand yang haram untuk ditinggalkan.. Kembali ke Indonesia, apakah kita sanggup menggunakan elemen-elemen lokal dan memvisualisasikan 1001 filosofinya untuk menunjukkan jati diri bangsa di kancah dunia?? kembali ke diri masing&quot;!! :) ayo belajar lagi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener banget comment di atas.. cuma mau nambahi aja.. jika kita mau mempelajari lebih dalam, leluhur kita sebenaranya adalah seorang desainer professional! dalam kebudayaan jawa saja seperti batik/wayang/keris berisikan simbol-simbol yang sangat dalam maknanya, dan tentunya seorang desainer grafis harus paham betul apa maknanya.. bukan berati jika kita menggunakan batik / unsur&#8221; lokal lainnya kita hanya mengangkat daerah&#8221; tertentu.. hal itu tergantung dr seorang desainer memvisualisasikannya baik dengan gambar, bahasa maupun dengan konten&#8221; yang ada di dalamnya.. Marilah kita belajar dari desainer China/Jepang, Kecintaan mereka akan budaya negerinya selalu dapat terlihat dari setiap karyanya, seolah&#8221; budaya bangsanya menjadi brand yang haram untuk ditinggalkan.. Kembali ke Indonesia, apakah kita sanggup menggunakan elemen-elemen lokal dan memvisualisasikan 1001 filosofinya untuk menunjukkan jati diri bangsa di kancah dunia?? kembali ke diri masing&#8221;!! <img src='http://jurusgrafis.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ayo belajar lagi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suksma</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-3515</link>
		<dc:creator>suksma</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 00:47:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-3515</guid>
		<description>menurutku sih ga hanya dari visualnya aja, kan juga ada local wisdom seperti misalnya dalam packaging makanan traditional seperti tape, coba kalo fermentasinya ga dibungkus pake daun jambu, pasti lebih lama dan mungkin bisa2 ga jadi. jadi ada local wisdom di dalam nya. memang kadang kala lokal wisdom menjadi seperti tahyul karena bangsa kita suka klenik, tapi bila di riset lebih jauh ternyata orang dahulu mempunyai cara tertentu dan efektif dalam mendesain. jadi mungkin lokal konten itu tidak hanya dari segi visual nya saja, tetapi terdapat lokal wisdom nya juga. 

IMHO</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurutku sih ga hanya dari visualnya aja, kan juga ada local wisdom seperti misalnya dalam packaging makanan traditional seperti tape, coba kalo fermentasinya ga dibungkus pake daun jambu, pasti lebih lama dan mungkin bisa2 ga jadi. jadi ada local wisdom di dalam nya. memang kadang kala lokal wisdom menjadi seperti tahyul karena bangsa kita suka klenik, tapi bila di riset lebih jauh ternyata orang dahulu mempunyai cara tertentu dan efektif dalam mendesain. jadi mungkin lokal konten itu tidak hanya dari segi visual nya saja, tetapi terdapat lokal wisdom nya juga. </p>
<p>IMHO</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mochie</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-2790</link>
		<dc:creator>mochie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 07:11:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-2790</guid>
		<description>konten lokal menurut ku mungkin ga cuma dari segi budaya seperti wayang, batik, tarian tradisional dll, tapi juga bisa dari kebiasaan masyarakat setempat, cara berbicara berbahasa - bersosialisasi - cara bersikap masy indonesia yang mgkn bisa dibuat dlm bentuk ilustrasi....
atau penggunaan background yg berciri khas indonesia, spt motif anyamannn

kl utk di photography mgkn bs dipadukan dengan benda-benda yang umum digunakan masyarakAT setempat 
(misalnya sepeda ontel, becak, membawa bakul di atas kepala, penggunaan topi petani dll) 



pokoknya yang jauh dari unsur internasional atau budaya negara lain :)

*hihi nyambung ga sih jawaban ku? :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>konten lokal menurut ku mungkin ga cuma dari segi budaya seperti wayang, batik, tarian tradisional dll, tapi juga bisa dari kebiasaan masyarakat setempat, cara berbicara berbahasa &#8211; bersosialisasi &#8211; cara bersikap masy indonesia yang mgkn bisa dibuat dlm bentuk ilustrasi&#8230;.<br />
atau penggunaan background yg berciri khas indonesia, spt motif anyamannn</p>
<p>kl utk di photography mgkn bs dipadukan dengan benda-benda yang umum digunakan masyarakAT setempat<br />
(misalnya sepeda ontel, becak, membawa bakul di atas kepala, penggunaan topi petani dll) </p>
<p>pokoknya yang jauh dari unsur internasional atau budaya negara lain <img src='http://jurusgrafis.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*hihi nyambung ga sih jawaban ku? <img src='http://jurusgrafis.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kacangijo</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-323</link>
		<dc:creator>kacangijo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 14:58:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-323</guid>
		<description>hm..menurut saya konten lokal itu konten yang ngangkat hal - hal yang merakyat, dulu sempet nguber2 batik (emank ini karya kebangaan kita sih...^^) 

setelah nyemplung ke periklanan baru dhe tau ternyata ngiklanin formula pake tukang bajaj ato bus 91, bisa jadi salah satu ide berkonten lokal, justru kadang batik malah terlalu ekslusif untuk dijadikan konten lokal... ^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hm..menurut saya konten lokal itu konten yang ngangkat hal &#8211; hal yang merakyat, dulu sempet nguber2 batik (emank ini karya kebangaan kita sih&#8230;^^) </p>
<p>setelah nyemplung ke periklanan baru dhe tau ternyata ngiklanin formula pake tukang bajaj ato bus 91, bisa jadi salah satu ide berkonten lokal, justru kadang batik malah terlalu ekslusif untuk dijadikan konten lokal&#8230; ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dei Yanuar Sandi</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-301</link>
		<dc:creator>Dei Yanuar Sandi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:08:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-301</guid>
		<description>intinya bercerita tentang segala sesuatu yg bersifat lokal, ngga harus dengan batik atau wayang saja, bisa saja contohnya dengan bendera merah putih atau garuda pancasila, atau apa saja yg penting bersifat lokal/nasionalis.
:d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>intinya bercerita tentang segala sesuatu yg bersifat lokal, ngga harus dengan batik atau wayang saja, bisa saja contohnya dengan bendera merah putih atau garuda pancasila, atau apa saja yg penting bersifat lokal/nasionalis.<br />
:d</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nafi'</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-297</link>
		<dc:creator>Nafi'</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:11:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-297</guid>
		<description>Menerapkan art tradisional dari kehidupan sehari-hari (kita hidup di Indonesia, masa tidak ada inspirasi tradisional ? -thinking villagers =D)

Dan seperti komentar-komentar kk kk yang diatas, bahwa benar Indonesia bukan hanya batik. Masih ada 33 provinsi lainnya yang punya budaya berbeda-beda. 

Masalahnya? Banyak juga desainer yang belum tahu seluruh budaya Indonesia di seluruh provinsi. 

Cara Penyelesaiannya? pelajari budaya lewat buku Atlas atau sumber lainnya (e.g:Internet) #inspirasiSD. Dan terapkan! 

Rangkumannya, Don&#039;t &quot;Not Action Talk Only&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menerapkan art tradisional dari kehidupan sehari-hari (kita hidup di Indonesia, masa tidak ada inspirasi tradisional ? -thinking villagers =D)</p>
<p>Dan seperti komentar-komentar kk kk yang diatas, bahwa benar Indonesia bukan hanya batik. Masih ada 33 provinsi lainnya yang punya budaya berbeda-beda. </p>
<p>Masalahnya? Banyak juga desainer yang belum tahu seluruh budaya Indonesia di seluruh provinsi. </p>
<p>Cara Penyelesaiannya? pelajari budaya lewat buku Atlas atau sumber lainnya (e.g:Internet) #inspirasiSD. Dan terapkan! </p>
<p>Rangkumannya, Don&#8217;t &#8220;Not Action Talk Only&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Richard Fang</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-293</link>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:28:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-293</guid>
		<description>bahasa sudah pasti konten lokal, maksud pembahasan ini lebih ke opini, kalau konten lokal itu tidak harus selalu batik (atau &quot;visual&quot; budaya lokal yang lain) 

Indonesia sendiri identitas nya ada pada kesatuan budaya lokal, tidak ada satu yang pasti seperti negara lain, well sekarang ini batik sudah bisa di bilang Indonesia, tapi sebenarnya banyak juga yang lain..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bahasa sudah pasti konten lokal, maksud pembahasan ini lebih ke opini, kalau konten lokal itu tidak harus selalu batik (atau &#8220;visual&#8221; budaya lokal yang lain) </p>
<p>Indonesia sendiri identitas nya ada pada kesatuan budaya lokal, tidak ada satu yang pasti seperti negara lain, well sekarang ini batik sudah bisa di bilang Indonesia, tapi sebenarnya banyak juga yang lain..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dirman</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/comment-page-1/#comment-291</link>
		<dc:creator>Dirman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:18:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611#comment-291</guid>
		<description>Apa pengunaan bahasa indonesia termasuk konten lokal? lokal disini maksudnya daerah atau indonesia ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa pengunaan bahasa indonesia termasuk konten lokal? lokal disini maksudnya daerah atau indonesia ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

