Saatnya Desainer Grafis Bertindak Global

bertindak_global

Alasan utama kenapa kita mengambil bidang desain grafis adalah karena kita mempunyai gairah dan ketertarikan khusus terhadap bidang ini. Dan semakin lama kita mendalami desain, kita tahu bahwa profesi desainer grafis tidak salah lagi merupakan profesi yang mempunyai peluang cerah.

Namun sayangnya dari artikel yang saya baca di Desain Grafis Indonesia, tentang kritik terhadap pendidikan desain grafis di Indonesia, sangat terlihat sekali dan pasti kita semua merasakannya. Bahwa sebenarnya walaupun pendidikan desain grafis sudah di mulai sejak tahun 1950-an, tetapi baik industri dan pendidikan nya masih belum bisa di anggap dewasa hingga sekarang ini.

Masalah Industri Desain Lokal

Tidak jarang kita sebagai desainer menemukan permasalahan klasik, seperti klien yang belum bisa menghargai desain kita (biasanya di tunjukkan dengan sikap “hanya mau bayar murah”), memang tidak semua klien lokal seperti itu. Banyak juga yang sudah mengerti desain dan menganggap desain adalah salah satu investasi juga untuk bisnis nya. Tapi jujur saja, prosentase nya sungguh tidak sebanding dengan yang belum teredukasi.

Masalah jenjang karir juga menjadi masalah. Di dunia perkuliahan kita di pupuk untuk menjadi desainer yang siap kerja, siap pakai, siap untuk masuk industri. Sehingga kita cenderung berpikir untuk bekerja dengan orang lain, dengan berkarir mulai dari desainer junior, desainer senior, art director, creative director sampai di tawarkan sebagian saham perusahaan, lalu apalagi?

Jadi, bagaimana dengan kita sebagai desainer grafis yang hidup di Indonesia? Bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan berprofesi sebagai desainer grafis? Karena tidak jarang, banyak yang kuliah desain tetapi ujungnya malah tidak berprofesi sebagai desainer. Hanya disebabkan karena mereka menyerah di tengah jalan, mengganggap bahwa industri desain lokal masih belum dewasa dan klien belum bisa memberikan ‘penghargaan’ yang pantas. Walaupun bisa juga di sebabkan oleh berbagai faktor luar, seperti harus meneruskan bisnis keluarga, dan lainnya.

Global Hanya Sejauh Satu Klik

Beruntunglah kita mengalami masa dimana dunia menjadi sangat sempit dengan kehadiran internet. Tempat dan negara yang dulu kita rasa sangat jauh, sekarang hanya berjarak satu klik dan beberapa kata di layar monitor. Internet menciptakan budaya baru, dimana kita bisa nyaman berinteraksi dan bahkan saling mempercayai manusia lain, di benua lain hanya dengan di jembatani oleh kumpulan data dan pixel.

Yang pasti, kesempatan menjadi sangat terbuka lebar bagi semua, baik yang profesional maupun yang baru mulai terjun.

Yang kita butuhkan hanya kesadaran dan kemauan untuk mengambil beberapa bagian kecil dari kesempatan yang tak terbatas itu. Dan dengan sendirinya berbagai kesempatan yang lain akan datang kepada kita.

The Me Company

Mulailah berpikir bahwa profesi desainer itu seperti mendirikan sebuah perusahaan, tapi bedanya perusahaan ini hanya terdiri dari satu orang, yaitu diri kamu sendiri. Pengalaman memang penting, dan bekerja dengan orang lain adalah salah satu caranya, tetapi jangan sampai terlalu lama terlena. Jika kamu sudah 3 tahun lebih bekerja dengan orang lain, mungkin kamu harus memikirkan untuk berkarir sendiri.

Lebih bagus lagi jika kamu masih di bangku sekolah (SMP, SMA dan Kuliah), kamu lebih punya banyak waktu dan kesempatan untuk memulai karir kamu, sehingga pada saatnya nanti kamu sudah sangat siap untuk berjalan sendiri (tentu pengalaman juga akan lebih banyak).

Tulisan ini tidak bermaksud membuat kamu yang sekarang sedang bekerja dengan orang lain untuk berhenti sekarang juga dan memulai karir sendiri. Tentu tidak semudah itu (tetapi sangat mengasyikan! kalau kamu berjiwa pemberontak dan suka tantangan), banyak hal yang harus dipikirkan sebelum memulai, tapi setidaknya “berkarir sendiri dengan media internet” sudah terlintas di pikiran kamu.

Stop Memikirkan Ide Sempurna, Mulailah Mewujudkan Ide Apa Saja. Sekarang.

Media dan sarana (Internet) sudah tersedia, yang kita butuhkan adalah urutan langkah kecil untuk menjadi besar.

Bagaimana dengan kamu? Sudah siap?

Mari berlangganan Jurus Grafis dengan Email dan RSS. Jangan lupa juga untuk bergabung di Facebook Page Jurus Grafis dan ikuti Twitter Jurus Grafis.

Menikmati proses rancang website, khusus nya dari sisi tampilan antar muka dan penggunaan. Tidak bisa hidup tanpa Gmail, Google Reader dan Twitter. Sering menghabiskan waktu mengarungi samudra informasi.

Ada 23 Komentar Seru Tentang Posting Ini

  1. 12 December 2009

    gw yakin kualitas desainer indo ga kalah ama luar dah :)

  2. 12 December 2009

    ya, ada saatnya berbuat sesuatu tanpa memikirkan terlalu banyak resiko menjadi lebih baik daripada menunggu semuanya sempurna .. artikel yang menarik bagi yang belum atau baru saja bergerak di tahun ini ;) hehe, sukses.

  3. 12 December 2009

    desain jalan terus dah pokoknya,,, meski pemula dan gag pernah menang di 99designs hehehe… yang penting gag pernah menyerah dah…
    nyari klien lokal susah klo tinggal di pedalaman. pokoknya keep moving forward dan terus blajar dah….

  4. 12 December 2009

    wah kayaknya Richard Fang udah gak percaya ama klien lokal nich….dan secara halus mengajak para desainer untuk berkarier di luar negeri……hix…hix…kasihan di indonesia…banyak ditinggal orang berkualitas….sayang seribu kali sayang

    • 12 December 2009

      maaf, bukan begitu maksud beliau.

      Judul artikel ini desainer ggrafis bertindak global maksudnya adalah supaya desainer Indonesia mempunyai nama di mata internasional.

      Sebagian dari kita maish beranggapan bahwa desainer lokal itu jelek, payah – walaupun karya mereka sangat berkualitas.

      Maka dari itu harus mempunyai nama/diakui dulu di dunia internasional dan baru diakui oleh masyarakat kita.

      • 12 December 2009

        “Maka dari itu harus mempunyai nama/diakui dulu di dunia internasional dan baru diakui oleh masyarakat kita.”

        itu juga salah satu motif Naf :)

        kebiasaan masyarakat kita memang gitu, kalau sudah punya nama (apalagi di luar) baru deh di pandang, coba bagi yang baru mulai? hehehe

        oh yah, ga ada yg salah di sini, semua benar! :D

    • 12 December 2009

      wah ini persepsi yang berbeda :) bagus2 hehehe

      sebenarnya ga seperti itu maksudnya, memakai internet tidak hanya untuk berbisnis dengan klien internasional, web ini di coding oleh talenta lokal loh, dan guess what, kita hanya berkenalan dan berhubungan hanya melalui internet :D

      keadaan di sini memang masih memprihatinkan (kalau di lihat secara umum), dan salah satu cara bertahan ya dengan bekerja dengan klien luar negeri.. atau fight your way di lokal (cara yang gue rasakan agak susah, as a newbie) tapi tetap gue dengan senang hati membantu klien lokal kok, dapat projek siapa sih yang ga mau? hehehe

      • 12 December 2009

        waduh, salah. maaf ^^”

  5. 12 December 2009

    Berjuang terus. Jangan pernah menyerah dan putus asa. Sejelek apapun karya kita, belum tentu jelek di mata orang lain ;)

    Wake Up and Do Something for Change!
    Make Arts Happen
    Don’t Afraid With Arts!

    Pengalaman harus diciptakan sejak dini. Agar ia siap untuk menghadapi dunia yang sebenarnya.

    Terimakasih artikelnya ka :)
    GREAT!

  6. 12 December 2009

    kualitas desainer lokal emang udah punya nama di luar, sangat punya, ya salah satunya om fang ini kan, dan masih banyak lagi
    selain desainer grafis, ternyata background kartun2 jepang ex, sinchan, doraemon dll, itu dibuatnya di indonesia! khususnya di bandung (karena studionya terletak di rumah dosen saya) dan saya juga baru tau.
    kalo ngeliat e-magz spt newwebick dll,pasti ada org indonesia yang nampang, dan masih banyak lagi om.

    namun masalahnya, mereka terlalu sibuk diluar negri dan nggak terlalu minat sama pergerakan desainer di indonesia.

    terus ada paradigma yang saya masih simpan dan ingin sekali ada jawabannya.

    karena saya untuk tahun ini mengambil program 1 tahun di kampus (which is, cuma belajar software2nya aja) banyak yang bilang :
    “kres, ngapain nerusin ke S1, susah dapet kerjanya, mending kita2 ini udah bisa software langsung kerja”
    dan ada juga yang bilang: “kalo kita cuma belajar skillnya aja, kita hanya bakal jadi operator setting jalanan”

    dan banyak juga desainer2 otodidak yang perkuliahannya ngga ada hubnya sm sekali sama desain.

    haha, semoga om fang mengerti komentar saya yang penjang lebar ini, dan diberi jawaban yang merelief segala keluh kesah saya sebagai newbie di dunia kreatif.

    MANY THANKS!!!

    • 12 December 2009

      yah in the end memang kita berprofesi untuk cari uang kan? hehehe tapi jangan sampai uang mengatur cara berpikir kita.. percaya ga, yang kuliah S1 (4 tahun) aja belum bisa di anggap desainer.. disini uniknya bidang desain, hasil akhir tergantung pada apa yg kita lakukan untuk belajar.. semakin keras kita belajar (walaupun bukan S1) hasil akhirnya nanti akan sama kok dengan desainer profesional, dari segi teknis dan konsep..

      berbagi dikit, website twitter di desain oleh Vitor Lourenco (21 tahun) dia mulai berkarir dan belajar desain sejak umur 14 tahun! kebayang kan berapa lama dia belajar dan berkarir? yap 7 tahun :D lengkapnya silakan baca interview nya di http://designerscouch.org/show_article/98/interview-with-vitor-lourenco.html

      dan ga menutup kemungkinan kita bisa juga seperti Vitor, intinya cuma satu, selalu terus belajar (bahkan kalau udah ga kuliah/sekolah) dan bekerja keras :)
      masalah kamu cuma D1 yah? itu bukan masalah, itu kan startnya, hasil akhirnya nanti gue yakin ga D1 asalkan ya itu tadi, terus belajar dan bekerja keras
      banyak orang memang menilai kemampuan dari gelar (yang kebanyakan mereka salah besar)

      *jadi panjang lebar juga nih hahaha seru! :P

  7. 12 December 2009

    Suka dengan quote nya:
    “Stop memikirkan ide sempurna, Mulailah dengan ide apa aja. Sekarang.”

  8. 12 December 2009

    Richard Fang memang nggak ada matinya ….. hajar terusss!! hehehe

  9. 12 December 2009

    Desain itu sama dengan musik..ada yang sekolah ada juga yang emng bakat alami. tergantung tiap pribadi mau melatihnya atau tidak.

    karna banyak orang yang tidak mengembangkan semua talentanya dengan baik.

    Selain punya talenta orang musti tetep kerja keras..kaya si richard ini..saya liat kerja keras dia..dimulai dari MFYE , eksis di Friendster ampe bikin skin friendster ndiri, ganti jadi richardfang.com, trus eksis di fb, , thisisyourpartee, ampe sekarang di jurusgrafis..

    talenta + kerja keras + maksimalin media = sukses

    • 14 December 2009

      ternyata ada yang merhatiin langkah kecil2 itu *blush.. thanks bro :)

      still, sampe saat ini gue masih terus mencoba

  10. 13 December 2009

    Masalah desain Indonesia kurang dihargai..ada benarnya. mungkin karena efek persaingan dalam usaha bisnis cetak. Di Surabaya ada pembuatan kartu nama exclusive murah /colour separation… 2 box hanya 35rb. Desain gratis…!!! Hehehehehe sampe2, aku pernah dapat order tusir/retouching photo 1 file (4mb) dihargai 2rb -thn 2002

  11. 13 December 2009

    Ayo ayo buktikan bersama sama

  12. 14 December 2009

    Yup mulai sekarang atau Tidak!!! Tidak mudah memang!berkompetisi di 99designs, nge bid gak karuan di freelancer.com, jualan desain di emptees, dan byk lagi. tetap semangat pantang menyerah dan cari role model yang selalu membangkitkan gairah (kayak bro richard ini :P ). Wujudkanlah ide apa saja yang ada sekarang…

  13. 17 December 2009

    setuju deh bang richard…

  14. 30 December 2009

    Salam, Numpang baca… dapat share dr FB :)

    Artikel menarik… disertai masalah2 yang klasik… hehe. Tentang pendidikan, tentang klien, dsb.

    Pada akhirnya semua akan ada seleksi alam. Siapa yang punya kesungguhan, tidak setengah2, dia akan yg muncul ke permukaan. Sementara yang hanya meratapi nasib tanpa berbuat banyak akan tertinggal atau jalan di tempat. Saya pikir ini bukan hanya permasalahan di dunia desain grafis, tetapi di dunia pada umumnya.

    Suka sekali dengan point terakhir tentang kreativitas tanpa batas: stop berkhayal yang muluk… wujudkan ide yang sudah di depan mata… just do it. :)

    Salam kenal…

    • 3 January 2010

      *applaus*
      Sib sib
      mungkin dengan kata – kata sampeyan designer yang setengah setengah itu bisa sadar

  15. 9 February 2010

    setuju dengan semua yang ente tulis gan.
    karena w satu dari sekian banyak pekerja grafis yg berusaha membangun citra bahwa grafis merupakan satu dari sekian banyak hal yang dapat memberikan pencitraan pada suatu perusahaan, instansi, maupun personal. dan w mati2an berusaha supaya konsumen memahami mengapa disain grafis di perlukan dan patut di hargai.
    dan mengenai kualitas setiap orang yg mengeluti grafis memiliki kualitas, memang terkadang kualitas dikalahkan oleh permintaan konsumen yang kurang memahami fungsi grafis. tp bagi w ngak ada kata harga membunuh kualitas, tapi provokasi agar konsumen lebih menghargai kualitas dan provokasi bahwa kualitas yang kita beri akan memberikan kualitaspula bagi konsumen.
    ngak ada maaf dan ngak ada ampun untuk orang yang tidak menghargai hasil karya dan ngak perlu harga murah untuk disai cuma karna ngak mau kehilangan orderan, yg paling penting buat konsumen merasa asik, nyaman dan memiliki pearadigma baru dalam grafi.
    kepanjanhgan nih…
    Go Public for Graphic.

  16. 14 January 2011

    Maju dan buat bangggggga Indonesia dengan Karya….yang profisional….

Mari Berkomentar!

*informasi yang di perlukan

Mau Berlangganan Jurus Grafis Melalui Email? Ya! tentu saja!