<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; Diskusi</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/category/artikel/diskusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 05:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Kebangkitan Interface Design di Indonesia</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/kebangkitan-interface-design-di-indonesia/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/kebangkitan-interface-design-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 03:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Website & Interface]]></category>
		<category><![CDATA[Designer]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Interface]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2490</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas adalah sebuah harapan. Mengingat perkembangan dunia Teknologi Informasi di Indonesia yang sudah lumayan pesat, saya rasa sudah saatnya interface design (dalam web, mobile, apps etc) mempunyai peran yang lebih lagi di banding tahun-tahun sebelumnya. Interface sebagai Ujung Tombak Kalau kita perhatikan, belakangan ini sudah sangat sering start-up lokal bermunculan (silakan cek DailySocial.net). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Judul di atas adalah sebuah harapan. Mengingat perkembangan dunia Teknologi Informasi di Indonesia yang sudah lumayan pesat, saya rasa sudah saatnya interface design (dalam web, mobile, apps etc) mempunyai peran yang lebih lagi di banding tahun-tahun sebelumnya.<span id="more-2490"></span></p>
<h3>Interface sebagai Ujung Tombak</h3>
<p>Kalau kita perhatikan, belakangan ini sudah sangat sering start-up lokal bermunculan (silakan cek <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">DailySocial.net</a>). Layanan yang di tawarkan juga semakin beragam, fungsi-fungsi yang sangat menarik dan bahkan membantu kegiatan kita sehari-hari, baik itu dalam hal lifestyle, informasi dan produktifitas.</p>
<p>Namun sayangnya sebagian besar masih berkutat pada fungsi. Secara desain dan interface masih banyak yang kurang. Hal ini sangat saya sayangkan, karena interface ini sebenarnya ujung tombak dari produk start-up itu sendiri. Interface akan langsung berhadapan dengan pengguna. Ibarat pesulap yang membius penonton dengan penampilan, gerakan tangan dan kata-kata, sementara sang asisten (code, development, fungsi)  menyiapkan trik di belakang.</p>
<p>Fungsi dan manfaat boleh jadi killer, tapi kalau dari cara menampilkannya saja tidak menarik atau yang paling parah, membingungkan, maka jangan heran kalau start-up ini tidak berjalan lama.</p>
<h3>Function is King. Interface is Queen.</h3>
<p>Keduanya harus saling mendukung satu sama lain. Jika salah satu peran itu tidak terpenuhi maka produk tidak akan maksimal. Apakah kita mau menghasilkan produk yang setengah-setengah?</p>
<h3>Panggilan untuk Seluruh Desainer di Indonesia</h3>
<p>Menurut pengamatan saya, saat ini jumlah desainer lokal yang fokus di interface design masih sangat sedikit. Jumlahnya tidak sebanding dengan developer (front &amp; back end) yang lebih mudah di temukan, dan tentunya mereka ini kualitasnya sudah tidak perlu di ragukan lagi.</p>
<p>Untuk mempermudah para start-up (klien potensial) mendapatkan interface designer yang baik, saya harap <strong>teman-teman yang spesialisasinya di bidang interface design bisa berkomentar di bawah dan memberikan link ke portfolio masing-masing</strong>. Semoga dengan begini peran interface design di Indonesia bisa lebih di tingkatkan.</p>
<p>Dan yang paling penting, we&#8217;re making the web a better &amp; beautiful place. Are you in?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/kebangkitan-interface-design-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Konten adalah Raja, Maka Desain adalah &#8230;?</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 05:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Graha Nurdian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Konten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[Hi everyone! Kembali lagi dengan saya Graha Nurdian di Jurus Grafis. Pada kesempatan ini saya ingin membuat posting diskusi mengenai hubungan desain dan konten, banyak para blogger yang berniat mencari &#8216;nafkah&#8217; melalui dunia maya ini dengan membuat blog, banyak juga orang yang mengatakan bahwa Konten adalah Raja Telah banyak debat, jajak pendapat dan komentar mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Hi everyone! Kembali lagi dengan saya Graha Nurdian di Jurus Grafis. Pada kesempatan ini saya ingin membuat posting diskusi mengenai hubungan desain dan konten, banyak para blogger yang berniat mencari &#8216;nafkah&#8217; melalui dunia maya ini dengan membuat blog, banyak juga orang yang mengatakan bahwa<br />
<span id="more-1812"></span></p>
<blockquote><p><strong>Konten adalah Raja</strong></p></blockquote>
<p>Telah banyak debat, jajak pendapat dan komentar mengenai hal tersebut, yang jelas cukup menjadi kontroversial dikalangan para blogger, sehingga para blogger cenderung membiarkan desain blog mereka acak &#8211; acakan karena mereka menganggap konten adalah satu-satunya hal yang paling penting.</p>
<p>Widget yang tidak beraturan, peletakan link sembarangan, dan gambar yang tidak tepat (dan tidak efektif) membuat saya sedih sebagai desainer (karena mereka kurang peduli terhadap desain blog nya sendiri   ).</p>
<p>Tetapi apa yang terjadi jika orang  melihat website anda dengan judul headline yang menakutkan? Apakah mereka akan berpikir telah mengunjungi website spam dan dengan segera menekan tombol back? (atau bahkan tombol close!) Hal itulah yang akan kita diskusikan pada artikel ini.</p>
<h3>Jika (Raja) Konten Sedang Berada di Hutan</h3>
<p></p>
<p>Coba kita umpamakan konten adalah seekor singa (sang raja hutan), apa yang dibutuhkan singa supaya terlihat menyeramkan dan kuat?. Sudah pasti auman yang keras, gigi yang besar dan kuat serta bulu tebal yang melingkari leher.</p>
<p>Jika kita mengumpamakan konten sebagai si raja hutan, maka &#8220;gigi yang besar&#8221; , &#8220;auman yang keras&#8221; , &#8220;bulu leher yang tebal dan indah&#8221; sudah jelas adalah desainnya bukan? Ini merupakan contoh sempurna bagaimana <strong>konten blog/website anda tidak bisa menjadi raja tanpa dukungan dari desain blog/website tersebut</strong>.</p>
<h3>Konten Sebagai Raja di Papan Catur</h3>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px"></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Konten anda merupakan raja bukan? Mari kita umpamakan konten adalah raja dalam permainan catur, di posisi manakah desain website anda di papan tersebut? Apakah sebagai prajurit (Pion) yang berdiri di garis depan dan melindungi raja dari musuh? Lalu bagaimana dengan benteng, ratu, kuda, menteri dan peran penting lainnya dalam permainan catur?</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Desain anda harus diperlakukan seperti semua peran dan langkah di papan catur karena mereka adalah bagian yang paling sering anda gunakan dan satu &#8211; satunya yang membuat permainan catur anda menjadi berbeda. Jadi, pastikan desain anda memiliki efek seperti itu &#8211; karena &#8220;<em>Raja anda&#8221; </em>bergantung kepada mereka.</p>
<h3>Desain Sebagai Jubah dan Mahkota yang Bagus</h3>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px"></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Menurut saya, jika konten adalah raja, maka desain haruslah seperti jubah yang berkilau dan mahkota yang dikenakan oleh sang raja. Hal itulah yang membuat raja terlihat berwibawa dan memancarkan citra yang positif.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Coba bayangkan jika sang raja keluar dengan kaus dalam, kotor, dan kolor (celana pendek), siapa yang akan menanggapinya dengan serius? Desain website anda juga begitu, harus diperlakukan seperti hiasan kue untuk konten <em>raja</em> anda.</p>
<h3>Opini anda</h3>
<p>Baiklah sekarang kita sampai di akhir artikel, bagaimana pendapat anda mengenai topik ini? Apakah anda mendukung konten itu sepenuhnya raja? Ayo sampaikan melalui kolom komentar dibawah  </p>
<p><em><strong>Update :</strong> Artikel ini merupakan saduran dari <a href="http://designbump.com/originals/if-content-really-king-then-what-design" target="_blank">If Content is Really King, Then What is Design?</a></em></p>
<p><em>Btw just for info saya juga punya blog ber niche desain seperti Jurus Grafis loh sebagai pelengkap bacaan desain anda. Silakan berkunjung ke <a title="Graha Design Blog" href="http://www.grahanurdian.web.id">Graha Design Blog</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Sebenarnya Konten Lokal Itu Dalam Konteks Desain Grafis?</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 06:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini sepertinya kita menjadi sangat peka terhadap semua hal yang berbau lokal, entah kenapa baru sekarang-sekarang ini begitu heboh. Sehingga di dalam dunia desain sendiri sepertinya konten lokal menjadi sesuatu yang sangat menarik. Bila kita membuat karya dengan konten lokal, respon yang di dapatkan mayoritas pasti positif, terlepas itu karya personal atau komersial. Tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sekarang ini sepertinya kita menjadi sangat peka terhadap semua hal yang berbau lokal, entah kenapa baru sekarang-sekarang ini begitu heboh. Sehingga di dalam dunia desain sendiri sepertinya konten lokal menjadi sesuatu yang sangat menarik. Bila kita membuat karya dengan konten lokal, respon yang di dapatkan mayoritas pasti positif, terlepas itu karya personal atau komersial.</p>
<p><span id="more-611"></span></p>
<p>Tentu ada beberapa hal yang memicu nasionalisme kita, seperti di bom beberapa kali, dan yang paling menjadi titik balik nya adalah sewaktu salah satu kebudayaan kita di klaim oleh bangsa lain. Sejak itu kita menjadi merasa bangga bila memakai Batik, atau dengan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Dan kita menjadi sedikit fanatik (fanatik yang positif) apabila mendengar kata konten lokal.</p>
<h3>Konten Lokal?</h3>
<p>Saya menjadi bertanya kepada diri sendiri,<em> lalu sebenarnya konten lokal dalam konteks desain grafis itu apa?</em></p>
<p>Apakah cukup hanya dengan menggunakan elemen grafis budaya lokal pada karya kita? semisal Batik yang sangat populer. Sehingga banyak desainer yang mulai mempergunakan elemen Batik dalam karyanya, ataupun penggunaan elemen grafis budaya kita yang lain.</p>
<p>Sebenarnya semua itu tidak salah juga, memang benar menggunakan elemen grafis salah satu budaya kita itu termasuk konten lokal. Tetapi yang membuat miris, kadang penggunaannya hanya bersifat visual. Ketika di tanya mengapa menggunakan batik, kebanyakan hanya menjawab <em>&#8220;ya supaya lebih Indonesia&#8230;&#8221;</em>, sampai disini mungkin saya merasa harus memikirkan kembali arti konten lokal.</p>
<h3>Solusi Lokal</h3>
<p>Dari hasil diskusi singkat dengan beberapa teman saya mendapat sedikit kejelasan. <strong>Konten lokal dalam desain grafis itu adalah suatu solusi yang menggunakan desain grafis untuk memecahkan masalah pada suatu lingkup lingkungan tertentu saja.</strong></p>
<p>Contohnya, penggunaan Batik di pulau Jawa tentu sangat pas, apalagi jika di tambahkan penggunaan bahasa <em>(copy writing)</em> yang mengena dan menempatkan karya sesuai dengan kebiasaan suatu kelompok sosial di pulau Jawa. Tetapi belum tentu karya tersebut tepat jika di gunakan di Kalimantan atau pulau selain Jawa.</p>
<p>Jadi desain grafis dengan konten lokal hanya bisa di gunakan untuk memecahkan masalah di satu lingkup/daerah saja. Tidak sekedar hanya dengan Batik atau Wayang. Tentu dapat dimengerti mengapa kita sering lari ke Batik dan Wayang jika di minta menggunakan konten lokal, pertama, kita hidup di Jakarta (di pulau Jawa), pusat pemerintahan Indonesia. Kedua, Batik dan Wayang memang jauh lebih populer dibanding budaya lainnya.</p>
<p><strong>Bagaimana menurut pendapat kamu? Apakah konten lokal itu? </strong></p>
<p>Mari kita saling berdiskusi di kolom komentar  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/apakah-sebenarnya-konten-lokal-itu-dalam-konteks-desain-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

