<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; Desain Website</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/category/tutorial/desain-website/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2010 07:52:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<script type="text/javascript">
if (typeof Meebo == "undefined") {
Meebo=function(){(Meebo._=Meebo._||[]).push(arguments)};
(function(q){

	var args = arguments;
	if (!document.body) { return setTimeout(function(){ args.callee.apply(this, args) }, 100); }
	var d=document, b=d.body, m=b.insertBefore(d.createElement('div'), b.firstChild); s=d.createElement('script');
	m.id='meebo'; m.style.display='none'; m.innerHTML='<iframe id="meebo-iframe"></iframe>';
	s.src='http'+(q.https?'s':'')+'://'+(q.stage?'stage-':'')+'cim.meebo.com/cim/cim.php?network='+q.network;
	b.insertBefore(s, b.firstChild);

})({network:'jurusgrafis_pe44ne'});	}</script>	<item>
		<title>Bedah Desain: Struktur Blog dan Penerapannya</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 08:13:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2099</guid>
		<description><![CDATA[
Fungsi sebuah blog sudah bergeser dari yang tadinya hanya sebatas tempat curhatan sang penulis, sekarang menjadi media publikasi bagi orang banyak (istilah keren nya, Citizen Journalism). Pada posting ini kita akan membahas beberapa elemen visual yang menjadikan desain sebuah blog menjadi efektif.
Sinergi Desain &#38; Konten

Inti dari blog memang ada pada konten blog itu sendiri, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Fungsi sebuah blog sudah bergeser dari yang tadinya hanya sebatas tempat curhatan sang penulis, sekarang menjadi media publikasi bagi orang banyak (istilah keren nya, Citizen Journalism). Pada posting ini kita akan membahas beberapa elemen visual yang menjadikan desain sebuah blog menjadi efektif.<span id="more-2099"></span></p>
<h3>Sinergi Desain &amp; Konten</h3>
<p></p>
<p>Inti dari blog memang ada pada konten blog itu sendiri, tetapi seperti <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/" target="_blank">diskusi kita terdahulu</a>, konten yang bagus jika tidak didukung dengan desain yang efektif maka tidak akan berhasil. Sebagian mungkin bisa bertahan karena faktor senioritas atau konten yang tidak dapat di temukan di blog lain. Tapi bagaimana dengan blogger junior yang walaupun mempunyai konten yang bagus tetapi kurang/belum memperhatikan desain blognya sendiri?</p>
<p>Lagipula, apa salahnya memanjakan pembaca dengan presentasi desain yang nikmat di mata? Selain membuat pembaca lebih betah berlama-lama di blog kita, manfaat lain tentu membuat pesan yang ingin kita sampaikan lebih mudah di tangkap.</p>
<p>Berikut adalah beberapa poin/tips yang bisa di gunakan untuk membuat desain blog menjadi lebih efektif.</p>
<h3>Tata Letak Kolom Konten</h3>
<p>Dari hasil pengamatan saya, ada 5 macam jenis tata letak kolom yang sering digunakan pada desain blog. Masing-masing tata letak mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun kita bisa menentukan yang terbaik bagi keperluan blog yang akan kita desain.</p>
<h4>1. Menurun Single (1 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Jenis ini merupakan tata letak yang standard dan hampir semua blog menggunakan metode ini. Dikarenakan sistem dokumentasi dan penanggalan blog yang berdasarkan hari, maka posting terbaru akan di letakkan di paling atas.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Pembaca sudah familiar dengan tata letak ini</li>
<li>Mudah menemukan posting terbaru</li>
<li>Ruang untuk konten lumayan luas</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Dari segi visual terlihat biasa saja</li>
<li>Pembaca akan mengalami sedikit kesulitan bila ingin melihat posting terdahulu</li>
</ul>
<h4>2. Menurun Paralel (2 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Sama dengan tipe menurun yang pertama, perbedaannya hanya pada kolom konten yang di bagi menjadi 2, sehingga dapat memuat lebih banyak konten di dalam satu halaman.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Pembaca dapat dengan mudah melihat beberapa posting terbaru</li>
<li>Memberikan pilihan kepada pembaca</li>
<li>Blog terasa lebih kaya akan konten</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Layout secara keseluruhan akan terlihat penuh</li>
<li>Kalau pengaturan masing-masing kolom tidak di perhatikan (tinggi kolom), akan terlihat berantakan</li>
<li>Beberapa pembaca akan bingung mana yang mau di baca terlebih dulu</li>
</ul>
<h4>3. Grid (4-6 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Sesuai dengan namanya, tata letak ini menggunakan sistem grid untuk mengatur tata letak kolom kontennya. Desainer bebas menentukan akan menggunakan berapa kolom, tergantung dengan kebutuhan dan jenis konten (lebih banyak gambar atau tulisan).</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Secara visual terlihat menarik</li>
<li>Semua posting dapat tampil dalam satu halaman</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Akan membingungkan pembaca</li>
<li>Dari sisi layout ada kemungkinan akan terlihat berantakan</li>
</ul>
<h4>4. Full Width</h4>
<p></p>
<p>Tipe yang satu ini tidak menggunakan kolom, tetapi menggunakan seluruh lebar halaman yang ada. Bahkan bagian sidebar kanan atau kiri tidak di gunakan, namun ada juga beberapa yang tetap menggunakan sidebar tetapi dengan porsi yang sangat minim.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Konten menjadi sorotan utama</li>
<li>Terlihat unik karena belum banyak yang menggunakan</li>
<li>Lebih nyaman di baca</li>
<li>Pembaca akan fokus kepada posting tanpa ada gangguan banner atau widget lain</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Terlihat &#8220;sepi&#8221;</li>
<li>Agak sulit menampilkan posting-posting sebelumnya</li>
<li>Butuh strategi khusus untuk menempatkan banner iklan atau widget lain</li>
</ul>
<h4>5. Custom Posting</h4>
<p></p>
<p>Kalau kamu mempunyai keahlian di bidang coding, pilihan ini mungkin bisa kamu pertimbangkan. Tipe ini merupakan tipe &#8220;break the rules&#8221; karena sama sekali tidak menggunakan template yang sama pada setiap posting. Melainkan menyesuaikan desain dengan konten dalam arti yang sebenarnya. Konsep nya sama seperti majalah yang melayout setiap artikel nya secara personal.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Sudah pasti terlihat unik</li>
<li>Sinergi konten dan desain sangat dapat dirasakan</li>
<li>Pembaca akan melihat seluruh posting karena penasaran akan tampilan visualnya</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Butuh waktu yang lumayan lama untuk membuat 1 posting saja</li>
<li>Tidak semua orang menguasai coding</li>
</ul>
<h3>Pengaturan Font</h3>
<p>Konten adalah jiwa dari sebuah blog karenanya kita harus memperhatikan cara kita menggunakan dan menampilkan text dengan baik. Tujuannya tak lain adalah agar nyaman di baca. Berikut ini beberapa hal yang harus di perhatikan,</p>
<h4>1. Jenis Font</h4>
<p></p>
<p>Di dalam blog pasti ada 2 jenis font yang harus di gunakan, yang satu sebagai heading, dan yang lain sebagai body text. Untuk bagian heading kita bisa menggunakan font yang jarang di pakai oleh desainer lain atau disesuaikan dengan kebutuhan dasar headline itu sendiri, yaitu untuk menjadi pusat perhatian.</p>
<p>Pada bagian heading kamu bisa menggunakan font yang tebal atau mencari font dengan bentuk yang unik (namun tetap terbaca). Penggunaan font yang tidak biasa pada heading juga bisa menjadi pembetukan karakter desain sebuah blog.</p>
<p>Yang kedua adalah font untuk body text. Di bagian ini sebaiknya kita menggunakan font standard yang memang di fungsikan untuk body text, alasan utamanya adalah agar text dapat di tampilkan dengan baik di semua monitor pembaca.</p>
<h4>2. Ukuran Font</h4>
<p></p>
<p>Yang akan lebih di bahas di sini adalah ukuran font pada body text. Karena perkembangan resolusi monitor saat ini, ukuran 12 point adalah ukuran standard. Tapi kalau kamu mau lebih meningkatkan kenyamanan dalam membaca bisa menggunakan 14 &#8211; 16 point, ukuran ini tergantung kepada jenis font yang kamu gunakan.</p>
<h4>3. Line Spacing</h4>
<p></p>
<p>Bagian ini sangat kecil, namun penting untuk menjaga kenyamanan saat kita membaca artikel. Rumus yang biasa di gunakan adalah besar font yang di gunakan, di tambah 4 point. Misalnya, kamu menggunakan font 14 point, maka line spacing yang ideal adalah 18 point.</p>
<p>Namun pengaturan line spacing harus di coba secara langsung, terkadang bisa juga line spacing 20 point (dengan besar font 14 point) lebih nyaman di baca karena bentuk dan jenis font juga mempengaruhi.</p>
<h3>Desain Header &amp; Logo</h3>
<p>Sesimpel apapun desain header dan logo yang kamu buat haruslah menarik. Ibaratnya, header dan logo adalah wajah seseorang. Karena ini desain untuk blog, maka logo mungkin tidak menjadi keharusan, tetapi akan lebih baik jika kamu mempunyai logo walaupun hanya berbentuk tipografi (logotype). Desain logo yang unik akan menjadi identitas blog.</p>
<p>Desain header dapat disesuaikan dengan &#8220;feel&#8221; keseluruhan blog yang ingin kamu dapatkan. Kamu bisa bereksplorasi dengan ilustrasi, texture, atau bahkan bermain dengan white space.</p>
<h4>Inspirasi Desain Header Blog</h4>
<p><a href="http://www.boxoffice.es/"></a></p>
<p><a href="http://simonfosterdesign.com/blog/"></a></p>
<p><a href="http://www.6creations.com/"></a></p>
<p><a href="http://webislove.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.makefilmwork.com/"></a></p>
<h3>Styling Image</h3>
<p>Sebenarnya trik ini sangat simpel, hanya menambahkan border di sekitar image/photo yang kita gunakan pada posting. Dengan cara ini image akan tampil lebih menarik walaupun efek nya tidak terlalu terlihat. Akan terasa perbedaanya antara yang menggunakan dan tidak menggunakan styling image.</p>
<h4>Contoh Penerapan Border Pada Gambar</h4>
<p><a href="http://www.blog.spoongraphics.co.uk/tutorials/the-making-of-a-blissful-fantasy-album-art-design"></a></p>
<p><a href="http://www.webdesignerwall.com/tutorials/css3-gradient-buttons/"></a></p>
<h3>Optimasi Sidebar</h3>
<p>Mayoritas blog mempunyai sidebar, tapi terkadang kita suka bingung ingin menaruh fitur/widget apa di bagian ini. Sebelum kamu menambahkan widget dengan membabi buta, lebih baik pikirkan dulu hal selain konten yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca.</p>
<p>Untuk optimasi sidebar ini tidak ada tips yang baku, semuanya kembali lagi kepada kamu. Dari hasil pengamatan saya, sidebar pada blog biasanya di gunakan untuk,</p>
<ul>
<li>Komentar Terkini</li>
<li>Posting Pilihan (Featured)</li>
<li>Posting Terpopuler</li>
<li>Banner Iklan</li>
<li>Twitter / Facebook Page stream</li>
<li>Icon Social Media</li>
<li>Flickr Gallery</li>
<li>Kategori Posting</li>
<li>Archives</li>
<li>Voting Widget (menampilkan voting atau hasil voting)</li>
<li>Peringkat Komentator</li>
<li><em>( Kemungkinan lain, silakan beritahu saya melalui kolom komentar   )</em></li>
</ul>
<h4>Inspirasi Sidebar</h4>
<p><a href="http://www.engadget.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.behoff.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.pvmgarage.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.relevantmagazine.com/"></a></p>
<p><a href="http://webdesignledger.com/"></a></p>
<h3>Kolom Komentar</h3>
<p>Bagian yang ini memang sudah menjadi default dari semua blog engine yang ada dan tujuan nya semua sama, yaitu untuk menciptakan komunikasi 2 arah antara penulis dan pembaca.</p>
<p>Banyak cara untuk menjadikan kolom komentar menjadi menarik, selain dari segi visual, penggunaan kata-kata yang unik juga menjadi faktor tambahan supaya pembaca mau menulis komentarnya. Agar pembaca nyaman menulis komentar, <strong>sebaiknya bagian field komentar di buat lebih lebar dan agak tinggi</strong>, ini akan berguna bagi pembaca yang ingin menulis komentar yang lumayan panjang.</p>
<h4>Inspirasi Kolom Komentar</h4>
<p><a href="http://www.tvidesign.co.uk/blog/improve-your-jquery-25-excellent-tips.aspx#addComment"></a></p>
<p><a href="http://www.newspond.com/chat/"></a></p>
<p><a href="http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&amp;gid=93009&amp;discussionID=21578410&amp;goback=.anh_93009"></a></p>
<p><a href="http://jasonsantamaria.com/dailyphoto/escape1/"></a></p>
<p><a href="http://www.designlessbetter.com/blogless/posts/how-to-display-video-content-from-vimeo-with-valid-xhtml#comments"></a></p>
<h3>Optimasi Footer</h3>
<p>Trend Big Footer sepertinya masih akan berlangsung lama karena fungsinya sebagai area pemberhentian kedua setelah area konten yang berada di paling atas.</p>
<p>Ada 2 tujuan dasar mendesain big footer pada blog,</p>
<ol>
<li>Untuk meletakan fitur tambahan yang tidak cocok (tidak muat) di letakan di sidebar atas.</li>
<li>Membuat pembaca lebih mendalami konten blog (misalnya, dengan menaruh widget &#8220;Most Discussed Articles&#8221;)</li>
</ol>
<p>Yang pasti footer bukan lagi ruang yang di anak-tiri kan lagi, malah bisa mendukung keseluruhan konten blog.</p>
<h4>Inspirasi Footer Efektif</h4>
<p><a href="http://www.bushtheatre.co.uk/"></a></p>
<p><a href="http://css-tricks.com/"></a></p>
<p><a href="http://samrayner.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.bcandullo.com/"></a></p>
<p><a href="http://kailoon.com/giveaway-result-5-winners-needed-for-flashmoto-cms-and-conceptfeedback/"></a></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Blog dengan konten yang bagus akan menjadi lebih bagus lagi jika menggunakan desain yang efektif dan cantik. Konten dan desain tidak lagi menjadi hal yang terpisah, melainkan bersinergi menghasilkan suatu blog yang memukau dan berguna bagi banyak orang.</p>
<p>Sudah siap mendesain (atau me-redesain) kamu? Atau ada elemen yang tertinggal? Mari berkomentar!  </p>
<script type='text/javascript'>document.getElementById("post-2099-blankimage").onload();</script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimasi Garis 1 Pixel Pada Desain Website</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/optimasi-garis-1-pixel-pada-desain-website/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/optimasi-garis-1-pixel-pada-desain-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 17:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Detail]]></category>
		<category><![CDATA[Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Website Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1583</guid>
		<description><![CDATA[
Walaupun secara visual kehadirannya sering terabaikan, tetapi bagi desainer yang teliti dan mengejar detail pada karyanya, 1 pixel itu kegunaannya sangat penting sekali. Terkadang pengunaan garis 1 pixel secara tepat bisa menjadi salah satu hal yang membedakan desainer baik dan desainer terbaik.

Desain website modern sekarang ini banyak menggunakan trik 1 pixel. Kegunaannya bisa bermacam-macam, selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Walaupun secara visual kehadirannya sering terabaikan, tetapi bagi desainer yang teliti dan mengejar detail pada karyanya, 1 pixel itu kegunaannya sangat penting sekali. Terkadang pengunaan garis 1 pixel secara tepat bisa menjadi salah satu hal yang membedakan desainer baik dan desainer terbaik.</p>
<p><span id="more-1583"></span></p>
<p>Desain website modern sekarang ini banyak menggunakan trik 1 pixel. Kegunaannya bisa bermacam-macam, selain untuk memberikan detail visual yang tidak terlalu berlebihan, garis 1 pixel juga bisa menambah faktor kenyamanan pengguna. Berikut beberapa contoh penggunaan garis 1 pixel pada desain website.</p>
<h3>Memperjelas Batas</h3>
<p>Yang ini sudah jelas fungsinya, yaitu untuk memberikan jarak antar konten satu dengan yang lain supaya pengguna mendapat ruang yang lebih nyaman dalam membaca.  Biasanya di gunakan untuk memisahkan beberapa kelompok text/paragraf (contoh: Twitter Stream, News Feed, dll).</p>
<p></p>
<p>Trik untuk membuat efek pembatas seperti gambar di atas adalah dengan menggunakan 2 garis masing-masing berukuran 1 pixel. Lalu buat warna garis yang satu lebih terang dari warna yang lainnya, dan tempatkan keduanya saling berdempetan.</p>
<p></p>
<h3>Mempertajam Bidang</h3>
<p>Garis tipis 1 pixel juga bisa di gunakan untuk memoles garis luar bidang, sehingga hasil akhirnya akan terlihat lebih tajam dan berbeda. Efek ini memang tidak terlalu jelas kelihatan, tetapi bila di bedakan antara yang memakai dan yang tidak, baru akan terlihat mana yang lebih nyaman di mata.</p>
<p></p>
<p></p>
<h3>Memberikan Detail Visual</h3>
<p>Tombol yang simpel dapat terlihat menarik kalau kita menggunakan outline 1 pixel dengan warna yang tepat. Dan tentu saja tombol yang efektif adalah tombol yang lebih &#8216;mengundang&#8217; pengguna untuk mengklik.</p>
<p></p>
<h3>Contoh &amp; Inspirasi</h3>
<p><a href="http://themeforest.net/"></a></p>
<p><a href="http://www.metalabdesign.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.foxtie.com/"></a></p>
<p><a href="http://nosotroshq.com/"></a></p>
<p><a href="http://themeforest.net/theme_previews/86363-megalodon"></a></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>1 pixel memang kecil, namun memegang peranan penting terhadap hasil akhir suatu desain website. Dengan penggunaan dan trik yang tepat kita bisa menciptakan detail yang akan memberikan dampak signifikan.</p>
<p>Jadi, kalau sekarang kamu sudah selesai mendesain website, coba cermati kembali supaya hasilnya adalah sebuah desain website yang &#8216;matang&#8217;.</p>
<p>Apakah kamu sering menggunakan trik ini juga? Atau ada trik detail yang lain? Silakan berbagi di kolom komentar  </p>
<p><em>Jangan lupa bergabung di </em><a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/pool/" target="_blank"><em>Grup  Flickr Jurus Grafis</em></a><em> untuk memamerkan karya kamu, temui  juga </em><a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>Jurus  Grafis di Twitter</em></a><em> dan </em><a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank"><em>Facebook</em></a><em>. Mari berlangganan Jurus  Grafis melalui </em><a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank"><em>Email</em></a><em> atau </em><a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>RSS</em></a><em>.</em></p>
<script type='text/javascript'>document.getElementById("post-1583-blankimage").onload();</script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/optimasi-garis-1-pixel-pada-desain-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merancang Desain Website Seperti Kartunama</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-desain-website-seperti-kartunama/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-desain-website-seperti-kartunama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 15:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Web]]></category>
		<category><![CDATA[Kartunama]]></category>
		<category><![CDATA[Minimalis]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[
Ya kamu tidak salah membaca, kita akan merancang desain website kartunama. Sekarang ini sedang tren di luar sana karena gaya visual nya yang biasanya minimalis dan to the point. Sehingga waktu loading yang di butuhkan lebih cepat di banding website portfolio biasa.

Sebelum kita memulai mendesain untuk website (jenis apa saja, tidak hanya web kartunama ini) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Ya kamu tidak salah membaca, kita akan merancang desain website kartunama. Sekarang ini sedang tren di luar sana karena gaya visual nya yang biasanya minimalis dan to the point. Sehingga waktu loading yang di butuhkan lebih cepat di banding website portfolio biasa.</p>
<p><span id="more-473"></span></p>
<p>Sebelum kita memulai mendesain untuk website (jenis apa saja, tidak hanya web kartunama ini) kita perlu <a href="http://960.gs/" target="_blank">mengunduh template grid yang sudah menjadi standar</a> jaman sekarang, yaitu <strong>960 Grid System</strong>. Dengan menggunakan grid ini kita di bantu, karena ukuran lebar website kita pasti aman di resolusi monitor manapun (dari 1024 x 768 ke atas), dan juga untuk mempermudah proses pengkodingan nantinya.</p>
<p>Mengapa website kartunama? well, selain tren, cara penggunaan website ini juga mudah, tidak banyak embel-embel sana sini dan konsep bentuk nya yang mini sangat menarik dan berbeda, seperti kartunama tetapi online. Biasanya hanya terdiri dari 3-4 menu utama saja, walaupun ada juga yang hanya 1 menu (halaman about saja). Ok, jika sudah siap semua, mari kita mulai!  </p>
<h3>Langkah 1</h3>
<p>Buka template 960 gs yang sudah kamu unduh tadi di photoshop. Untuk website jenis ini, saya menggunakan tipe 12 kolom.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 2</h3>
<p>Buat background dengan menggunakan Rectangle Tool (U). Sisakan bagian atas tetap kosong, karena kita akan membuat 2 bidang background.</p>
<p></p>
<p>Duplikasi layer &#8216;back1&#8242; sehingga menghasilkan layer &#8216;back1 copy&#8217;, ubah nama layer nya menjadi &#8216;back2&#8242;. Lalu pindahkan ke bawah layer &#8216;back1&#8242; dan geser ke atas sehingga menghasilkan bidang background yang kedua.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 3</h3>
<p>Gunakan Rectangle Tool lagi dan buat bidang berwarna putih sebagai dasar konten web ini. Atur supaya bidang ini pas berada di tengah dokumen. (caranya mudah tinggal menghitung grid kiri dan kanan lalu samakan jumlahnya). Perhatikan juga pengorganisasian layer kamu, gunakan folder dan namakan setiap layer. Ingat, mungkin saja bukan kamu nantinya yang melakukan proses koding, jadi lebih baik buat dokumen ini mudah di mengerti.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya membuat bagian bawah bidang konten dengan Rounded Corner. Tetap gunakan Rectangle Tool, tekan icon Rectangle Tool sampai muncul list bentuk-bentuk yang bisa kita gunakan, lalu pilih Rounded Rectangle.</p>
<p>Sengaja saya buat terpisah supaya nanti jika konten nya banyak (memanjang ke bawah), maka kita tinggal mengatur shape Rounded Rectangle saja yang masih bersifat vektor dengan sangat mudah.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 4</h3>
<p>Kita akan membuat efek seperti kertas berlipat dari dalam background. Buat bidang diantara layer &#8216;back1&#8242; dan &#8216;back2&#8242; dengan menggunakan Rounded Rectangle Tool.</p>
<p></p>
<p>Lalu buat bayangan lipatan nya, masih dengan menggunakan Rounded Rectangle Tool, setelah itu lakukan Masking pada layer tersebut. Cara Masking adalah pilih layer yang mau di masking &gt; klik kanan &gt; Create Clipping Mask.</p>
<p></p>
<p>Buat juga bayangan untuk sisi kanan dengan teknik yang sama, sehingga hasil yang kamu dapat akan menjadi seperti dibawah ini.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 5</h3>
<p>Supaya tidak terlihat kaku, maka kita akan memberikan efek dimensi di dalam bayangan tersebut. Dobel klik layer bayangan tersebut dan berikan Style Gradient Overlay. Aplikasikan juga pada sisi bayangan yang satu lagi, jangan lupa merubah arah gradient nya sehingga terlihat natural.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 6</h3>
<p>Selanjutnya kita membuat bayangan untuk bidang putih, yang perlu di perhatikan adalah intensitas bayangan, jangan terlalu terlihat sekali, cukup sedikit saja dengan pengaturan Opacity. Jadi efek yang di hasilkan akan terlihat lebih lembut dan natural.</p>
<p>Gunakan Soft Brush (B) karena lebih mudah di kontrol dan tidak kaku, daripada langsung memberikan efek Drop Shadow biasa.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 7</h3>
<p>Berikan dimensi pada background dengan menggunakan Soft Brush. Buat layer baru, lalu langsung masking di atas layer &#8216;back1&#8242;. Setelah itu kamu tinggal mem-brush   dari kiri ke kanan.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 8</h3>
<p>Sekarang background yang kedua, di bidang ini kita akan memberikan efek cahaya seolah-olah ada di belakang area konten. Caranya masih sama dengan langkah 7.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 9</h3>
<p>Buat tombol menu utama. Untuk saat ini saya menggunakan 3 menu saja, yaitu About, Works dan Contact. Gunakan Rounded Rectangle Tool dan atur posisi nya sehingga jarak setiap tombol sama persis.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 10</h3>
<p>Berikan Layer Style pada ketiga tombol tersebut. Yang pertama kita akan menggunakan Gradient Overlay, untuk menghasilkan dimensi (supaya tidak flat), dan yang kedua kita menambahkan Stroke, agar tombol terlihat lebih tajam. Ikuti pengaturan di bawah ini, lalu Copy Layer Style (caranya : pilih layer tombol &gt; klik kanan) ke setiap tombol.</p>
<p></p>
<p>Saya memutuskan untuk mengatur ulang bentuk tombol menjadi seperti di bawah ini. Menggunakan warna merah pada tombol yang sedang aktif dan warna abu-abu muda untuk yang tidak aktif.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 11</h3>
<p>Namakan tombol tersebut dengan Type Tool, saya menggunakan font Georgia Bold Italic dan setelah itu beri efek Drop Shadow supaya lebih jelas.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 12</h3>
<p>Buat dimensi pada bagian konten area dengan menggunakan Rounded Rectangle Tool, lalu Masking Shape tersebut dengan Gradient.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 13</h3>
<p>Sekarang saatnya kita mengisi bagian konten tersebut, saya menggunakan gaya yang minimal saja. Gunakan foto atau avatar kamu, lalu atur tata letak tulisan.</p>
<p>Yang perlu di ingat adalah ukuran font pada body text, sekarang ini standar nya adalah 14 point, memang 12 point masih terbaca, tetapi saya tidak mau menyulitkan orang yang melihat website kartunama ini.</p>
<p></p>
<h3>Hasil Akhir</h3>
<p>Selanjutnya tinggal membereskan tiap bagian, saya berusaha membuat nya se-simpel mungkin. Untuk bagian Works, langsung menampilkan portfolio, jika di klik akan muncul LightBox lengkap dengan judul projek. Dan yang terakhir bagian Contact, langsung menampilkan form kontak.</p>
<p>Kamu bisa mengganti bagian Contact, dengan icon social media, seperti Facebook, Twitter dan lain nya untuk memudahkan orang mengontak dan berteman dengan kamu.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Yak! kita sudah selesai, tinggal merapihkan dokumen (menamakan layer dan mengatur folder) lalu siap untuk di berikan ke web developer/programmer, atau lebih baik lagi kalau kamu bisa melakukan pemrograman sendiri.</p>
<p>Bagi yang berbaik hati ingin mengkoding website kartunama ini silakan, tolong beritahu saya dan kita bisa bagikan gratis kepada para pembaca Jurus Grafis, mau sekalian di buat tutorial koding nya di blog kamu juga boleh.   Dapatkan dokumen ini (1 Mb) dengan menggunakan tombol unduh di akhir posting.</p>
<p><em>* </em><strong><em>Update</em></strong><em> &#8211; Ikuti juga tutorial konversi PSD menjadi CSS/Html desain web kartunama ini di </em><a href="http://visualmagz.com/web-design/tutorial-desain-website-format-kartunama-dengan-960-grid-system/" target="_blank"><em>VisualMagz</em></a></p>
<p>Tautan Terkait :<br />
<a href="http://cahcepu.com/inspirasi/32-contoh-tren-web-design-seperti-kartu-nama" target="_blank">32 Contoh Tren Web Design Seperti Kartunama </a></p>
<a class="downloadlink" href="http://jurusgrafis.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=5" title="Version1 downloaded 406 times" >Merancang Desain Website seperti Kartunama (406)</a>
<script type='text/javascript'>document.getElementById("post-473-blankimage").onload();</script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-desain-website-seperti-kartunama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
