
Mari kita berdiskusi tentang hal ini, tapi sebelumnya saya mau menyampaikan pendapat tentang “Apakah desainer web harus bisa coding?”. Jujur saja, saya jadi agak sedikit gatal setelah membaca salah satu artikel dan beberapa komentar dari Elliot Jay Stocks.
Harus Bisa?
Apakah desainer web harus bisa coding? Tidak selalu! Tetapi harus ‘mengerti’ bagaimana website itu nanti akan di coding. Yang artinya, semua elemen desain yang kita buat di Photoshop harus code-able. Coba intip sedikit tips tentang persiapan mendesain website.
Saya mengakui, saya tidak merasa nyaman melakukan coding sendiri. Jangan salah, bukan karena saya malas, saya pernah mencobanya dan bahkan beberapa hari yang lalu sempat belajar css basic karena melihat video tutorial dari Prakasa. (it’s a good one by the way!).
Namun saya masih merasa kesulitan mengulang pelajaran video tutorial itu dari awal (jika tidak melihat contoh/videonya), mungkin itu karena keterbatasan saya? (sering lupa code yang sudah di pakai). Yang terpenting adalah sekarang saya ‘mengerti’ cara meng-coding sebuah website dan hal ini tentu saja akan menambah dasar pemikiran saya pada saat mendesain website di Photoshop.
Pertimbangan Kemampuan, Waktu dan Kesempatan
Kenapa saya tidak meng-coding website (personal dan komersial) saya sendiri?
Pertama, karena saya merasa kemampuan saya bukan di coding, dan lebih banyak teman yang sangat berkompetensi sekali dalam hal coding, yang bisa di ajak berkerjasama dalam suatu projek website.
Kedua, waktu yang di perlukan untuk coding cukup lama, jadi saya lebih baik melimpahkan bagian code ke seseorang yang bisa di percaya, dan saya bisa melanjutkan ke projek lainnya (yang artinya perputaran projek akan lebih menguntungkan dan sistem kerja menjadi lebih efisien dan efektif).
Ketiga, belum banyak web desainer yang mengkhususkan diri pada bagian interface dan pengaturan alur informasi pada website. Hal tersebut sedikit sekali berhubungan dengan coding, ini merupakan konsep awal sebuah website. Dan menurut saya bagian ini sama pentingnya dengan code. Percuma website berfitur canggih, efek jquery mencengangkan, tetapi desainnya sungguh menyakitkan hati.
Akhirnya…
Sebagai kesimpulan, seorang desainer web harus ‘mengerti’ coding tetapi tidak harus ‘bisa’ meng-coding. Tentu saja akan lebih bagus jika ‘bisa mengerjakan’ code desainnya sendiri. Dan yang terpenting kita harus menyadari kemampuan kita yang sebenarnya berada di bagian mana.
Seperti yang kita tahu, website jaman sekarang sudah melibatkan banyak elemen, mulai dari interface (desain), code, copywriting, SEO bahkan sampai ke teknik marketing online. Apakah menurut kamu satu orang bisa memberikan semua itu?. Website bukan sekedar PSD to CSS/Html, website lebih dari itu.
Sekarang giliran kamu
silakan berkomentar! atau bila berkomentar tidak cukup, kamu bisa membuat posting sendiri di blog kamu dan link balik ke posting ini supaya teman-teman yang lain bisa tetap mengikuti topik hangat ini
Jangan sampai ketinggalan artikel menarik lainnya, ayo berlangganan dengan Email atau RSS. Ikuti juga Twitter Jurus Grafis dan temui Jurus Grafis di Facebook.











setuju kang..
saya juga ndak pinter coding..
tp ketika belajar trus bisa..
rasanya puas bgt…hehe
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by jurusgrafis: Terbaru! – Desainer Web Harus Bisa Coding? http://ow.ly/19JVZ (RT please, thanks!
)…
Setuju, mending web designer ga perlu coding biar bisa berbagi kerjaan dengan web developer seperti saya
dan perlu mengerti coding biar ga ngerepotin web developer buat slicing design-nya jadi HTML.
Yang jelas sih saya pengen bisa desain. Dasar pemikirannya gini. seringkali kita dipenuhi ide yang bisa segera diimplementasikan namun gagal gara-gara kita tidak bsia menvisualisasikan ide tersebut. Ada mungkin ide yang tidak perlu mendapatkan porsi desain besar di fase awal, tapi banyak juga ide yang dimulai dari integrasi desain. Dan biasanya justru ide-ide sederhana. Yang overly complex semacam CMS/CRM tak perlu banyak porsi desain di awal karena value utama bukan di perkara desain.
Saya rasa, hal yang sama juga banyak dirasakan oleh desainer
. Kalau bisa tango sendirian, gak perlu menunggu lama untuk segera menarikan tarian startup
spesialis selalu lebih baik hehehe
tepat sekali, kalimat tersebut sepertinya ada di index-nya kartunama.net
xixi, jadi malu ah
Kalau desainer saya rasa tidak perlu mengerti koding, tapi kalau web designer saya rasa minimal mengerti lah sebatas if then else, karena selebihnya itu sudah diluar cakupan kerja seorang web designer. CMIW
nah, kalau yang versi sebaliknya (red: web designer yang bisa coding tapi nggak punya jiwa seni) bagaimana nih?
nah versi sebaliknya juga sama nih, developer juga harus peka sama desain. Cara paling mudah ya sering2 liat galeri web yang berkualitas, terus coba tiru aja abis2an di Photoshop (of course ga di publish)..
gue termasuk yang percaya seni itu 90% Practice 10% Talent
@ Toni _ betul banget lebih baik bisa code juga, tapi kadang2 kalau udah bisa semua gitu, masalahnya cuma waktu!
that’s why perlu temen yang beda skill
= 90% minat + 10% bakat
bagus!
Richard, selama ini gw merasa ragu2 apakah harus mencari partner coder ato gw harus belajar coding sendiri. I have basic HTML/CSS tapi almost zero to PHP. Gw struggling ampe sakit kepala buat ngurusin coding doang. Dan tulisan lo ini bikin gw sadar bahwa itu bener2 buang waktu! Skarang gw yakin untuk segera mencari partner
any recommendation? lol heheheh thanks for the great writing, Richard!
thanks!
recommendation? banyak banget feb hahaha coba cek aja yg berkomentar di posting ini
“Dasar pemikirannya gini. seringkali kita dipenuhi ide yang bisa segera diimplementasikan namun gagal gara-gara kita tidak bsia menvisualisasikan ide tersebut.”
Rio setuju dengan mas Toni, tergantung konteks dan spesialisasi yang kita miliki.
Betul juga kata mas Fang, bikin web ga cuma PSD to HTML, ada juga yang spesialis mengerjakan interface (desain), code, copywriting, SEO bahkan sampai ke teknik marketing online saja.
Bayangkan jika semua individu yang ahli di bidangnya tersebut saling berkolaborasi
Ga semua orang punya passion di semua bidang. Designer umumnya pake otak kanan (kreativitas), dan coder pake otak kiri (logika). Lebih baik bikin tim, minimal 1 coder dan 1 designer yang bisa kerjasama. Hasilnya akan lebih baik ketimbang designer dipaksa mempelajari bidang yang bukan passion-nya, yang mengakibatkan hasilnya tidak maksimal
kalo dituntut harus bisa coding emang berat banget. Tapi saya pribadi pengen bisa keduanya, desain dan coding.
ibaratnya “Apakah desainer kaos harus bisa sablon dan bisa menjahit?”
hahaha.. ini cocok sekali mas zam,yang penting ngerti teknis dan pecah warna utk sablonnya dah cukup.. ;p
wah nih,,,bang richard berulah lagi dengan menulis artikel yang dirasakan dilema sekali buat beberapa designer yang mau bermetamorfosis menjadi seorang yang melek code
bener kata mas rio, kita tidak bisa berdiri sendiri dengan kemampuan masing masing buat kerja digital seperti ini… pasti semuanya desainer maupun programmer punya kekurangan dan kelebihan sendiri2
hehe
mudah2an projek versus buat kedepannya yang dicetuskan oleh ide dari mas rio tentang konsep yang akan datang segera terwujud, tapi masih rahasia ya mas rio ya…
betul betul
saya sempat berpikir juga bahwa seseorang klo berurusan dengan web harus bisa semuanya. eh..eh.. pengalaman -punya orang sih- berkata tidak.
hidup kan g panjang yah kalo kita pelajari semuanya.
hmmm… nih q juga mo cari partner buat web sekalian belajar…
hmm. klo saya justru awalnya belajar coding,,, baru mahamin design kayak grid, warna, dll,…
awalnya belajar html+CSS+javascript+php+query sql+ dll …
abis paham konsep website, baru deh saya belajar nge design web…
jadi ngerjain semuanya sendiri,, walaupun kadang stress klo udah nge design, suruh bikin cms juga.. ckckck
Menurut saya sih ngerti html/css dikit2 itu penting. si designer ini setidaknya tau limitation/kendala2 sewaktu kita slicing ke html/css.
Menurut gw, dulu istilah web designer itu identik dengan bikin web sampai ke slicingnya. Kalau sekarang, dengan adanya pernyataan yg dimulai oleh eliot jay stocks di twitter kemarin2, ga semua web designer bisa html/css ya
Klasik!
Arsitek & Teknik Sipil juga sering bertengkar karena alasan yang sama. Gambar seneak udelmu, bagaimana nih bikinnya. Ga mungkin tuh!
hihi, ini pasti bener2 berdasarkan pengalaman pribadi. “kesalnya” terasa :p
ini seperti inti manajeman yaitu pendelegasian tugas, nah untuk mendelegasikan kan kita harus tau dikit dikit ttg apa yg didelegasikan itu
jangan sampai terjebak jadi level operator mulu xixi
saya yang tukang desain, cuma ngerti dikit ttg php. itu alasan saya bekerja sama dengan pacar saya yg tukang code. sekalian menghemat SDM… :-p
Mengerti dua duanya lebih bagus tentunya
Yah memang sih selain lebih hemat juga mandiri
tapi apakah enggak terlalu wasting time yah?
enak seperti komentar diatas “Lebih baik Spesialis!”
lebih ke suatu fokus lebih baik. Mempunyai dua fokus sangat tidak baik. nice.
wah..tertarik neh pengen jadi web designer..udah pernah bikin beberapa web design sih, tapi mungkin gak code-able.. *maklum mas, gaptek bgt masalah code2an.._
IMHO, sebenernya ga haram ga bisa coding tapi yang pasti bisa mengerti secara general cara kerja atau kemampuan yang dapat dibuat dari bahasa-bahasa planet itu udah ngebantu banget untuk kolaborasi antara desainer dengan programmer dan berpengaruh juga ke hasil akhir dari desain website yang dibuat tanpa harus spesialiasi di teknisnya…Spesialis bagus, tapi perpaduan spesialis dengan pengetahuan generalis lebih bagus lagi hehehe
Tulisan Elliot diatas ditulis sehari setelah tulisan Mark Boulton (http://www.markboulton.co.uk/journal/comments/on-designers-writing-html)
[...] terlibat dalam diskusi mengenai pertanyaan ini silahkan membaca artikel di Jurus Grafis “Desainer Web Harus Bisa Coding?“, artikel Elliot Jay Stocks “Web designers who can’t code“, atau artikel di [...]
Wah telat komentar, soalnya baru masuk RSSnya ke email
okay, menurut saya begini kak.
Perkembangan website ya semakin lama semakin “menggila” untuk perkembangan codingnya. Bayangkan saja, beberapa tahun lagi, mungkin sudah ada evolusi dari Ruby dan jQuery
Tetapi untuk menangani masalah ini, saya mencoba untuk mempelajari basic dari perkembangan itu saja. Dan kalau memang berminat, ya saya tetap fokus pada pemrograman baru itu.
Begitu juga dengan perkembangan desain grafis. Semua style dan cara selalu update setaip harinya. an kita harus mengikuti perkembangan ini juga.
Jadi soslusinya? (menurut saya)
Kita bekerja secara partner dengan teman yang mempunyai skill masing-masing. Dalam coding dan graphic untuk membangun sebuah website bermutu. “Bersatu kita teguh”
Dan kalaupun sendiri, bisa saja, tetapi apakah tidak lelah untuk menyerap informasi setiap harinya?
Kalau saya sih sendiri xD
thanks.
Yah pokoknya harus bisa “konsisten” lah sama “skill” yang dimiliki.
“ora usah neko – neko” (gak usah aneh – aneh) kata orang Jawa
Ada gak sih bedanya web programmer dan web designer?. Kalo ada mereka akan bekerja sesuai disiplin ilmunya, like mr. Agus said, Spesialis akan lebih baik
kalau udah mengerti bukan nya lebih dari bisa ya??
menurut saya sih ga harus jago koding juga… tapi yah musti tau dan minimal ngerti basic kodingnya… dan yg paling penting emang kalo ngerti html, css, jquery…
wah rame sangat yang komentar, pengen campur juga nih hehehe.. saya cuma bisanya design doang untuk code2an yang dasar2 aja isa.. tp yang ribet malah bikin pusing biasanya kasih ke orang lain soal code2an.. tp kadang orang nya bingung ama desain yang udah saya buat..
jadinya dua2 tambah pusing, intinya sering2 latihan lagi dan harus mengerti keduanya, tp tetap tau diri yang sanggupnya di desain tingkatkan “desainnya” codenya “mengerti dikit2 aja” hehe..
keren postinganya mas..
Intinya berkompetenlah dibidangnya..
ada yang namanya Skill and Knowledge..
seorang desainer grafis harus dan kudu dan wajid punya skill desain grafis..tapi dia juga harus punya knowledge tentang coding dan semacamnya..karena mau gak mau bidang desain grafis ada benang merahnya (make bahasa OVJ..lol) dengan coding kedepannya..
begitu pula sebaliknya..
^_^ *itu menurut gw ka fang..hehe
saya pernah tuh bertemu web-designer ga bisa (sama sekali) coding, sampe bingung slicing-codingnya… menurut saya sih musti bisa ada pengetahuan css lbh enak si ya
ternyata banyak web desainer yang ga bisa css ya..
wah setuju tuh mas, setiap orang mempunyai spesialisasi nya sendiri dan tidak mungkin mengerjakan semuanya sekaligus.
ini sama halnya dengan bekerja di sebuah perusahaan yang mempunyai job description nya masing – masing karena tidak mungkin mengerjakan semua bidang hanya satu orang saja..
kalau menurut saya sih, kalau seorang web designer sebaiknya “sekedar tahu” saja tentang fungsi dan kegunaan coding – coding yang penting supaya jaga – jaga biar tdk ditipu, sama aja kan kayak bos / direktur perusahaan yang sekedar tahu saja masalah akuntansi, marketing, dan bidang lain agar tidak ditipu sama karyawannya.
hehehe.. kyana gara2 si elliot ngetweet soal markup htmlnya jadi pada ngebahas ini
…
dari comment yg dibaca yah paling setuju sama commentnya yogi, kalo udah ditarik batesan web designer, kayana emang perlu ngerti koding dikit2 jadi bisa lebih kebayang apa yg nanti dibuat…
dan kayanya ga cuma html+css, javascript, IA, etc juga kudu ngerti…kalo ditarik garisnya web designer lho..
Wew di featured lagi, jadi malu
.
Menurut pandangan saya, antara bisa coding dan tidak itu gimana keadaan dan antusias dari setiap individu. Malahan saya ga sengaja dan bahkan ga pernah niat buat bisa coding CSS, tapi keadaan yang memaksakan sehingga akhirnya harus bisa coding CSS
.
Just don’t limit our self
saya mencoba melawan takdir,, dengan blajar html & CSS T_T
Memang tidak selalu perlu bgt harus bisa coding, tapi dengan css, typografi bisa diatur dengan amat baik, dan mendetail, dari kerning, leading, spacing, sama seperti pekerjaan kita pada publikasi konvensional.
Bahkan dengan kemampuan @font-face dalam css3, yang mampu menyertakan typeface tidak standar pada sebuah website, saya rasa perbedaannya akan makin terasa mana website yang di design oleh designer yang baik dan mana yang abal2..
PS. Oh baby, yes we kern!
@Arya & Stranger: Jempol!
@christo: sayang masih ada browser yang belum bisa merasakan CSS3 ya, (blom sempet baca-baca atau liat analytics lagi berapa banyak yang masih pake browser bapuk sekarang-sekarang ini)
IE6 to be exact..
loh kok jadi browser war? hehehe..
tapi seriously balik ke topik, setuju sama Aditya yang setuju sama Arya “Just don’t limit ourself”!
klo boleh nambahin, “know your strength, and don’t limit yourself”
“know your strength, and don’t limit yourself” ?
Huhu sayangnya agak ironis nie bro..
G dulu bisa banget itu coding c++,java,logika lncar tpi stlah -+2 thn gk megang sprtinya khilangan skill…skrng g dicekokin jd WEB DEVELOPER sendirian…hrs bs php, mysql,css,javascript ini dan itu krn krjaan kntor, ini aja masi bljr2…pdhal klo boleh jjur g lbih bisaan jd web designer krn skill desain uda ada, slain itu…g lbih suka cari ide, cari desain unik, teknologi trbaru apa yg bisa diterapin ke web dan modifikasi… intinya g sadar seiring dgn brjalannya wktu g tau g ini tipe orng Generalis…(jadi curhat nie bro hwhhwhw)
Ksimpulannya klo dari g
“Do whatever if you think you can improve your self”
hahaha, saya mau komentar dari kemarin tapi di entar entar jadi aja telat :p
saya pribadi bisa XHTML + CSS + WP Theming, tapi tidak terlalu bisa desain (inginnya sih bisa). Pendapat saya, seorang web desainer tidak perlu bisa coding (karena bisa bekerja sama dengan developer – well, semua aspek dalam kehidupan saya rasa begitu: kalau tidak bisa, ya kerja sama) tapi akan lebih baik jika bisa coding karena akan lebih mengenali hasil karyanya.
Meskipun begitu, desainer yang bisa code pun memiliki kelemahan tersendiri. Yang paling terasa adalah membatasi ruang lingkup desainnnya: karena bisa coding dan tahu apa yang bisa dan apa yang tidak, jadinya cenderung “ah, jangan buat seperti ini, ribet”.
Well, setidaknya itu berdasarkan pengalaman saya sih.
Anyway, jika anda desainer dan ingin bisa coding, kuncinya hanya satu: jam terbang. setidaknya buat lebih dari 10 tampilan web + codenya. nanti juga bisa. ikuti saja kaidah 10,000 jam. 10 tampilan itu (karena baru belajar) paling2 500 – 1000 jam lah
saya setuju sama mas rifky..saya sendiri baru belajar coding dikit2..pgn bikin theme wp sendiri..baru bikin mockup udah mikir kmana2..ah kalo kaya gini susah..kalo diginiin saya blom bisa…dll..jadi ribet sendiri…dan waktu lebih lama terbuang buat cari tutorial..hehe
kalo untuk saya sendiri, lebih pokus ke koding.
untuk designnya, nyontek kanan-kiri
waw, it releaves me man, hahaha, mending saya nyari partner programmer sekarang juga ah.
setuju, be professional & ‘focus!’ spesialisasi memang lebih oke!
Iya nih..aku juga lemah di coding..karena itu baiknya web designer partneran ama web developer hehehe
setuju ga harus bisa tapi ngerti…
justru saya lebih senang coding hehhehee
mungkin keahlian saya dan hobby saya memang di coding
kalo desain saya lagi belajar biar bisa seimbang ntar….
untuk artikel ini cukup mencerahkan juga
makasih ya
salam
Charles
1 kata setuju
Setuja banget niih.
Designer gak apa2 gak bisa code yang penting dia tau konsep dan tau mana yang bisa di code ato nggak.
soalnya pernah dapet pengalaman designernya gak ngerti sama sekali coding dan dia mendesain seperti majalah asal tempel sana-sini trus banyak gradasi yang gak bisa di repeat, trus tiap page tuh ukurannya beda2
yang satu 900 satunya lg 910 padahal ntarnya website dinamis. jadinya yaah kelabakan deh pas convert xhtmlnya dan akhirnya solusinya ya ganti desain.
setelah itu saya berikan source2 mengenai webdesign termasuk cssframewok dll supaya dia mengerti mana yang bisa di code dan tidak.
yaa.. intinya menurut saya sih gak apa2 gak bisa code juga yang penting dia tau yang mana yg bisa di code ato nggak dan jgn lupa bertanya pada yang mengerjakan codenya apakah desain ini bisa di code ato nggak.
Menurut saya sih kalau bisa lebih baik. Namun pertanyaannya bisa dibalik, apakah Programmer harus bisa Desain? Karena program, tarohlah PHP, bisa bagus, namu tanpa Desain jadi gak bicara banget gitu loh!
Saya punya teman dia programmer tapi pas bikin web gak bisa desain. Bagusnya sih kolabirasi ajah antara Designer, Programmer dan Coder XHTML, CSS dan JavaScipt FrameWork….
Salam kenal….
[...] IT jika dihadapkan tentang dilema seorang web desainer yang disebutkan mas Richard Fang, “Desainer web harus bisa Coding?” yang seringkali terbentur dengan hal-hal teknis yang sebenarnya bukan termasuk lingkup [...]
Imagine the Possibility.
Jika seorang Desainer memiliki kemampuan coding yang bagus, sudah pasti menjadi nilai tambah yang besar di dalam Resume nya.
Di jaman sekarang, desainer website yang hanya memiliki satu jenis skill akan keteteran dengan perkembangan UI dan UX modern.
Desainer tak lagi dituntut untuk mengerti HTML dan CSS saja, tapi juga mulai dituntut untuk menguasai Javascript. Kenapa? Karena Javascript mulai mudah implementasinya sejak kemunculan jQuery Javascript Library.