Jika Konten adalah Raja, Maka Desain adalah …?

diskusi_peran_desain_dan_konten_sebagai_raja

Hi everyone! Kembali lagi dengan saya Graha Nurdian di Jurus Grafis. Pada kesempatan ini saya ingin membuat posting diskusi mengenai hubungan desain dan konten, banyak para blogger yang berniat mencari ‘nafkah’ melalui dunia maya ini dengan membuat blog, banyak juga orang yang mengatakan bahwa

Konten adalah Raja

Telah banyak debat, jajak pendapat dan komentar mengenai hal tersebut, yang jelas cukup menjadi kontroversial dikalangan para blogger, sehingga para blogger cenderung membiarkan desain blog mereka acak – acakan karena mereka menganggap konten adalah satu-satunya hal yang paling penting.

Widget yang tidak beraturan, peletakan link sembarangan, dan gambar yang tidak tepat (dan tidak efektif) membuat saya sedih sebagai desainer (karena mereka kurang peduli terhadap desain blog nya sendiri :-( ).

Tetapi apa yang terjadi jika orang  melihat website anda dengan judul headline yang menakutkan? Apakah mereka akan berpikir telah mengunjungi website spam dan dengan segera menekan tombol back? (atau bahkan tombol close!) Hal itulah yang akan kita diskusikan pada artikel ini.

Jika (Raja) Konten Sedang Berada di Hutan

lion

Coba kita umpamakan konten adalah seekor singa (sang raja hutan), apa yang dibutuhkan singa supaya terlihat menyeramkan dan kuat?. Sudah pasti auman yang keras, gigi yang besar dan kuat serta bulu tebal yang melingkari leher.

Jika kita mengumpamakan konten sebagai si raja hutan, maka “gigi yang besar” , “auman yang keras” , “bulu leher yang tebal dan indah” sudah jelas adalah desainnya bukan? Ini merupakan contoh sempurna bagaimana konten blog/website anda tidak bisa menjadi raja tanpa dukungan dari desain blog/website tersebut.

Konten Sebagai Raja di Papan Catur

chess

Konten anda merupakan raja bukan? Mari kita umpamakan konten adalah raja dalam permainan catur, di posisi manakah desain website anda di papan tersebut? Apakah sebagai prajurit (Pion) yang berdiri di garis depan dan melindungi raja dari musuh? Lalu bagaimana dengan benteng, ratu, kuda, menteri dan peran penting lainnya dalam permainan catur?

Desain anda harus diperlakukan seperti semua peran dan langkah di papan catur karena mereka adalah bagian yang paling sering anda gunakan dan satu – satunya yang membuat permainan catur anda menjadi berbeda. Jadi, pastikan desain anda memiliki efek seperti itu – karena “Raja anda” bergantung kepada mereka.

Desain Sebagai Jubah dan Mahkota yang Bagus

kings_crown

Menurut saya, jika konten adalah raja, maka desain haruslah seperti jubah yang berkilau dan mahkota yang dikenakan oleh sang raja. Hal itulah yang membuat raja terlihat berwibawa dan memancarkan citra yang positif.

Coba bayangkan jika sang raja keluar dengan kaus dalam, kotor, dan kolor (celana pendek), siapa yang akan menanggapinya dengan serius? Desain website anda juga begitu, harus diperlakukan seperti hiasan kue untuk konten raja anda.

Opini anda

Baiklah sekarang kita sampai di akhir artikel, bagaimana pendapat anda mengenai topik ini? Apakah anda mendukung konten itu sepenuhnya raja? Ayo sampaikan melalui kolom komentar dibawah :)

Update : Artikel ini merupakan saduran dari If Content is Really King, Then What is Design?

Btw just for info saya juga punya blog ber niche desain seperti Jurus Grafis loh sebagai pelengkap bacaan desain anda. Silakan berkunjung ke Graha Design Blog.

Seorang pelajar bodoh yang bermimpi menjadi seorang web desainer terkenal, belajar terus menerus untuk menjadi lebih baik, terus berkhayal tuk terbang ke angkasa tapi enggak kesampaian, akhirnya dia pun menulis blog tentang desain di http://www.grahanurdian.web.id

Ada 41 Komentar Seru Tentang Posting Ini

  1. 26 March 2010

    Konten adalah Raja tapi tak selamanya nomor 1. seperti customer adalah raja tapi bukan yang utama.

    semua kudu berjamaah dan dipandang seimbang, sesuaikan dengan situasi kondisi dan lapangan.

  2. 26 March 2010

    maaf saya blm baca seutuhnya artikelnya, tapi baca judul langsung keinget artikel dari sini http://designbump.com/originals/if-content-really-king-then-what-design

    regards…

    • 26 March 2010

      thanks for the heads up, akan di link balik kesana

    • 26 March 2010

      Maaph lupa kasi linkback kesana, coz saya lihat sih cukup bagus aja kalo dibagiin dengan bahasa Indonesia supaya lebih dimengerti banyak orang. next time original kq :-D

      • 22 April 2010

        Tulisannya bagus om…. share terus yax……… noob mo blajar ma sang master

  3. 26 March 2010

    Saya tetap meyakini konten adalah raja. Dan desain adalah ratu. Keduanya saling melengkapi dan keduanya merupakan elemen penting dalam sebuah situs.

    *wah, simpel banget komen saya =P*

    • 27 March 2010

      yup lebih setuju dengan yang ini :D di Twitter ada yang komentar, kalau Konten adalah Raja, Desain adalah Instana nya :) quite make sense..

      “Raja yang baik” akan kehilangan Wibawa nya kalau tinggal di “Rumah yang Butut” hehehe

  4. 26 March 2010

    setuju gan!!!

    itulah bedanya blog kita dengan blog luar (bisa d liat d link” yg d kasih jurusgrafis)

    blog” luar negeri designnya nau ju bi leh keren”!!!!

    klu blog indo saya pribadi suka males,kesan awal udah ga menarik,jadi males baca kontennya

  5. 26 March 2010

    Yang jelas, untuk menciptakan User Experience yang baik tidak hanya dengan mengandalkan konten saja. Selain pada desain interface, dapat kita lihat bahwa (kebanyakan blogger) menambahkan script atau widget yang tidak/kurang memiliki fungsi. Jadi, bicara tentang desain yang buruk tidak hanya terfokus pada penggunaan warna, tipografi dan grafis yang bagus saja, tetapi juga kita lihat fungsinya.

    contoh:
    kita menambahkan jam dalam bentuk animasi flash. memang cukup bagus tetapi untuk apa?
    :)

    • 27 March 2010

      Setuju, apabila pengaplikasiannya untuk sesuatu yang bersifat interaktif.

      Kembali ke kontent utama. Yeahh, mungkin inilah yang disebut dengan persepsi. Dimana sebuah persepsi mungkin bisa salah, tetapi yang menjadi permasalahan adalah persepsi adalah realita.

      Seperti pada paragraf terakhir dari sumber aslinya. “Never judge a book by its cover” >> “People don’t follow that rule – ever..”.

  6. 27 March 2010

    hmmm… terus terang saya blom bisa disebut blogger…
    jujur saja kalau saya melihat-lihat suatu blog saya lebih melihat kontennya, dan saya melihat desain “hanya” sebagai pendukung saja…

    mungkin kalo diibaratkan makanan, konten adalah makanannya dan desain adalah bungkusnya… tapi biasanya yang dimakan adalah makanannya atau bungkusnya? hmmm…

    mungkin ada yang punya pendapat lain??

    • 27 March 2010

      kalo di ibaratkan makanan emang susah san hehehe soalnya makanan kan kebutuhan, sementara desain dan konten itu bukan kebutuhan utama..

      misalnya, konten nya bagus, tapi desain nya kurang mendukung.. memang akan banyak pembaca nya juga, tapi pasti akan lebih kalah dengan yang konten bagus dan desain bagus (kalau mau di lihat ke jangka panjang)

      itu sebabnya blog2 luar malah tiap tahun di redesain, supaya tampilan nya tetap fresh di mata pembaca (take it this way, masa kita ketemu pacar/gebetan dengan pakaian seadanya? seengganya kita mau tampil ok dong?)

      • 28 March 2010

        Hahaha… analoginya salah yak…
        Gw emang masih awam soal ini, jadi punya pertanyaan nih, mumpung lagi diskusi jadi tolong pencerahannya bro… hehehe…

        1. kalo konteksnya bukan web blog misalnya ambil contoh Kaskus, itu kan menurut gw pribadi desainnya biasa aja tapi orang2 pada rame baca-baca di sana karena kontennya yang variatif dan itu bertahan cukup lama… untuk kasus yang seperti itu peran desain selain di identitas ada dimana lagi?

        2. kalo untuk desain web yang kontennya desain interaktif, itu bisa disebut desain yang juga jadi konten ga? Misalnya desain web yang kontennya interaktif pake game design (game content atau apapunlah sebutannya), nah desain web yang seperti itu kan seperti menyatukan batasan antara desain dan konten… bener ga sih pemikiran gw? Tolong diluruskan donk…

        Sori kalo kepanjangan, soalnya penasaran nih… hehehe… :D

        • 28 March 2010

          1. kalo forum memang kuat di konten nya
          desain Kaskus sih memang biasa2 aja :) tapi efektif (di banding dulu yang masih pake template vbulletin)
          kalau mau di perhatiin lebih detil, coba liat emoicon nya, manusia biru itu, itu juga bagian dari desain kan hehehe

          intinya mau website apapun, lebih baik desain nya bagus, klo memang blom mau investasi di desain, ya bagusin konten nya (bikin konten yang memang satu2nya ga ada di tempat lain)

          atau mau contoh ekstrim.. liat detik :P khusus detik, desainnya yang ‘seperti itu’ memang udah jadi trademark nya dia, mungkin karena dulu pas jamannya dia launch, desain web blom terlalu di perhatikan.. jadi ya seadanya, tapi kontennya up to date banget..

          justru kalo detik redesain bisa aneh, masa tiba2 jadi bagus? hehehe klo memang mau redesain mungkin per tahap, jadi user juga ga kaget

          2. ya itu bisa disebut gitu, coba liat game2 FB yang bikinan “GameFish” desain nya bagus, ilustrasi nya bagus, konten nya bagus :D

          • 29 March 2010

            Woow… jawaban yang memuaskan :D
            Jadi klo ada suatu web (dalam konteks forum dan jual beli) yang udah establish cukup lama dengan desain dan interface yang udah cukup akrab di mata user, lalu dia ingin nge-redesain webnya karena dirasa udah bosan, kira2 faktor apa aja yang perlu dipertimbangkan dalam tahapan prosesnya supaya usernya ga kaget? –wah pertanyaannya jadi agak OOT :P

          • 29 March 2010

            faktornya,
            1. kebiasaan (ini berhubungan sama layout web), misalnya di kaskus, klo mau ke my profile, private message ada di link atas. Setiap web pasti punya kebiasaan masing2 , nah kebiasaan itu harus tetap di jaga (apalagi yang penting)

            2. warna, jadi inget kaskus dulu juga heheheh, pas dia ganti ke desain yang sekarang banyak yg complain, tapi langkah kaskus benar, toh memang lebih baik kan, daripada template vbulletin yang biru?. Kalau memang misalnya kaskus yang sekarang mau redesain lagi, mungkin warna nya jangan jauh2 dari yang sekarang

            btw ini bisa jadi topik posting nih hahaha

          • 30 March 2010

            Heheh jangan sampai seperti kasus rokok Djarum Crystal..
            gak laku gara-gara harga 500 menjadi 600 rupiah.
            Kalau 500 bisa bayar dengan uang pas, kalau 600. mungkinmalah harus ngeluarin 1000 dan nunggu kembalian. Akhirnya gak diproduksi lagi tuh rokok padahal sempat laris…

            btw, ada hubungannya nggak yah? :)

          • 31 March 2010

            +1 :D

  7. 27 March 2010

    Wah, ternyata sudah banyak artikel yang di update! tetapi saya belum sempat komentar :D

    Jika website penuh dengan konten, tetapi tidak ada desain, maka seperti koran yang hanya tulisan dan tidak ada gambar atau desainnya seklaipun (mengerikan sekali apabila ada koran seperti itu :p). Membuat para pembaca koran tersebut bosan.

    Dan, jika penuh desain tetapi tidak ada konten, sama saja dengan koran full desain, illustrasi, dan warna, tetapi tidak ada tulisan sama sekali.

    Nah, yang saya maksudkan disini adalah supaya konten dan desain seimbang. Sehingga audience/user akan tertarik untuk mengkonsumsi artikel/web tersebut dan semakin bertah disana :D

    Yap, that’s it! :D
    Nice article sob!

    • 3 April 2010

      Kalo blog, ada, blog saya ngga ada desainnya. Saya bukan raja. Pun itu bukan istana mewah saya. Jadi, memang butut sebutut-bututnya. Ngga pake baju mewah juga. :)

      Mas Graha Nurdian, lupa lagi masang pranala sumber ya? :)

      Enaknya memang konten bagus, desain juga menarik. Seandainya saya bisa mewujudkannya.

      Saat ada perubahan desain, pengguna mungkin lebih melihat sisi usability dan arsitektur antarmukanya. Lebih ke kebiasaan pemakaian. cmiiw ya.

  8. 27 March 2010

    sederhana saja:

    jika konten ibarat raja
    maka desain ibarat baju

    masak raja nggak pakai baju? malu dong :D

    • 28 March 2010

      hahaha.. terkadang memang kita tidak perlu berfikir yang rumit-rumit :)

  9. 31 March 2010

    Saya setuju konten ituh raja. kalau dilihat khusus pasar lokal. tampilan web tak perlu design ciamik setidaknya menurut saya. tapi penggaruh tribenya memang luas dan banyak. misalnya ndoro kakung

    • 31 March 2010

      itu sama seperti kasus “desain Detik.com” hehehe

      kita bisa pake desain seadanya asal kita yang pertama/pioneer kayak ndoro atau detik dan sudah punya nama. Tapi kalau pemain baru? goodluck aja deh klo masih pake desain seadanya hehehe

      mau nambahin juga, ciamik itu ga harus heboh, cukup enak di baca (leading, warna dll)

  10. 31 March 2010

    Thanks dah bagi2 ilmunya.. menurut saya kalo konten adalah raja, Desain adalah Ratunya :)

  11. 7 April 2010

    Mari mengedukasi makhluk bumi, bahwa desain itu penting!

  12. 12 April 2010

    Soal design, saya belum menemukan sebuah blog atau website dari Indonesia yang menyediakan berbagai theme gratisan seperti gallery gitu. atau saya aja yang kurang blogwalking? hehe,
    konten emang raja, karena gak ada konten, cuma copas, atau malah tidak berbobot, pembaca hanya sambil lalu akhirnya, untuk membuat mereka datang lagi susah kalau begitu. Dengan menciptakan konten yang berbobot, baik topicnya, dari segi manfaatnya, saya rasa akan banyak sekali yang membaca blog tersebut.

  13. 16 April 2010

    Ini dari sudut pandang saya sebagai non-desainer. Saya percaya saja jika konten harus dipadukan desain untuk menghasilkan efek yang baik. Tetapi menurut saya tidak semua website memerlukan desain yang bagus. Beberapa website sengaja menciptakan desain yang agak “kurang” dengan tujuan marketing pasar. Misalnya website yang terlalu bagus, malah memberikan kesan sesuatu yang mahal bagi orang awam. Makanya biasa website satu halaman yang promo e-book/software gitu desainnnya menyedihkan tapi laku lho..(gak pernah lakuin tapi dengar2) :p

    • 16 April 2010

      Karena lebih menghipnotis dari sisi click to action? :)

      • 20 April 2010

        Mungkin. Tapi menurut saya, sebetulnya lebih karena ditujukan untuk orang awam yang tidak paham internet dan sejenisnya. Saya rasa website sejenis itu lebih menargetkan orang-orang ini, makanya mereka desainnya begitu.

  14. 24 April 2010

    Kalau menurut saya, jika konten adalah raja maka desain itu istana nyaman yang bikin tamu betah seperti diblog ini. :D

  15. 28 April 2010

    Dari mata jatuh ke hati, first impression penting.
    Pandangan Pertama menentukan, pada umumnya begitu.
    Selera ga bisa didebatin. kalo buat blog terlalu personal. tetapi eksperimen terus belajar ga masalah

  16. 30 April 2010

    Salam dari Malaysia,

    Saya setuju bangat, design sangat penting..sebagai lelaki atau manusia tentu saja kita suka melihat cewek2 cantik, sama sih ama yang namanya perempuan, suka ama cowok yang ganteng..

    Ya sama seperti design website atau blog, HARUS cantik designnya agar orang suka..content pula sememangnya King..

    Harap2, bahasa indonesia saya bagus ya..saya ada juga kenalan kerja dari indonesia, dari bandung,batam..bolehlah berbahasa indonesia a little..

  17. 5 May 2010

    Kalo konten raja, desain itu singgasana..
    Gak mungkin kan raja naek gerobak

  18. 14 May 2010

    Kalo menurut saya (maaf kalo salah) konten dan desain sama-sama “RAJA” yang satunya (konten) itu “Tutur katanya” dan yang satu lagi (desain) itu “sandangnya” (baju/performance)…heheheh jadi ketika seorang RAJA tampil dimuka “publik” yang tampak adalah Top Markotop…Berwibawa tur Elegan….ngg mungkin kalo raja itu berwibawa trus bajunya alakadarnya, atau sebaliknya baju elegan tapi congornya pasaran…hehehehe…apa betul?

  19. 8 June 2010

    Konten yang bagus dengan desain asal-asalan akan menimbulkan keraguan — sedangkan desain yang bagus dengan konten asal-asalan menjadikannya keropos dalam isi.

    jadi..walaupun konten adalah raja, tapi konten tidaklah bisa melupakan begitu saja peran sebuah desain yang mempercantik dirinya. Desain pun demikian, desain tidak boleh melalaikan konten yang mengisinya. Oleh karena itu konten dan desain keduanya harus berjalan sinergis.

    kalau di tanya, lantas apa posisi sebuah desain. maka jawabannya, posisi desain adalah sebagai RAJA juga…hahah.

  20. 23 June 2010

    idealnya harus keduanya :)

  21. 25 September 2010

    orang berkunjung ke website, memang karena kontennya, setelah itu baru melihat dari sisi visual…
    tentu tidak semua orang, karena ada juga yang malah tidak begitu care dengan desain visualnya, selama desain itu tidak membingungkan dan mengganggu apa yang mereka cari (konten)

    tergantung selera sih menurutku, lihat siapa dulu yang berkunjung

    • 23 September 2011

      sorry kalo saya komen baru setahun kemudian, soalnya baru nemu sih blog ini.. hehehe..

      Setuju banget sama bro godeny, gak semua org care dengan design blog, banyak ko blog yang desainnya biasa aja tapi pengunjungnya banyak.

  22. 28 November 2010

    konten dan design berbanding lurus ya gan.:D

  23. 9 July 2011

    memang benar sih konten adalah raja, tapi bagaimna website yang baru??meskipun konten menarik percuma donk soalnya search engine ngliatnya kan pada website atau blog yang udah lama

Mari Berkomentar!

*informasi yang di perlukan

Mau Berlangganan Jurus Grafis Melalui Email? Ya! tentu saja!