<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; Kontemplasi</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/category/artikel/kontemplasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Mar 2012 11:31:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>4 Alasan Memulai Karir di Website Kompetisi Desain</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/alasan-memulai-karir-di-website-kompetisi-desain/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/alasan-memulai-karir-di-website-kompetisi-desain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 07:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[99Designs]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2240</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang memandang website kompetisi desain online sebagai permasalahan besar dan aib bagi para pekerja kreatif. Tetapi kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda. Era Internet Ya, ini jaman nya internet dimana segala sesuatu bisa terkoneksi dengan mudah. Perubahan akan terus terjadi (tidak terkecuali di industri desain grafis). Dan kita sebagai desainer harus tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Banyak yang memandang website kompetisi desain online sebagai permasalahan besar dan aib bagi para pekerja kreatif. Tetapi kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda.<span id="more-2240"></span></p>
<h3>Era Internet</h3>
<p>Ya, ini jaman nya internet dimana segala sesuatu bisa terkoneksi dengan mudah. Perubahan akan terus terjadi (tidak terkecuali di industri desain grafis). Dan kita sebagai desainer harus tetap bisa mengantisipasi perubahan jaman, atau kita bisa tergilas persaingan yang semakin ketat.</p>
<p>Perlu di garis bawahi kalau kita mengikuti kompetisi desain secara online, kita harus sadar kalau kita sedang melakukan spec work (kerja yang tidak jelas bayarannya). Hal inilah yang menyebabkan ada beberapa desainer (mayoritas senior) yang tidak menyukai platform baru ini. Desainer tidak boleh melakukan kerja yang tidak jelas bayaran nya, well, itu kalau kamu sudah di tahap expert (tingkat tinggi).</p>
<h3>Kesempatan Tak Terbatas</h3>
<p>Tapi bagi desainer pemula (dalam hal pengalaman dan network), kompetisi desain adalah kesempatan yang sedang membuka tangan nya lebar-lebar, selanjutnya tergantung diri kita sendiri. <a href="http://richardfang.com/7-alasan-untuk-memulai-karir-melalui-internet/" target="_blank">Raih atau tidak sama sekali</a>.</p>
<p>Saya sendiri memulai karir dari <a href="http://99designs.com/" target="_blank">99designs</a>, karena itu saya akan memberikan beberapa alasan kenapa desainer setidaknya harus mencoba kemampuannya di website kompetisi desain.</p>
<h3>1. Tempat Belajar</h3>
<p></p>
<p>Alasan pertama ini sudah pasti menjadi dasar kenapa kita mengikuti kompetisi desain. Sudah cukup kita belajar membuat mock up / code sendiri secara offline. Paling maksimal hanya di pamerkan di galeri seperti deviantart, blog pribadi atau facebook album. Sekaranglah saatnya mencoba di medan yang sebenarnya, meresapi brief, berkomunikasi dengan klien, revisi sampai dengan hasil akhir.</p>
<p>Jangan lupa, ini kompetisi. Jadi kalau kamu memainkannya dengan benar, maka hadiah dollar akan menunggu   Yang ini anggap saja sebagai bonus kerja keras kita.</p>
<h3>2. Mencari &amp; Mengumpulkan Portfolio Nyata</h3>
<p></p>
<p>Memulai karir sendiri harus dimulai dengan tindakan yang nyata. Manifestonya adalah portfolio. Calon klien akan menilai kita dari portfolio yang sudah kita kerjakan sebelumnya. Dan ini adalah kunci utama untuk membuka pintu karir yang kamu dambakan.</p>
<p>Kalau kamu sudah mengikuti beberapa kompetisi walaupun tidak selalu menang, kamu tetap bisa memasukkan hasil karya terbaik kamu kedalam portfolio. Dalam web desain, kamu tetap bisa memakai desain yang tidak menang tersebut untuk di jual kepada klien yang berminat, atau di modifikasi lagi untuk projek mendatang. Tidak ada ruginya kan?</p>
<h3>3. Batu Loncatan</h3>
<p></p>
<p>Setelah mempunyai portfolio yang cukup, langkah selanjutnya ada pada diri kamu sendiri. Tetap mengikuti kompetisi atau mulai mencari klien. Saya sendiri lebih memilih langkah yang kedua. Alasannya, kompetisi memang menyenangkan, tetapi saya sudah harus memikirkan perbandingan waktu kerja dengan hasil yang di dapat. Dan tentu saja kompetisi tidak bisa menjamin kita akan selalu menang.</p>
<p>Saya lebih memilih klien yang mengontak saya secara langsung setelah melihat portfolio saya di 99designs atau di <a href="http://richardfang.designerscouch.org/portfolio/" target="_blank">website portfolio showcase</a>. Karena klien tipe ini setidaknya sudah 80% pasti akan memakai jasa saya, biasanya hanya masalah harga yang menjadi bahan pertimbangan mereka.</p>
<h3>4. Bisa Menjadi Pekerjaan Tetap</h3>
<p></p>
<p>Lebih suka berkompetisi? Tidak masalah   , dengan portfolio yang sudah terkumpul dan jumlah kemenangan yang sudah bisa di banggakan, saya yakin kamu akan lebih mudah menang (biasanya klien sudah menfavoritkan desainer yang sudah sering menang).</p>
<p>Sekarang kamu sudah bisa menjadikan ajang kompetisi sebagai pekerjaan tetap, bukan sebagai media belajar dan coba-coba. Untuk beberapa tips nya sudah pernah saya bahas di <a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/09/14/7-tips-berkompetisi-dan-mendapatkan-klien-di-99designs/" target="_blank">Ruang Freelance</a>.</p>
<p>Nah, sudah tahu kan alasan-alasan utama kenapa kita patut mencoba kemampuan kita di website kompetisi desain? Ayo mulai latihan dan berkompetisi! Salam Zuperr!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/alasan-memulai-karir-di-website-kompetisi-desain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Psikologi Warna Pada Desain Grafis</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/psikologi-warna-desain-grafis/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/psikologi-warna-desain-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 19:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Metode]]></category>
		<category><![CDATA[Penggunaan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1538</guid>
		<description><![CDATA[Warna berfungsi untuk memberikan vibrasi tertentu di dalam suatu desain. Begitu hebatnya kekuatan warna, sehingga bisa memberikan efek psikologis kepada semua orang yang melihatnya. Malah di dalam terapi kesehatan, warna tertentu di gunakan untuk membantu pasien menjadi lebih cepat sembuh, menarik kan? Kali ini kita akan membahas tentang psikologi warna di dalam desain grafis (contoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Warna berfungsi untuk memberikan vibrasi tertentu di dalam suatu desain. Begitu hebatnya kekuatan warna, sehingga bisa memberikan efek psikologis kepada semua orang yang melihatnya. Malah di dalam terapi kesehatan, warna tertentu di gunakan untuk membantu pasien menjadi lebih cepat sembuh, menarik kan?</p>
<p><span id="more-1538"></span></p>
<p>Kali ini kita akan membahas tentang psikologi warna di dalam desain grafis (contoh yang saya berikan akan berbentuk desain website karena kebetulan saya bergelut di bidang ini) tapi tidak berarti efeknya akan berbeda dengan print atau media yang lain, efek dasarnya akan tetap sama.</p>
<h3>Merah</h3>
<p></p>
<p>Merah adalah warna yang kuat sekaligus hangat. Biasanya di gunakan untuk memberikan efek psikologi &#8216;panas&#8217; , &#8216;berani&#8217; , &#8216;marah&#8217; dan &#8216;berteriak&#8217;. Beberapa studi juga mengindentifikasi merah sebagai warna yang sexy.</p>
<p>Di dalam desain, kita bisa menggunakan warna merah sebagai aksen karena sifatnya yang kuat. Misalnya, foto hitam putih di berikan aksen warna merah sedikit saja sudah bisa membuat foto tersebut menjadi terlihat berbeda.</p>
<p><a href="http://helveti-tweet.geenius.co.uk/"></a></p>
<h3>Hijau</h3>
<p></p>
<p>Hijau adalah warna yang tenang karena biasanya di kaitkan dengan lingkungan dan alam. Di dalam desain, kita bisa menggunakan warna hijau untuk memberikan kesan segar. Dan dengan mudah kita bisa memberikan nuansa membumi dengan kombinasi warna hijau dan coklat gelap.</p>
<p>Kalau warna merah di atas bisa di ibaratkan sebagai musik rock dengan hentakan keras dan cepat, maka warna hijau bisa di ibaratkan sebagai musik klasik (atau musik-musik meditasi). Maka itu berhati-hatilah memadukan merah dan hijau, karena akan sedikit bermasalah. Atau tambahkan saja kuning sehingga menjadi musik Reggae  </p>
<p><a href="http://envato.com/"></a></p>
<h3>Biru</h3>
<p></p>
<p>Biru adalah warna favorit para pria dan termasuk warna yang &#8216;dingin&#8217;. Kalau di dunia desain, biru sering di sebut &#8220;warna corporate&#8221; karena hampir semua perusahaan menggunakan warna biru sebagai warna utamanya. Tidak heran memang, karena biru merupakan warna yang termasuk tenang  dan bersifat penyendiri.</p>
<p>Efek lain warna biru adalah sering di anggap sebagai warna yang sedih (langit biru di malam hari?). Biru juga bisa di pakai untuk menurunkan nafsu makan, karena berkonotasi dengan racun. Jadi gunakanlah warna biru untuk mendesain box obat diet.</p>
<p><a href="http://www.uptrending.com/"></a></p>
<h3>Kuning</h3>
<p></p>
<p>Kuning adalah warna yang ceria, menyenangkan dan menurut saya sedikit &#8216;melompat-lompat&#8217;. Tidak heran warna kuning identik dengan mainan anak-anak. Kuning juga biasanya di gunakan untuk mendapatkan perhatian dari orang yang melihat desain kita.</p>
<p>Karena begitu kuatnya warna kuning ini, seringkali di gunakan untuk  mendapatkan perhatian orang. Ingat rambu lalu lintas yang memberikan  tanda bahaya? Semua di dominasi warna kuning atau merah (yang masih satu garis keturunan).</p>
<p><a href="http://www.brunomagalhaes.com.br/"></a></p>
<h3>Ungu</h3>
<p></p>
<p>Ungu adalah warna yang memberikan kesan spiritual, kekayaan dan kebijaksanaan. Saya jadi ingat desain baju penyihir / dukun / sejenisnya di jaman medieval, kebanyakan di dominasi warna ungu. Ungu juga warna yang unik karena sangat jarang kita lihat di alam.</p>
<p>Dengan menggunakan warna ungu kita bisa memberikan kesan unik pada desain kita, baik kita menggunakan secara dominan atau hanya sebagai aksen saja. Kelemahannya adalah sangat susah di padukan dengan warna lain, kita harus ekstra memikirkan warna yang cocok bersanding dengan warna ungu.</p>
<p><a href="http://www.henryhoffman.com/"></a></p>
<h3>Coklat</h3>
<p></p>
<p>Coklat adalah warna bumi, memberikan kesan hangat, nyaman dan aman. Namun selain itu, coklat juga memberikan kesan &#8216;sophisticated&#8217; karena dekat dengan warna emas. Bisa di bayangkan kesan &#8216;mahal&#8217; desain dengan kombinasi warna hitam dan coklat muda.</p>
<p>Dan tidak lupa, coklat juga bisa memberikan nuansa &#8216;dapat di andalkan&#8217; dan &#8216;kuat&#8217;. Saya membayangkan warna coklat bisa di gunakan di firma hukum sebagai warna utama perusahaan mereka.</p>
<p><a href="http://www.bloggerbakeoff.com/"></a></p>
<h3>Oranye</h3>
<p></p>
<p>Oranye adalah hasil peleburan merah dan kuning, sehingga efek yang di hasilkan masih tetap sama, yaitu &#8216;kuat&#8217; dan &#8216;hangat&#8217;. Warna ini sering di gunakan pada tombol website yang penting, seperti &#8216;buy now&#8217; , &#8216;register now&#8217; dan lainnya yang sejenis, istilahnya adalah &#8216;call to action&#8217; button.</p>
<p>Dari sisi psikologis sebenarnya warna oranye memberikan kesan tidak nyaman, dan sedikit gaduh. Mungkin karena sebab itulah warna ini paling banyak di pakai untuk menarik perhatian orang.</p>
<p><a href="http://www.mattdempsey.com/"></a></p>
<h3>Merah Muda</h3>
<p></p>
<p>Merah muda adalah warna yang feminin, kalau menggunakan warna ini pasti kamu berurusan dengan sesuatu yang bersifat kewanitaan. Efek cinta romantis juga bisa timbul dari warna merah muda ini, agak sedikit berbeda dengan warna merah yang lebih menggambarkan &#8216;gairah yang berani&#8217;.</p>
<p>Tetapi banyak juga desainer yang berani menggunakan warna merah muda ini dengan terang-terangan. Misalnya dengan kombinasi hitam dan merah muda sebuah desain bisa menjadi terlihat unik.</p>
<p><a href="http://www.odopod.com/"></a></p>
<h3>Putih</h3>
<p></p>
<p>Putih adalah warna yang murni, tidak ada campuran apapun. Makanya sering di anggap sebagai warna yang menimbulkan efek suci dan bersih. Ketika kita ingin membuat desain yang simple dan minimalis, menggunakan warna putih adalah langkah yang tepat (walaupun bukan cara satu-satunya).</p>
<p><a href="http://chriswoods.ca/"></a></p>
<h3>Hitam</h3>
<p></p>
<p>Hitam adalah warna yang gelap, suram, menakutkan tetapi elegan. Saya merasa elemen apapun jika di taruh di atas background hitam akan terasa lebih bagus (misalnya, pada waktu menampilkan foto, portfolio atau produk). Tapi tidak selalu efektif di dalam <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-membuat-tipografi-lebih-menarik-mudah-terbaca/" target="_blank">kasus tipografi</a>.</p>
<p><a href="http://www.futuretalent.org/"></a></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Kombinasi warna yang tepat dapat memberikan karakter dan vibrasi pada suatu desain. Warna juga bisa di gunakan untuk mendapatkan perhatian orang yang melihat desain kita dan pada akhirnya mengerti pesan yang kita sampaikan melalui visual secara keseluruhan.</p>
<p>Sekarang pertanyaannya, apa warna favorit kamu? dan mengapa?</p>
<p><em>PS: Thanks to <a href="http://fikrirasyid.com/" target="_blank">Fikri</a> atas ide postingnya melalui komentar di FB Page Jurus Grafis! </em></p>
<p><em>Temui <a href="http://www.facebook.com/jurusgrafis" target="_blank">Jurus  Grafis di Facebook</a> dan ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter Jurus  Grafis</a>. Kalau tidak ingin ketinggalan posting berikutnya, kamu bisa  berlangganan melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/psikologi-warna-desain-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prediksi &amp; Tren Desain Grafis 2010</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/prediksi-tren-desain-grafis-2010/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/prediksi-tren-desain-grafis-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 11:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>
		<category><![CDATA[Tren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1111</guid>
		<description><![CDATA[2009 sebentar lagi akan meredupkan sinarnya, dan 2010 akan datang menggantikan. Satu tahun telah berlalu, tanpa sadar kita mulai merefleksikan hal-hal apa saja yang kita sudah lakukan pada tahun 2009 ini, seberapa jauh kita sudah berjalan, dan seberapa siap kita menyambut sinar yang baru. &#8216;Babak&#8217; selanjutnya memang selalu membuat kita penasaran, apakah akan terjadi sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>2009 sebentar lagi akan meredupkan sinarnya, dan 2010 akan datang menggantikan. Satu tahun telah berlalu, tanpa sadar kita mulai merefleksikan hal-hal apa saja yang kita sudah lakukan pada tahun 2009 ini, seberapa jauh kita sudah berjalan, dan seberapa siap kita menyambut sinar yang baru.</p>
<p><span id="more-1111"></span></p>
<p>&#8216;Babak&#8217; selanjutnya memang selalu membuat kita penasaran, apakah akan terjadi sesuatu yang menarik? atau hanya berlalu begitu saja? Lalu bagaimana dengan dunia desain grafis?</p>
<p>Berikut beberapa hal yang saya prediksi akan menjadi tren pada tahun 2010, berdasarkan kejadian yang terjadi pada tahun 2009 ini (memprediksi itu mengasyikan!). Jangan di anggap terlalu serius karena yang namanya prediksi tentu bisa terjadi, bisa juga tidak. Enjoy!  </p>
<h3>Efek Sinar &amp; Cahaya Mencapai Titik Jenuh.</h3>
<p>Setelah hampir 4 tahun berjaya dan populer di kalangan desainer muda, maka di tahun 2010 efek ini akan menjadi sesuatu yang biasa saja. Kenapa? Karena hampir semua desainer bisa melakukannya! baik lokal dan internasional, kita sudah sering sekali melihat efek ini. Walupun pada beberapa kasus tetap memukau, tetapi.. ayolah, mau sampai kapan tren ini terus berlanjut?</p>
<h3>Zombie + Warna Menyala + Tshirt = Konsumsi Massa.</h3>
<p>Tren ini masih akan terus bertahan, hanya perbedaan nya, kamu akan melihat &#8216;semua&#8217; orang akan memakai tshirt dengan desain seperti ini. Zombie, Vampire, Hantu, Sadis, Darah, Pink, Toxic Green, Striking Cyan merupakan sedikit dari beberapa kata kunci yang mewaikili tren desain ini. Sesuatu yang tadinya hanya beredar di kalangan early adopters, akan menjadi konsumsi massa.</p>
<h3>Manipulasi Foto (Digital Arts) Tetap Populer.</h3>
<p>Sudah natur kita sebagai manusia kalau kita sangat senang melihat hal yang surealis imajinatif. Sebagai contoh, tangan yang di &#8216;poles&#8217; menjadi seperti akar pohon, dan sebagainya. Selama dilakukan dengan benar tentu tetap dapat di nikmati. Alasan kenapa tren ini tetap populer adalah pada talenta yang melakukan nya, tidak banyak memang yang bisa memanipulasi foto dengan halus (saya sendiri termasuk yang tidak bisa), dan sekali talenta-talenta itu melakukan nya maka hasilnya akan tetap menakjubkan.</p>
<h3>Gaya Desain Minimalis Menjamur.</h3>
<p>Sejak pertengahan tahun 2007 hingga penghujung tahun ini kita selalu merasa terpukau dengan desain yang maksimalis, yang penuh dengan detil. Pada 2010, kita semua menjadi jenuh. Kompleksitas suatu karya tidak lagi menjadi hal yang membuat kita secara tidak sadar membuka mulut setengah ketika memutar scroll pada mouse. Desain yang minimal dan penuh arti akan menjadi pelarian yang dilakukan desainer yang tadinya berkutat dengan desain maksimalis.</p>
<h3>Elemen Budaya Lokal Lebih Banyak Di Angkat.</h3>
<p>Entah kenapa kita tiba-tiba merasa bangga akan kebudayaan kita sendiri (kenapa tidak dari dulu?). Makin derasnya arus informasi, membuat kita mencari hal-hal yang belum di gunakan oleh kebanyakan orang lain. Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan elemen budaya lokal pada desain yang kita buat. Selain selalu memperoleh feedback yang positif, ini merupakan suatu cara kita menemukan gaya desain yang &#8220;Indonesia Banget!&#8221; itu.</p>
<h3>Blog Desain/Kreatif Lokal Bermunculan.</h3>
<p>Semakin terjangkaunya koneksi internet di tahun 2009 ini, membuat sebagian besar kita bisa mengakses informasi desain dengan mudah. Yang kurang hanya satu, konten/informasi desain dengan bahasa lokal yang masih jarang. Hal ini membuat sebagian desainer meluangkan waktu nya untuk menulis di blog (baik pribadi atau berkelompok) yang secara tidak langsung menjadi cara mem-branding-kan diri mereka di dunia maya.</p>
<h3>Profesi Desainer Web Menjadi Lebih Populer.</h3>
<p>Era internet menjadi lebih menarik di Indonesia, dan hey.. internet bahkan bukan hal yang aneh lagi. Profesi desainer web menjadi lebih di perjelas, desainer web itu ternyata bisa di bagi menjadi 2, desainer interface/tampilan website dan programmer/coder. Akan banyak desainer print (atau yang sebelumnya tidak terlalu familiar dengan web design &#8211; karena mengira akan berurusan dengan code) mempelajari desain web dan mulai berganti haluan menjadi web designer karena kebutuhan pasar yang sudah mulai menganggap internet sebagai salah satu media mainstream.</p>
<p>Dari semua poin di atas mana yang menurut kamu kemungkinan besar akan terjadi? Ayo berkomentar!  </p>
<p>Atau kamu punya prediksi sendiri? silakan berbagi dengan yang lain. Yang pasti 2010 (dan tahun-tahun yang akan datang) akan selalu menjadi misteri yang menarik.</p>
<p><em>Tetap terhubung dengan Jurus Grafis melalui <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a> dan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a>. Jangan lupa untuk bergabung juga dengan <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a> dan ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Jurus Grafis di Twitter</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/prediksi-tren-desain-grafis-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Tips Mudah Menjadi Desainer Yang Up-To-Date</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 12:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Rss]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Up-to-date]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai desainer grafis kita harus cepat mengetahui segala tren yang ada di dunia desain saat ini. Sehingga kita dapat tetap selalu ada di garda terdepan dalam hal informasi dan tren grafis (teori &#38; praktek) terkini. Yang pasti untuk menjalankan tips berikut, kita harus menjadi seorang yang haus akan informasi terbaru, mempunyai rasa ingin tahu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sebagai desainer grafis kita harus cepat mengetahui segala tren yang ada di dunia desain saat ini. Sehingga kita dapat tetap selalu ada di garda terdepan dalam hal informasi dan tren grafis (teori &amp; praktek) terkini.</p>
<p><span id="more-1053"></span></p>
<p>Yang pasti untuk menjalankan tips berikut, kita harus menjadi seorang yang haus akan informasi terbaru, mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan rela menyisihkan sedikit waktu untuk membaca. Namun tetap saya ingatkan walaupun kegiatan ini menyenangkan tapi jangan sampai kamu tenggelam (atau malah keasyikan berenang) dalam lautan informasi.</p>
<h3>1. Gunakan RSS Reader</h3>
<p></p>
<p>Bagi yang belum familiar dengan RSS (Really Simple Syndication), saya akan sedikit menjelaskan. Kamu tentu sering mengunjungi blog atau website lain untuk membaca konten terbaru, nah dengan adanya RSS, kita tidak perlu mengunjungi website tersebut untuk membaca kontennya. Dan saya rasa sekarang semua blog/website mempunyai fasilitas RSS.</p>
<p>Jadi kita akan menghemat waktu (tidak perlu menunggu loading website) kita tinggal membaca konten terbaru website tersebut dengan menggunakan RSS Reader (biasanya hanya RSS Reader hanya menarik text dan gambar suatu posting artikel).</p>
<p>RSS Reader yang saya rekomendasikan adalah RSS Reader dari Google karena sudah satu paket dengan Gmail (kalau belum punya Gmail, sebaiknya kamu daftar sekarang juga  ). Cara menggunakannya juga mudah, tinggal copy alamat website kesukaan kamu, lalu tekan tombol &#8220;add subscription&#8221; pada Google Reader dan paste. Konten terbaru dari website tersebut akan siap kamu baca.</p>
<h3>2. Ikuti Desainer yang Aktif di Twitter</h3>
<p></p>
<p>Twitter memang sedang booming sekali saat ini, dan saya yakin tahun depan akan lebih boom lagi. Nah, karena twitter sekarang mulai berubah fungsi nya (bagi sebagian orang) dari hanya mengupdate status seperti &#8220;lagi makan ayam bakar, enak bangets!&#8221; menjadi tempat berbagi tautan dan informasi yang menarik, ini merupakan kanal baru lagi bagi kamu yang haus informasi (desain khususnya).</p>
<p>Kalau belum punya akun di twitter, ayo buat sekarang   dan ikuti desainer yang aktif nge-tweet informasi desain terbaru. Untuk memulai kamu bisa <a href="http://twitter.com/#/list/behoff/top-design-blogs" target="_blank">mengikuti semua desainer yang ada di list ini</a>. Selanjutnya kamu pasti bisa menemukan sendiri desainer mana yang ingin kamu ikuti.</p>
<h3>3. Gunakan Aplikasi Twitter</h3>
<p></p>
<p>Lama kelamaan, mengakses twitter dari web tidak akan cukup. Tampilan web twitter yang hanya satu kolom tweet terasa kurang. Untuk aplikasi saya menggunakan <a href="http://hootsuite.com" target="_blank">Hootsuite</a> (berbasis web) atau <a href="http://tweetdeck.com" target="_blank">Tweetdeck</a> (bisa di install di komputer). Saya pribadi lebih mengidolakan Hootsuite karena desain nya yang nyaman di mata, tapi itu tergantung kamu terbiasa memakai aplikasi yang mana.</p>
<p>Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa memantau semua tweets yang ada. Kamu bisa melihat tweets yang ada di twitter list kamu sekaligus memantau stream home, dan direct message. Sungguh sangat membantu! dan terkadang membuat kita lupa waktu  </p>
<p>Apakah ada tips lain yang ketinggalan? Ayo silakan berkomentar  </p>
<p><em>Ikuti juga </em><a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>Twitter Jurus Grafis</em></a><em> dan bergabung di </em><a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank"><em>Facebook Page Jurus Grafis</em></a><em> supaya tetap ter-update dengan berita-berita desain terbaru dari seluruh dunia. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Desainer Grafis Bertindak Global</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/saatnya-desainer-grafis-bertindak-global/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/saatnya-desainer-grafis-bertindak-global/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 16:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Freelance]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1032</guid>
		<description><![CDATA[Alasan utama kenapa kita mengambil bidang desain grafis adalah karena kita mempunyai gairah dan ketertarikan khusus terhadap bidang ini. Dan semakin lama kita mendalami desain, kita tahu bahwa profesi desainer grafis tidak salah lagi merupakan profesi yang mempunyai peluang cerah. Namun sayangnya dari artikel yang saya baca di Desain Grafis Indonesia, tentang kritik terhadap pendidikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Alasan utama kenapa kita mengambil bidang desain grafis adalah karena kita mempunyai gairah dan ketertarikan khusus terhadap bidang ini. Dan semakin lama kita mendalami desain, kita tahu bahwa profesi desainer grafis tidak salah lagi merupakan profesi yang mempunyai peluang cerah.</p>
<p><span id="more-1032"></span></p>
<p>Namun sayangnya dari artikel yang saya baca di Desain Grafis Indonesia, tentang <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/12/11/mengkritik-pendidikan-dkv-di-indonesia/" target="_blank">kritik terhadap pendidikan desain grafis di Indonesia</a>, sangat terlihat sekali dan pasti kita semua merasakannya. Bahwa sebenarnya walaupun pendidikan desain grafis sudah di mulai sejak tahun 1950-an, tetapi baik industri dan pendidikan nya masih belum bisa di anggap dewasa hingga sekarang ini.</p>
<h3>Masalah Industri Desain Lokal</h3>
<p>Tidak jarang kita sebagai desainer menemukan permasalahan klasik, seperti klien yang belum bisa menghargai desain kita (biasanya di tunjukkan dengan sikap &#8220;hanya mau bayar murah&#8221;), memang tidak semua klien lokal seperti itu. Banyak juga yang sudah mengerti desain dan menganggap desain adalah salah satu investasi juga untuk bisnis nya. Tapi jujur saja, prosentase nya sungguh tidak sebanding dengan yang belum teredukasi.</p>
<p>Masalah jenjang karir juga menjadi masalah. Di dunia perkuliahan kita di pupuk untuk menjadi desainer yang siap kerja, siap pakai, siap untuk masuk industri. Sehingga kita cenderung berpikir untuk bekerja dengan orang lain, dengan berkarir mulai dari desainer junior, desainer senior, art director, creative director sampai di tawarkan sebagian saham perusahaan, lalu apalagi?</p>
<p>Jadi, bagaimana dengan kita sebagai desainer grafis yang hidup di Indonesia? Bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan berprofesi sebagai desainer grafis? Karena tidak jarang, banyak yang kuliah desain tetapi ujungnya malah tidak berprofesi sebagai desainer. Hanya disebabkan karena mereka menyerah di tengah jalan, mengganggap bahwa industri desain lokal masih belum dewasa dan klien belum bisa memberikan &#8216;penghargaan&#8217; yang pantas. Walaupun bisa juga di sebabkan oleh berbagai faktor luar, seperti harus meneruskan bisnis keluarga, dan lainnya.</p>
<h3>Global Hanya Sejauh Satu Klik</h3>
<p>Beruntunglah kita mengalami masa dimana dunia menjadi sangat sempit dengan kehadiran internet. Tempat dan negara yang dulu kita rasa sangat jauh, sekarang hanya berjarak satu klik dan beberapa kata di layar monitor. Internet menciptakan budaya baru, dimana kita bisa nyaman berinteraksi dan bahkan saling mempercayai manusia lain, di benua lain hanya dengan di jembatani oleh kumpulan data dan pixel.</p>
<p>Yang pasti, kesempatan menjadi sangat terbuka lebar bagi semua, baik yang profesional maupun yang baru mulai terjun.</p>
<p>Yang kita butuhkan hanya kesadaran dan kemauan untuk mengambil beberapa bagian kecil dari kesempatan yang tak terbatas itu. Dan dengan sendirinya berbagai kesempatan yang lain akan datang kepada kita.</p>
<h3>The Me Company</h3>
<p>Mulailah berpikir bahwa profesi desainer itu seperti mendirikan sebuah perusahaan, tapi bedanya perusahaan ini hanya terdiri dari satu orang, yaitu diri kamu sendiri. Pengalaman memang penting, dan bekerja dengan orang lain adalah salah satu caranya, tetapi jangan sampai terlalu lama terlena. Jika kamu sudah 3 tahun lebih bekerja dengan orang lain, mungkin kamu harus memikirkan untuk berkarir sendiri.</p>
<p>Lebih bagus lagi jika kamu masih di bangku sekolah (SMP, SMA dan Kuliah), kamu lebih punya banyak waktu dan kesempatan untuk memulai karir kamu, sehingga pada saatnya nanti kamu sudah sangat siap untuk berjalan sendiri (tentu pengalaman juga akan lebih banyak).</p>
<p>Tulisan ini tidak bermaksud membuat kamu yang sekarang sedang bekerja dengan orang lain untuk berhenti sekarang juga dan memulai karir sendiri. Tentu tidak semudah itu (tetapi sangat mengasyikan! kalau kamu berjiwa pemberontak dan suka tantangan), banyak hal yang harus dipikirkan sebelum memulai, tapi setidaknya &#8220;berkarir sendiri dengan media internet&#8221; sudah terlintas di pikiran kamu.</p>
<h3>Stop Memikirkan Ide Sempurna, Mulailah Mewujudkan Ide Apa Saja. Sekarang.</h3>
<p>Media dan sarana (Internet) sudah tersedia, yang kita butuhkan adalah urutan langkah kecil untuk menjadi besar.</p>
<p>Bagaimana dengan kamu? Sudah siap?</p>
<p><em>Mari berlangganan Jurus Grafis dengan </em><a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank"><em>Email</em></a><em> dan </em><a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>RSS</em></a><em>. Jangan lupa juga untuk bergabung di </em><a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank"><em>Facebook Page Jurus Grafis</em></a><em> dan </em><a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>ikuti Twitter Jurus Grafis</em></a><em>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/saatnya-desainer-grafis-bertindak-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Ide Menulis Blog Sebagai Desainer Grafis</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 18:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ide]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini. Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini.</p>
<p><span id="more-855"></span></p>
<p>Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak kunjung datang. Yang ada kita hanya menikmati blog orang lain.</p>
<p>Berikut ini beberapa percikan ide (dari yang mudah sampai yang memerlukan usaha dan waktu lebih) yang bisa membantu kamu untuk mulai menulis blog sebagai desainer grafis. Percayalah, kekuatan blog saat ini tidak hanya sekedar jurnal pribadi dan tempat curhatan. Blog bisa digunakan sebagai media pemasaran dan personal branding. Kamu tidak akan menyangka kalau nanti ternyata bisa mendapatkan projek/pekerjaan dari blog yang kamu pelihara.  </p>
<h3>1. Posting Portfolio</h3>
<p>Ok, yang satu ini tentu semua sudah kepikiran, tinggal menyediakan waktu saja untuk mempresentasikan dengan baik dan mem-postnya. Untuk nilai tambah (dan juga sebagai latihan menulis) sertakan juga konsep portfolio kamu itu, bahkan karya eksperimental juga butuh ide dasar, jadi setiap karya seharusnya mempunyai cerita. Dari sini kamu akan terbiasa menulis dan merangkai kata-kata.</p>
<h3>2. Sketsa Harian</h3>
<p>Daripada bertebaran di meja kerja dan tidak jelas mau di kemanakan, lebih baik di dokumentasikan ke dalam blog. Sketsa ini mempunyai nilai lebih karena di buat dengan tangan (gambar manual) dan tentu cerita di balik sketsa itu lebih banyak. Atau kamu bisa mengibaratkan sketsa kamu itu sebagai jurnal visual harian, konsep nya seperti photo blog.</p>
<p>Photo blog adalah sebuah blog yang hanya berisi foto yang di dapat setiap hari oleh sang fotografer. Ganti saja foto itu dengan sketsa, dan kamu sudah bisa mengupdate blog kamu lagi  </p>
<h3>3. Pengalaman Kerja</h3>
<p>Kita pasti punya pengalaman yang unik saat bekerja. Baik itu ketika bekerjasama dengan klien, masalah dengan hasil percetakan, mengkoordinasi programmer dan lainnya. Tulis saja pengalaman kamu itu, cerita tentang pengalaman pribadi yang berhubungan dengan profesi seseorang pasti menarik untuk dibaca. Karena akan ada tips-tips supaya kejadian yang tidak dinginkan jangan sampai terjadi lagi.</p>
<p>Pengalaman yang positif juga menarik, tetapi pengalaman negatif dan kesadaran kita dalam mengatasinya lain waktu yang akan lebih menarik bagi orang lain.</p>
<h3>4. Proses Kerja</h3>
<p>Dokumentasikan projek yang kamu anggap &#8216;asik&#8217; dan &#8216;bergengsi&#8217;. Mulai dari sketsa, pencarian referensi, moodboard, tanggapan klien, sampai hasil akhir. Selain menunjukkan kamu sebagai desainer yang profesional, posting jenis ini akan menarik banyak perhatian pembaca dan mengundang komentar seru di blog kamu.</p>
<h3>5. Kompilasi Tautan Inspirasional</h3>
<p>Senang mengumpulkan karya &#8211; karya desain untuk di jadikan referensi? Bagus, hanya sekarang jangan gunakan untuk diri sendiri saja, berbagilah dengan yang lain  .</p>
<p>Saya masih ingat dulu sewaktu kuliah sering men &#8216;save as&#8217; karya desain yang saya suka di internet. Dulu memang hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi sekarang dengan berbagi, kita akan membantu teman-teman yang lain juga. Dan tentu pengunjung blog kamu akan meningkat jika kamu konsisten dengan cara ini.</p>
<p>Lebih baik lagi jika tautan/karya yang kamu kumpulkan adalah <a href="http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/" target="_blank">karya desainer lokal</a>. Selain untuk menunjukkan kepada teman-teman se-bangsa dan se-internasional kalau desainer Indonesia tidak kalah dengan luar negeri, kita juga bisa berkenalan dengan desainer yang karyanya kita pajang di blog kita. Dengan begitu jaringan pertemanan kita akan lebih luas.</p>
<p><em>*Bagi teman-teman desainer, ayo <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/" target="_blank">masukkan karya kalian ke Grup Flickr Jurus Grafis</a> supaya lebih mudah mendokumentasikan nya di masa mendatang   </em></p>
<h3>6. Redesain Fiksi</h3>
<p>Ide ini pernah saya bahas pada <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/" target="_blank">9 tips memasarkan diri sendiri sebagai desainer grafis</a>. Daripada mengeluh dan mencaci maki desain yang buruk, lebih baik buat versi kamu sendiri dan post di blog kamu. Jangan lupa juga ceritakan alasan dan konsep kamu me-redesain. Ini akan lebih meyakinkan calon klien yang mungkin sering membaca blog kamu.</p>
<h3>7. Tutorial</h3>
<p>Saya percaya setiap orang pasti bisa mengajarkan orang lain dan mau membagi ilmunya. Namun biasanya kita hanya merasa tidak sempat untuk membuat tutorial, sebenarnya bisa di mulai dengan teknik desain yang sering kita pakai. Tidak apa kalau bukan teknik yang heboh, karena perbendaharaan konten lokal desain grafis di internet belum begitu banyak, terlebih lagi tutorial.</p>
<p>Usaha dan waktu yang di butuhkan memang besar, tetapi hasilnya nanti akan besar juga. Kalau tutorial kamu menarik, trafik tinggi pasti dapat, di anggap paling menguasai teknik tersebut (expertise) juga dapat, yang ujung-ujung nya pemasaran gratis di internet, dan tidak lupa berarti kamu sudah mulai membangun personal branding. Jadi tunggu apalagi? mulailah sekarang. <em>(PS: bagi yang mau menulis tutorial atau artikel di Jurus Grafis <a href="http://jurusgrafis.com/kontak-saran/" target="_blank">silakan kontak saya</a> yah!  )</em></p>
<p>Jadi, masih ragu atau bingung untuk menulis blog sebagai desainer grafis? Saya harap tidak   Ayo kita majukan konten lokal desain grafis di Indonesia. Ini &#8216;kue&#8217; yang sangat besar, tapi masih terlalu sedikit &#8216;mulut&#8217; yang memakannya.</p>
<p><em>Yuk berlangganan Jurus Grafis melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> dan <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>. Gabung juga dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook</a> dan<a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"> Twitter</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Titik Jenuh Dalam Mendesain</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/mengatasi-titik-jenuh-dalam-mendesain/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/mengatasi-titik-jenuh-dalam-mendesain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Jenuh]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Sudah wajar kalau kita sesekali merasa jenuh dalam menjalankan suatu profesi. Hal yang kita lakukan sudah seperti template dan rasanya tidak ada tantangan lagi dalam menjalankan pekerjaan kita sebagai desainer grafis. Di lain sisi, kita sadar bisa hidup karena pekerjaan kita sebagai desainer, bagaimana mungkin kita meninggalkan dan memulai karir di bidang yang lain? Tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sudah wajar kalau kita sesekali merasa jenuh dalam menjalankan suatu profesi. Hal yang kita lakukan sudah seperti template dan rasanya tidak ada tantangan lagi dalam menjalankan pekerjaan kita sebagai desainer grafis.</p>
<p><span id="more-700"></span></p>
<p>Di lain sisi, kita sadar bisa hidup karena pekerjaan kita sebagai desainer, bagaimana mungkin kita meninggalkan dan memulai karir di bidang yang lain? Tentu yang harus kita lakukan adalah mengusir rasa jenuh ini, berikut tips-tips yang bisa kamu gunakan bila kamu mulai atau sedang merasa jenuh berprofesi sebagai desainer grafis.</p>
<h3>Lakukan Hal Selain Desain</h3>
<p>Tutup program desain, simpan jauh-jauh to-do-list desain kamu, dan lakukan seuatu yang bukan desain seperti menulis blog, membaca buku, belajar teknik marketing atau ikuti berita teknologi web terbaru. Atau bisa juga kamu berperan sebagai pihak ketiga, seperti menjadi manajer projek (hanya mengarahkan desainer dan bertemu dengan klien). Bila ingin lebih ekstrim, jalankan kembali hobi kamu sewaktu dulu, mengkoleksi lego, berburu action figure, fitness anyone?  </p>
<h3>Lihat Apa yang Teman Desainer Lain Lakukan</h3>
<p>Coba perhatikan teman-teman desainer kamu yang lain, apakah mereka melakukan sesuatu yang menarik? Lihat juga karya desainer grafis lain nya di dunia maya, selain memberi kamu inspirasi, ini juga akan memotivasi kamu untuk melakukan hal yang lebih bagus lagi. Sesekali rasa kompetisi harus di tanamkan atau kamu akan masuk kedalam zona aman yang berbahaya!</p>
<h3>Bereksperimen dengan Teknik Baru</h3>
<p>Penasaran dengan suatu karya desain dan memikirkan bagaimana mereka bisa menghasilkan karya seperti itu? Saatnya mempelajari karya orang lain, dengan ini kamu akan menemukan teknik baru yang akan menuju ke eksperimen tanpa batas. Pada akhirnya nanti kamu akan merasa seperti baru lagi, kamu sekarang sudah menguasai trik yang dulu kamu tidak bisa. Dan tentu saja bertambah ilmu  </p>
<h3>Nikmati Hidup</h3>
<p>Cara ini sih paling menyenangkan dan sekaligus susah di lakukan, terlebih jika kita sudah bekerja secara independen. Rasanya waktu terbuang percuma kalau kita liburan, nonton bioskop atau piknik sederhana ke taman kota. Tapi kita sungguh membutuhkan cara ini, selain membuat kita jadi rileks, kadang-kadang ada inspirasi baru yang datang ketika kita bermain di taman, memandang langit biru yang tidak tertutup polusi dan merasakan angin rumput.</p>
<p>Intinya memang liburan dan jangan memikirkan apapun tentang pekerjaan desain kita, jadwalkan waktu untuk liburan ini dalam satu tahun. Cara yang efektif adalah dengan membooking tiket jauh-jauh hari. Selain mendapatkan tiket murah, kita tidak akan tergoda untuk tidak jadi liburan.</p>
<p><strong>Jadi, apakah kamu pernah merasa jenuh berprofesi sebagai desainer grafis? Bagaimana kamu mengatasinya?</strong></p>
<p>Sumber Gambar : <a href="http://www.flickr.com/photos/sillydog/62175276/" target="_blank">Flickr</a></p>
<p><em>Tetap terhubung dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page</a> dan <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter</a>. Tidak lupa juga, silakan berlangganan melalui <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a> atau <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/mengatasi-titik-jenuh-dalam-mendesain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadapi Klien Mimpi Buruk Dengan Indah</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/hadapi-klien-mimpi-buruk-dengan-indah/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/hadapi-klien-mimpi-buruk-dengan-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 18:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Klien]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kita pasti pernah bertemu dan bekerjasama dengan klien yang membuat kita tidak bisa tidur pada waktu malam, membuat resah, sampai kita bermimpi buruk. Sebenarnya apa sih klien mimpi buruk itu? Yang pasti ini merupakan tipe klien yang mempunyai kesan yang tidak bagus waktu kita bekerja dengannya, mulai dari tidak profesional, mempunyai selera yang buruk, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Setiap kita pasti pernah bertemu dan bekerjasama dengan klien yang membuat kita tidak bisa tidur pada waktu malam, membuat resah, sampai kita bermimpi buruk. Sebenarnya apa sih klien mimpi buruk itu?</p>
<p><span id="more-509"></span></p>
<p>Yang pasti ini merupakan tipe klien yang mempunyai kesan yang tidak bagus waktu kita bekerja dengannya, mulai dari tidak profesional, mempunyai selera yang buruk, keras kepala, mau murah saja, mau cepat selesai, dan seterusnya (kamu bisa menambahkan list nya sendiri).</p>
<p>Tetapi karena kita hidup di dunia yang dinamis, pasti ada saja suatu waktu kita bertemu dengan klien bertipe seperti ini, jadi bagaimana cara kita bisa mendeteksi dan menghadapinya?</p>
<h3>1. Komunikasi</h3>
<p>Ini merupakan hal yang esensial, kita harus bisa memulai komunikasi yang baik. Dengan begitu kita jadi lebih mengetahui seluk beluk klien kita, baik secara personal dan bisnis yang sedang di jalankan.</p>
<p>Komunikasi merupakan tahap awal kita untuk mendeteksi apakah kira-kira klien ini nanti akan menyusahkan kita atau tidak. Walaupun hanya bisa berkomunikasi melalui email/instant messenger (karena berbeda negara misalnya), kita bisa menilai mereka dari cara menggunakan bahasa dan penggunaan kalimat.</p>
<h3>2. Referensi Projek</h3>
<p>Sebaiknya kita memulai dengan mencari referensi terlebih dahulu (ini bila sudah positif klien kita termasuk tipe mimpi buruk) dan presentasikan kepada klien. Cara ini untuk meminimalisir revisi yang kelewat batas di tengah proses desain. Karena kita sudah mempunyai referensi, dan klien sudah menyetujui referensi tersebut, maka akan lumayan terlihat jelas tujuan dan target klien kita.</p>
<p>Sehingga walaupun komunikasi kurang lancar, kita tetap dapat stay on track dan tidak menebak-nebak maunya sang klien tersebut apa. Dari sana kita juga bisa mengetahui selera klien, dan seberapa antusias klien dengan projek nya sendiri.</p>
<h3>3. Sketsa/Draft/Wireframe</h3>
<p>Jujur saja untuk hal yang ini saya masih berlatih untuk juga memperlihatkannya kepada klien, karena biasanya sketsa itu hanya untuk pribadi saya sendiri saja.</p>
<p>Tetapi belakangan saya menyadari bahwa sketsa itu penting untuk di tampilkan kepada klien. Tujuannya sudah jelas untuk mempercepat proses kerja dan review dari klien. Dan yang paling penting meminimalisir revisi di tengah jalan yang seringkali membuat kita frustasi dan akhirnya menyalahkan dan membenci klien.</p>
<h3>4. Transfer Konsep</h3>
<p>Inilah tujuan sketsa tersebut, kita bisa lebih menekankan kepada konsep dan ide kita, tanpa terganggu visual yang setengah matang (misal : sketsa/mock up setengah jadi di Photoshop). Sehingga klien mengerti kenapa kita membuat desain seperti ini, dan tujuan apa yang kita ingin capai dari desain tersebut.</p>
<h3>5. Tidak Gratis</h3>
<p>Walaupun teman, sebaiknya kita bersikap profesional. Istilah populer nya, &#8220;teman ya teman, bisnis ya bisnis&#8221;. Memang kebanyakan klien mimpi buruk datang dari orang yang dekat dengan kita, seperti teman , saudara dan keluarga. Dengan kita memberikan harga yang pantas  (misal, dengan diskon) maka kita juga tidak merasa di rugikan, apalagi kalau sudah berkali-kali &#8220;minta tolong&#8221;. Kalau seperti itu terus mungkin kedepan nya malah akan merusak hubungan kita.</p>
<p>Bagaimana dengan yang bukan teman/keluarga? Sudah pasti tidak gratis!  . Caranya masih sama dengan cara menganani teman/keluarga, mungkin bisa memberikan diskon khusus (kalau klien baru/langganan) atau harga yang memang pantas untuk kita. Karena harga yang pas (tidak terlalu mahal, tidak terlalu murah dari sisi klien dan kita) akan memberikan kesan profesional secara tidak langsung.</p>
<p>Apalagi jika klien ini tipe mimpi buruk!, jangan sampai kita bekerja dengan harga yang tidak masuk kriteria kita di tambah dengan beban revisi terus menerus, sampai yang paling parah, tidak tahu kejelasan akhir projek.</p>
<h3>6. Berikan yang Terbaik.. Untuk Saat Ini.</h3>
<p>Ada suatu waktu kita tidak bisa menolak klien mimpi buruk ini, misalnya, karena harga yang di tawarkan cukup lumayan. Cara satu-satunya yang positif, adalah dengan mengerjakan projek ini dengan sebaik-baik nya. Kita harus tetap profesional walaupun klien kita tidak profesional, kita harus tetap tepat waktu walaupun klien kita tidak tepat waktu.</p>
<p>Tetapi tentu untuk saat ini saja, jika pada kesempatan berikutnya kita berhadapan dengan klien ini lagi, mungkin jalan terbaik adalah melewatkannya. Kita bekerja bukan untuk di kendarai oleh uang, klise memang, tetapi itulah kenyataannya. Kalau sudah tahu klien mimpi buruk ini tidak baik untuk kita (secara uang, waktu, dan sikap) haruskah kita bekerjasama lagi dengan mereka?</p>
<p><strong>Apakah kamu pernah mengalami klien mimpi buruk ini? Bagaimana kamu menghadapinya?</strong></p>
<p><em>Sumber Gambar : <a href="http://www.flickr.com/photos/tzofia/270800047/" target="_blank">Flickr Creative Commons</a></em></p>
<p><em>Mari bergabung dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page</a> dan <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter</a>. Tidak ingin ketinggalan posting terbaru? berlangganan saja melalui <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a> dan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a>  </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/hadapi-klien-mimpi-buruk-dengan-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Cara Ampuh Menangkap dan Membuat Ide Mengalir Deras Seperti Hujan di Bulan Desember</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-ampuh-menangkap-dan-membuat-ide-mengalir-deras-seperti-hujan-di-bulan-desember/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-ampuh-menangkap-dan-membuat-ide-mengalir-deras-seperti-hujan-di-bulan-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ide]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Ide itu seperti bensin bagi kendaraan, tinta bagi printer, air bagi kehidupan makhluk hidup. Sesuatu di balik lahirnya karya yang baru, yang cemerlang, yang tidak terlupakan. Namun terkadang kita sering mengeluh susah menemukan ide tersebut, walaupun secara teori dan kata orang, bahwa ide itu &#8216;berterbangan&#8217; di sekitar kita, hanya kita saja yang kurang sensitif untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Ide itu seperti bensin bagi kendaraan, tinta bagi printer, air bagi kehidupan makhluk hidup. Sesuatu di balik lahirnya karya yang baru, yang cemerlang, yang tidak terlupakan.</p>
<p><span id="more-553"></span></p>
<p>Namun terkadang kita sering mengeluh susah menemukan ide tersebut, walaupun secara teori dan kata orang, bahwa ide itu &#8216;berterbangan&#8217; di sekitar kita, hanya kita saja yang kurang sensitif untuk bisa melihat ide tersebut. Ide memang tidak datang secara langsung, ada beberapa metode untuk mencari inspirasi yang merupakan dasar sebuah ide.</p>
<p>Berikut beberapa cara yang di rangkum dari pendapat teman dan pengalaman pribadi.</p>
<h3>1. Temukan Inti Permasalahan.</h3>
<p>Bagaimana kita bisa memberikan solusi, jika tidak mengerti inti permasalahan? Hal esensial ini seringkali di lupakan desainer grafis, mereka langsung mengarah kepada visual, bagaimana bagusnya, bagaimana bentuknya, hal-hal yang terlihat secara kasat mata. Tidak heran suatu projek terlihat cantik namun tidak berhasil mencapai target yang di inginkan.</p>
<p>Namun jangan salah, tidak berarti solusi yang tepat harus dengan menggunakan visual yang buruk. Tidak ada alasan bagi desainer grafis untuk menghasilkan visual yang kurang bagus. Visual yang bagus merupakan suatu keharusan.</p>
<h3>2. Berkomunikasi Lebih Sering dengan Klien.</h3>
<p>Tanyakan lebih jauh tentang projek, terkadang brief yang kita dapat tidak cukup informatif. Dan tentu saja klien juga merasa lebih senang jika kita ingin mendiskusikan projek nya, ini memberikan kesan kita peduli dengan klien.</p>
<p>Dari komunikasi itu kita pasti mendapatkan beberapa kata kunci yang akan mendukung proses desain kita, hal yang berhasil dari desain yang sekarang, hal yang tidak berhasil dan tentu saja, hal yang tidak klien suka dan mengapa ia tidak suka terhadap hal tersebut. Apakah dia tidak suka karena masalah selera atau memang dia tidak suka karena solusi tersebut tidak efektif.</p>
<p>Dan sebagai bonus, klien akan lebih menghargai kita lebih dari desainer grafis kebanyakan.</p>
<h3>3. Menggali Referensi.</h3>
<p>Cara ini paling sering di gunakan oleh kebanyakan kita desainer grafis. Refensi bertebaran di dunia maya ini, kita hanya cukup menyediakan waktu untuk mencari dan mem-filter nya sesuai dengan kebutuhan projek.</p>
<p>Coba kita lihat pendapat teman-teman yang berkomentar di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a>,</p>
<blockquote><p>Rio Purnomo, &#8220;pantengin http://www.plurk.com/101bestwebsites&#8221;</p>
<p>Fahmi Ridho Ilahi, &#8220;biasanya liad2 forum design atau deviantart om.. buad referensi aja sih.. bukannya niru..  &#8221;</p>
<p>Jimmy Ofisia, &#8220;All of the above, sama nongkrong di warkop (baca koran lokal dan people watching).&#8221;</p>
<p>Nafi Putrawan, &#8220;bersantai di kamar tidur ber-AC sambil memandang laptop dengan cat tembok berwarna putih, tengkurep di kasur sambil browsing tentang graphic/design, tidak jauh darisana ada pohon di pot, dan inspirasi terasa banyak&#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p>Tidak hanya secara online, kita juga bisa menemukan referensi dari buku, majalah, tv, radio, sesuatu yang dekat dengan kita sehari-hari.</p>
<h3>4. Fokus dan Menjiwai.</h3>
<p>Karena memang desain grafis adalah bagian dari seni juga, maka karya dan solusi yang kita buat akan kehilangan faktor X nya bila kita tidak menjiwai dan fokus pada suatu projek. Cobalah menjadi seperti klien, orang yang mempunyai dan menjalankan bisnis tersebut, apa kira-kira yang akan kamu lakukan? Solusi terbaik apa yang bisa kita hasilkan untuk mencapai target?</p>
<p>Dengan pemikiran seperti itu, kita sudah mulai memulai sesi brainstorming secara tidak langsung, dan tentu kita tidak menjadi merasa &#8216;terpaksa&#8217; ketika masuk ke proses mendesain.</p>
<h3>5. Bersantai Sejenak.</h3>
<p>Setelah semua cara di atas, ada baik nya kita memberikan otak kita sedikit &#8216;ruang&#8217; untuk bernafas. Tidak jarang juga kita malah menemukan ide yang lebih baik lagi setelah kita bersantai. Memang ada penelitian yang membuktikan bahwa kalau kita rileks, darah di otak kita cenderung berjalan lebih lancar, dan perasaan hati kita terasa lega, dari proses itu terkadang pikiran bawah sadar kita masih memikirkan projek yang sedang kita jalani, disitulah ide yang tadinya tidak terlihat menjadi jelas.</p>
<p>Seperti kata teman-teman berikut ini,</p>
<blockquote><p>Bryan Alfeus Wijaya, &#8220;setel musik, teh hangat, liatin langit&#8221;</p>
<p>Dian Pra, &#8220;jalan-jalan kelling kota&#8221;</p>
<p>Fikri Rasyid, &#8220;jalan2 ke gramedia, atau jalan2 naik motor sambil dengerin mp3 player.tapi seringnya nonton DVD sih. haha  &#8221;</p>
<p>Anunggal Bagus, &#8220;Mandi trus j0ngkok dkl0set lamaa&#8230;mbil mikir,biasnya dpt tuh insprasi.. :p&#8221;</p>
<p>Liance Gunawan, &#8220;dgr musik (kl gw c dgr lgu jepang&#8211;&gt; demen), n kudu pake earphone, jd ga ada suara laen yg musik..<br />
;D&#8221;</p>
<p>Silvia Limanta, &#8220;Uhmmmm&#8230; nongkrong di WC rumah (seriously, it&#8217;s an awesome place to get inspiration), kalo perlu mandi.   Atau jalan2 sambil bengong ke supermarket, kalo perlu yang rada elit biar bisa ngeliat packaging2 yahud&#8221;</p></blockquote>
<p>Ada juga beberapa cara yang tidak biasa, tapi mungkin bagi sebagian kita merupakan cara yang pas untuk bersantai dan merelaksasikan otaknya.</p>
<blockquote><p>Munzir Fadly, &#8220;ngebayangin yang berbau dosa&#8221;</p>
<p>Sun Wahyu, &#8220;bengong di tengah kemacetan ibukota jakarta&#8221;</p>
<p>Adi Rahmad, &#8220;menyendiri.. sunyi..&#8221;</p>
<p>Sapoy Karpov, &#8220;tunggu tengah malem lewatin kepala&#8221;</p></blockquote>
<h3>6. Selalu Membawa Buku Catatan, Berupa Buku Asli atau Virtual (aplikasi web / smart phone).</h3>
<p>Karena ide tidak bisa di tebak kapan datangnya, maka siapkan lah selalu buku catatan, kalau dalam keadaan darurat (misal: di angkot, dll) bisa gunakan fasilitas note/sms di handphone kamu. Untuk aplikasi web, bisa gunakan Bookmark pada browser, <a href="http://delicious.com/" target="_blank">Delicious</a>, <a href="http://penzu.com/" target="_blank">Penzu</a> (favorit saya) atau <a href="http://www.evernote.com/" target="_blank">Evernote</a> jika kamu menggunakan IPhone.</p>
<h3>7. Be Happy!</h3>
<p>Jangan sampai perasaan yang tidak enak merusak suasana kreatif kamu, mood memegang peranan yang lumayan penting dalam membuat suatu karya desain grafis (personal atau komersial). Konsep &#8220;Creativity under the Gun&#8221; tidak akan berhasil kalau kita tidak merasa happy, jadi kita harus punya alasan kenapa &#8220;Under the Gun&#8221;, apakah bayaran nya lumayan? klien nya populer? di beri kebebasan berkarya tetapi deadline ketat? dan lain nya.</p>
<p>Bagaimana menurut kamu? Punya cara yang lain? Ayo sharing-kan dengan teman-teman di kolom komentar.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-ampuh-menangkap-dan-membuat-ide-mengalir-deras-seperti-hujan-di-bulan-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Tips Efektif Untuk Memasarkan Diri Sebagai Desainer Grafis Secara Online</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 04:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Sama seperti profesi lain, menjadi desainer grafis juga harus pintar-pintar memasarkan diri sendiri. Dengan begitu jaringan kita menjadi luas dan projek pun dapat kita temukan dengan mudah. Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke tempat saya kuliah dulu yaitu Univ. Bina Nusantara untuk sekedar berbincang-bincang dengan dosen dan beberapa teman seangkatan, yang membuat saya kaget [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sama seperti profesi lain, menjadi desainer grafis juga harus pintar-pintar memasarkan diri sendiri. Dengan begitu jaringan kita menjadi luas dan projek pun dapat kita temukan dengan mudah.</p>
<p><span id="more-422"></span></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke tempat saya kuliah dulu yaitu Univ. Bina Nusantara untuk sekedar berbincang-bincang dengan dosen dan beberapa teman seangkatan, yang membuat saya kaget adalah jumlah mahasiswa desain yang sudah sangat bertambah di banding dulu sewaktu saya masih kuliah. Dari 3 kelas menjadi 9 kelas! wow, hanya dalam waktu 3 tahun saja jurusan desain sudah sangat populer hingga mengalahkan jurusan lain di Binus dalam urusan kuantitas.</p>
<p>Saya jadi berpikir, 3-4 tahun lagi mereka akan lulus, dan tidak hanya mahasiswa dari Binus saja yang akan lulus tentunya. Bisa di bayangkan jumlah fresh graduate jurusan desain, apakah lapangan industri kita bisa menampung lulusan yang sebanyak itu (se-Indonesia)? Bagaimana kita bersaing dengan kuantitas yang berlebih seperti itu?</p>
<p>Maka itu selain skill yang bagus, desainer grafis masa kini juga harus bisa memasarkan dirinya dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk memasarkan diri kamu sebagai desainer grafis secara online.</p>
<h3>1. Buat Blog atau Website Pribadi.</h3>
<p>Saya rasa ini sudah umum dan merupakan suatu keharusan. Yang harus di pikirkan adalah blog/website seperti apakah yang harus kita buat?</p>
<p>Kalau kamu ingin orang mengenal kamu sebagai desainer, itu berarti kamu harus membuat blog/website yang berkaitan dengan desain, mulai dari yang paling mudah, yaitu memperlihatkan portfolio kamu lalu mem-post proses kerja, referensi/inspirasi, artikel dan lain nya.</p>
<p>Sedangkan untuk website pribadi, bisa di gunakan untuk memperluas brand kamu. Mulailah banyak membaca tentang bidang selain desain yang bisa mendukung profesi sebagai desainer, seperti pemasaran, bisnis, teknologi (internet), dan tulis menulis (copy writing). Saya yakin semua bidang yang saya sebutkan itu mendukung profesi desainer grafis. Kita akan menjadi lebih mudah memahami pemikiran klien dan kita akan dinilai lebih daripada sekedar desainer (yang saat ini masih di anggap sebagai orang yang bertanggung jawab secara visual saja).</p>
<p>Saran saya, gunakan nama domain .com .net atau yang lain, yang penting jangan menumpang di wordpress, blogspot atau yang lain nya. Secara tidak langsung ini mempengaruhi posisi brand diri kamu. Berapa banyak orang yang menumpang? tidak terhitung, kalau nama domain kamu bisa berbeda sendiri tentu itu sudah menjadi nilai lebih.</p>
<h3>2. Menjadi Penulis Tamu di Blog lain.</h3>
<p>Terlalu sibuk untuk mengolah blog sendiri? Cobalah menjadi penulis tamu di blog orang lain. Tawarkan diri untuk menulis di blog yang kamu sukai, atau lebih baik lagi, jika kamu mendapat kesempatan undangan untuk menulis, jangan di lewatkan!</p>
<p>Bayangkan, kamu hanya perlu menulis 1-2 kali dalam seminggu atau 2 minggu sehingga kamu mempunyai waktu yang cukup untuk mengatur kesibukan dan meluangkan waktu untuk menulis. Dan dampak yang di dapat mungkin bisa lebih baik di banding mengolah blog sendiri. Biasanya blog lain akan melakukan pemasaran untuk blog nya sendiri sehingga kamu tidak perlu susah-susah memasarkan, dan jika kamu konsisten maka publik/klien potensial akan mulai mengenal kamu juga (efek yang sama dengan tips no.1).</p>
<h3>3. Buat Projek Fiksi.</h3>
<p>Yang paling mudah adalah projek redesain, terkadang kita gatal melihat desain yang tidak efektif (baik itu web atau print) daripada ngedumel dan mencerca lebih baik buat desain versi kamu sendiri. <a href="http://daus.trala.la/2009/06/usulan-desain-untuk-kateglo/" target="_blank">Salah satu posting blog Firman Firdaus</a> merupakan contoh yang baik, cara ini akan membuka kesempatan untuk bisa mendapatkan projek yang sesungguhnya.</p>
<p>Jika tidak berhasil mendapatkan projek dari klien yang kita redesain, paling tidak bisa menjadi posting yang bagus untuk blog kamu yang akan menambah poin brand diri kamu sendiri di mata para pembaca.</p>
<h3>4. Bagikan Link Menarik via Twitter / Facebook.</h3>
<p>Lebih senang membaca blog/website orang lain? it&#8217;s ok. Kamu masih bisa membagikan tautan yang kamu anggap menarik dan berguna bagi teman-teman kamu. Jangan lupa juga, tautan yang kamu bagikan akan mencerminkan siapa kamu. Jadi kalau kamu mau dianggap sebagai desainer oleh teman dan publik, jangan bagikan tautan &#8220;cara merawat bonsai&#8221; atau hal selain desain terlalu sering, sesekali mungkin boleh saja.</p>
<p>Cara ini akan membentuk opini teman dan publik tentang siapa kamu sebenarnya, contoh nya jika kamu sering membagikan tautan inspirasi desain yang menarik, atau trik tutorial terkini maka publik akan menganggap kamu tahu banyak tentang desain.</p>
<p>Hal lain yang tidak boleh di lupakan adalah pengaturan waktu dalam membagikan tautan. Jangan memberondong status dengan 5 atau lebih tautan dalam satu waktu, ingat, tidak semua teman/pengikut kamu di facebook/twitter adalah desainer. Tidak mau kan di anggap spam?</p>
<h3>5. Masukkan Portfolio di Jejaring Sosial Khusus Desain.</h3>
<p>Ini adalah rumah kedua kamu setelah blog/website pribadi. Setidaknya buat akun di <a href="http://www.deviantart.com/" target="_blank">Deviant Art,</a> <a href="http://behance.net/" target="_blank">Behance</a>, <a href="http://designerscouch.org/" target="_blank">Designers Couch</a> dan banyak lagi pilihan yang lain. Biasanya klien potensial mencari desainer melalui website sosial khusus desain seperti itu dan juga untuk membangun brand diri kamu di kalangan seprofesi.</p>
<h3>6. Ikut Serta dalam Kontes Komersial atau Non-Komersial.</h3>
<p>Dalam setahun pasti ada saja acara atau kontes yang berhubungan dengan desain (biasanya non-komersial), kalau kamu punya waktu, ikuti dan kirim karya kamu. Jika kamu masuk ke dalam nominasi, itu akan menaikan posisi brand diri kamu dan tentu membuka jaringan yang lebih luas karena otomatis kamu akan banyak bertemu teman baru, baik dari yang seprofesi atau yang tidak seprofesi.</p>
<p>Bagi kontes yang komersial, versi online nya dapat kamu temukan di website seperti <a href="http://99designs.com/" target="_blank">99designs</a> atau <a href="http://www.crowdspring.com/" target="_blank">Crowdspring</a>. Memang sekilas seperti kontes free pitching yang sangat di haramkan di dunia desain, tetapi sebenarnya tidak ada salahnya di coba. Kamu akan mendapatkan portfolio walaupun tidak menang. Saya pernah membahas ini di Ruang Freelance, <a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/09/14/7-tips-berkompetisi-dan-mendapatkan-klien-di-99designs/" target="_blank">silakan berkunjung</a>.</p>
<h3>7. Jualan Stok Desain.</h3>
<p>Punya elemen desain atau desain full template yang tidak terpakai? Daripada hanya tergeletak di harddisk, lebih baik kamu jual saja di <a href="http://themeforest.net/" target="_blank">ThemeForest</a> (untuk template website) atau <a href="http://graphicriver.net/" target="_blank">GraphicRiver</a> (untuk semua elemen yang berhubungan dengan desain grafis). Selain berpotensi mendapatkan penghasilan pasif, kamu juga secara tidak langsung memasarkan skill kamu ke seluruh dunia.</p>
<p>Cara ini sungguh tidak ada ruginya dan layak di coba. Saya yakin kamu pasti mendapatkan pengalaman baru jika sudah mulai berjualan disana.</p>
<h3>8. Bagikan Stok Desain Secara Gratis.</h3>
<p>Lebih berjiwa dermawan? tidak masalah. Bagikan saja desain stok kamu secara gratis melalui blog/website/profil jejaring sosial kamu, biasanya orang suka sesuatu yang gratis (well siapa yang tidak suka?) apalagi jika stok desain itu bagus dan berguna. ICreativeLabs merupakan <a href="http://portfolio.icreativelabs.com/free-psd-wordpress-e-commerce-theme-appcloud/" target="_blank">salah satu contoh yang bagus</a>, mereka membagikan template desain website berkualitas dari blog mereka.</p>
<p>Biarkan klien potensial mencoba desain kita terlebih dahulu, jika mereka suka dengan kualitas desain gratis yang kita berikan, mereka pasti suatu waktu akan menghubungi kita untuk projek tertentu. Prinsipnya sama dengan kita berjualan kue (makanan), biasanya pasti ada produk tester bukan? tapi yakinkan walaupun gratis, tidak boleh mengesampingkan kualitas.</p>
<h3>9. Bersosialisasi.</h3>
<p>Yang terakhir ini walaupun kecil tetapi sangat berarti, ke 8 tips di atas tidak akan ada gunanya jika kamu tidak bersosialisasi dengan pembaca, teman dan publik. Mulai dari yang paling mudah, berkomentar (blog walking) dan membalas komentar, mengirim pesan dan membalas pesan, sampai ke pertemuan offline (kopi darat). Sempatkan juga waktu untuk datang ke acara desain grafis, selain untuk bersosialisasi, kamu akan tahu tren apa yang sedang berlangsung di industri desain lokal.</p>
<p>Semua tips diatas tentu bukan cara instan, di perlukan waktu dan konsistensi untuk melakukan nya. Jika kamu masih duduk di dalam bangku kuliah, mulailah dari sekarang (jangan seperti saya dulu, hanya friendster-an ga jelas) semakin dini kamu memasarkan diri kamu semakin bagus.</p>
<p>Bagi yang sudah dan sedang menjalankan mungkin bisa berbagi tips lain yang terlewatkan? Mari kita saling berbagi pengalaman!</p>
<p>Tautan Terkait :<a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/10/18/feelancer-ngeblog-lah/" target="_blank"><br />
Freelancer, Nge-Blog lah!<br />
</a><a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/07/19/hal-hal-yang-biasa-kita-lupakan-dalam-membangun-personal-branding-online/" target="_blank">Hal-Hal yang Biasa Kita Lupakan dalam Membangun Personal Branding Online</a> ( thanks Tri!   )</p>
<p><em>Ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter</a> dan <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a> supaya kamu tetap ter-update dengan artikel baru seperti ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

