<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; Blog</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/tag/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 05:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Mendesain Website Bertipe Blog Portfolio &#8211; Bagian 2</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-bertipe-blog-portfolio-bagian-2/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-bertipe-blog-portfolio-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 10:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2391</guid>
		<description><![CDATA[Pada bagian ke 2 ini kita akan menyelesaikan 3 elemen dari BlogFolio tersebut, yaitu &#8220;posting terbaru&#8221; , &#8220;shelf portfolio&#8221; dan &#8220;footer&#8221;. Bagi yang baru mengikuti tutorial ini, silakan lihat bagian 1 terlebih dulu. Ok, mari kita lanjut! Langkah 9 Kita masuk ke &#8220;posting terbaru&#8221;. Buat area konten dengan menggunakan Rounded Rectangular Tool, atur roundness nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Pada bagian ke 2 ini kita akan menyelesaikan 3 elemen dari BlogFolio tersebut, yaitu &#8220;posting terbaru&#8221; , &#8220;shelf portfolio&#8221; dan &#8220;footer&#8221;.</p>
<p><span id="more-2391"></span></p>
<p>Bagi yang baru mengikuti tutorial ini, silakan <a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-blog-portfolio-bagian-1/" target="_blank">lihat bagian 1 terlebih dulu</a>. Ok, mari kita lanjut!  </p>
<h3>Langkah 9</h3>
<p>Kita masuk ke &#8220;posting terbaru&#8221;. Buat area konten dengan menggunakan Rounded Rectangular Tool, atur roundness nya menjadi 2 pixel.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 10</h3>
<p>Selanjutnya kita membuat icon tipe posting, untuk stock icon nya silakan gunakan <a href="http://gentleface.com/free_icon_set.html" target="_blank">Free Tool Bar icons dari Gentleface</a> (gratis untuk kepentingan personal). Buat lingkaran dengan menggunakan Ellipse Tool, tetapi rubah settingnya menjadi &#8220;Paths&#8221; sehingga tidak langsung terisi warna. Setelah itu Klik Kanan dan pilih Stroke Path.</p>
<p><em>* sebelum memilih Stroke Path, ubah dulu jenis Brush yang akan kita gunakan untuk lingkaran ini. </em></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<h3>Langkah 11</h3>
<p>Tempatkan icon pencil yang sudah di unduh tadi ke dalam lingkaran. Dan setelah itu samakan warnanya antara lingkaran dan icon pencil dengan menggunakan Layer Styles &gt; Color Overlay.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Atur besar icon dengan menggunakan Transform Tool (Ctrl + T) dan tempatkan di kiri atas area konten.</p>
<p></p>
<p>Berikan efek grunge pada icon dengan menggunakan Layer Masking. Caranya persis sama saat kita membuat garis grunge di navigasi utama.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 12</h3>
<p>Ketik juduli posting, info dan paragraf deskripsi. Gunakan Bebas Neue untuk judul post, Arial untuk info dan Georgia untuk paragraf. Atur layoutnya hingga menjadi seperti gambar di bawah ini,</p>
<p></p>
<h3>Langkah 13</h3>
<p>Buat frame foto (post image frame) dengan menggunakan Rounded Rectangular Tool dan letakkan di sebelah kiri paragraf.</p>
<p></p>
<p>Buat lagi persegi dengan menggunakan Rectangular Tool, kali ini untuk tempat menaruh foto (post image). Saya merubah warna frame foto menjadi agak kekuningan dan memberikan sedikit efek Drop Shadow.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 14</h3>
<p>Kita akan membuat kesan foto yang berkilap dengan menggunakan Pen Tool. Gambar segitiga berwarna putih di atas area foto.</p>
<p></p>
<p>Selagi shape segitiga yang baru kita buat itu terseleksi, tekan icon masking pada window layers (sama dengan metode masking). Setelah itu gunakan Gradient Tool berwarna hitam putih, dan drag dari atas ke bawah sehingga ada bagian yang hilang secara halus.</p>
<p></p>
<p>Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini. Saya sudah menambahkan foto juga.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 15</h3>
<p>Gunakan Pencil Tool (B) berwarna biru sebesar 1 pixel untuk membuat garis. Duplikasi dan posisikan sehingga berada di antara baris paragraf.</p>
<p></p>
<p>Hide dulu sementara foto beserta frame yang telah kita buat tadi. Dan lanjutkan dengan garis merah vertikal.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 16</h3>
<p>Buat efek ujung pita pada konten area dengan menggunakan Polygon Tool 3 sisi. Caranya sama saat kita membuat status aktif pada navigasi utama.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini,</p>
<p></p>
<h3>Langkah 17</h3>
<p>Kita akan membuat link &#8220;Read More&#8221; dengan garis seperti efek coretan tangan. Ketik &#8220;Read More&#8221;, letakkan di kanan bawah. Gunakan Splatter Brush berukuran kecil (4-6 point) dan coret brushnya (cara ini memang agak sedikit manual  ).</p>
<p></p>
<h3>Langkah 18</h3>
<p>Supaya tidak polos, kita akan menambahkan tekstur pada area konten. Unduh <a href="http://www.flickr.com/photos/wheatfields/4525279825/sizes/o/" target="_blank">gambar kertas dari Flickr</a> dan masukkan kedalam dokumen. Atur Brightness/Contrast dan Hue/Saturation kertas tersebut.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Setelah itu Clipping Mask tekstur kertas ke dalam area konten dan berikan efek Noise.</p>
<p></p>
<p>Supaya grafik ini bisa di coding, maka kita hanya akan menggunakan bagian atas saja dari tekstur. Dengan begitu tidak akan ada masalah nanti jika kontennya (area text) menjadi panjang ke bawah. Gunakan Layer Masking dan Gradient Tool.</p>
<p></p>
<p>Hasil sementara akan terlihat seperti di bawah ini, saya merubah warna judul posting menjadi merah pastel agar terlihat lebih menonjol di banding elemen lain.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 19</h3>
<p>Selanjutnya kita membuat shelf/rak untuk portfolio terbaru. Gunakan Rounded Rectangle Tool dengan roundness 2 pixel.</p>
<p></p>
<p>Berikan Layer Styles Inner Shadow dan Gradient Overlay dengan setting seperti gambar di bawah,</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Hasilnya akan seperti di bawah ini,</p>
<p></p>
<h3>Langkah 20</h3>
<p>Gunakan Pen Tool untuk membuat efek 3d (dudukan rak). Nyalakan guide supaya ujungnya pas dan gunakan warna yang lebih gelap dari shelf yang pertama.</p>
<p></p>
<p>Berikan Layer Styles Gradient Overlay pada dudukan rak tersebut.</p>
<p></p>
<p>Hasilnya akan seperti gambar di bawah ini,</p>
<p></p>
<h3>Langkah 21</h3>
<p>Supaya lebih realistis, kita akan memberikan bayangan dan sedikit cahaya pada shelf ini. Caranya sangat mudah, hanya dengan Soft Brush dan Transform Tool untuk mengatur posisi dan besarnya. Atur juga Opacity layer brush tersebut supaya tidak terlalu &#8216;keras&#8217;.</p>
<p></p>
<p></p>
<h3>Langkah 22</h3>
<p>Untuk area thumbnail portfolio kita menggunakan Rectangle Tool.</p>
<p></p>
<p>Supaya thumbnail ini tidak terlalu polos nantinya, kita akan menggunakan efek Inner Shadow sebesar 1 pixel dan Gradient Overlay.</p>
<p></p>
<p></p>
<h3>Langkah 23</h3>
<p>Berikan efek bayangan thumbnail dengan menggunakan Soft Brush. Saya tidak menggunakan Layer Styles Drop Shadow karena kebutuhannya tidak cocok, kalau di paksakan maka bayangannya tidak akan terlihat natural.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini,</p>
<p></p>
<p>Untuk menyelesaikan bagian ini, gabungkan dulu semua layer thumbnail (thumb dan bayangan thumb) kedalam 1 folder dan duplikasi sebanyak 2 kali. Lalu atur posisinya hingga terlihat rapih.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 24</h3>
<p>Tambahkan heading &#8220;Latest Works&#8221; dan gunakan garis yang sama pada main menu (copy paste). Namun kamu boleh saja membuat garis baru lagi untuk bagian ini.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 25</h3>
<p>Gunakan logo yang sama pada bagian footer, tambahkan sedikit tulisan &#8220;All Rights Reserved&#8221; (opsional). Untuk thumbnail portfolio saya menggunakan 3 karya dari pool Jurus Grafis di Flickr (ini hanya untuk mensimulasikan saja). Ketiga karya yang saya pakai adalah karya <a href="http://www.flickr.com/photos/52113936@N07/4922493781/in/pool-1217753@N20" target="_blank">Nur Cholis</a>, <a href="http://www.flickr.com/photos/45502925@N02/4929504052/in/pool-1217753@N20" target="_blank">Ilham Sul Putra</a> dan <a href="http://www.flickr.com/photos/mo2ncreation/4918426390/in/pool-1217753@N20" target="_blank">Pramono Streetatmoshphere</a> (ijin ya teman  ).</p>
<p>Untuk mempermanis dan tetap 1 gaya secara keseluruhan, maka saya memutuskan untuk menambahkan efek kilapan di thumbnail. Dan kita sudah selesai!</p>
<p></p>
<h3>Hasil Akhir</h3>
<p><a href="http://cl.ly/2NuR"></a></p>
<p>Untuk melihat versi yang lebih besar (ukuran sebenarnya), silakan <a href="http://cl.ly/2NuR" target="_blank">klik tautan ini</a> atau klik gambar di atas.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Hal terpenting dalam mendesain web adalah perencanaan (Sitemap dan Wireframe), setelah itu kita baru masuk ke hal yang bersifat visual. Desain website pada dasarnya adalah pengaturan informasi (Information Architecture), visual hanyalah elemen pendukung agar user lebih mudah, nyaman dan betah mengkonsumsi website kita.</p>
<p>Untuk mempelajari tutorial ini lebih dalam, kamu bisa mengunduh dokumen Photoshop BlogFolio (2,7 Mb) melalui tombol di bawah ini. Sekarang, ayo giliran kamu yang mulai mendesain   Selamat mencoba!</p>
<a class="downloadlink" href="http://jurusgrafis.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=17" title="Version1 downloaded 1429 times" >BlogFolio by Jurus Grafis (1429)</a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-bertipe-blog-portfolio-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendesain Website Bertipe Blog Portfolio &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-blog-portfolio-bagian-1/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-blog-portfolio-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 13:38:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2324</guid>
		<description><![CDATA[Setiap desainer tentu harus mempunyai portfolio. Namun selain mempunyai portfolio, kita juga harus mempunyai tempat untuk memamerkannya. Dan untuk saat ini jalan yang paling efektif adalah mempunyai blog yang sekaligus berfungsi sebagai portfolio. Kenapa Blog-Portfolio (BlogFolio) ? Alasan yang paling umum adalah karena membuat blog sangat mudah. Kamu bisa mendaftar di Blogspot atau WordPress, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Setiap desainer tentu harus mempunyai portfolio. Namun selain mempunyai portfolio, kita juga harus mempunyai tempat untuk memamerkannya. Dan untuk saat ini jalan yang paling efektif adalah mempunyai blog yang sekaligus berfungsi sebagai portfolio.<span id="more-2324"></span></p>
<h3>Kenapa Blog-Portfolio (BlogFolio) ?</h3>
<p>Alasan yang paling umum adalah karena membuat blog sangat mudah. Kamu bisa mendaftar di Blogspot atau WordPress, lalu langsung menggunakan template yang ada. Selain karena kemudahannya, ada beberapa faktor yang saya anggap penting yaitu,</p>
<ul>
<li><strong>Tempat mencurahkan ide &amp; pemikiran.</strong> Dengan cara ini kita bisa lebih memposisikan personal brand kita dan tidak hanya berperan hanya sebagai desainer grafis saja.</li>
<li><strong>Memperlihatkan hasil karya.</strong> Ini salah satu syarat yang sangat dasar, klien akan menggunakan jasa desain kita berdasarkan apa yang telah mereka lihat dari portfolio kita sebelumnya.</li>
<li><strong>Mendapatkan koneksi baru. </strong>Website tipe BlogFolio adalah cara yang tepat karena biasanya mempunyai sistem komentar agar kita bisa berinteraksi dengan pengunjung.</li>
</ul>
<h3>Template Gratis Tidak Akan Cukup</h3>
<p>Inilah yang menjadi permasalahan. Kalau kita mau tampil unik maka kita harus mengubah template yang ada, bisa dari warna, layout, tipografi dan lainnya. Tetapi sebaiknya kita mendesain website BlogFolio kita dari nol. Dengan begitu kita akan memegang kontrol penuh atas semua elemen desainnya. Sudah siap? mari mulai!</p>
<h3>Semua Berawal dari Sitemap</h3>
<p>Setiap website, se-simple apapun tetap membutuhkan sitemap. Ini di perlukan untuk mengetahui halaman yang kita perlukan dan tidak kita perlukan. Biasanya fitur-fitur website (seperti latest comment, popular posts, dll) juga akan kita pikirkan disini. Sebagai contoh, saya membuat sitemap BlogFolio seperti di bawah ini,</p>
<p></p>
<h3>Perancangan Wireframe</h3>
<p>Tahap selanjutnya adalah wireframe. Wireframe bisa di bilang sketsa/gambaran kasar dari website yang akan kita desain. Biasanya saya hanya menggunakan kertas dan bolpen untuk menggambar cepat letak-letak elemen website. Setelah kita dapat sketsa kasarnya, selanjutnya kita mencoba di Photoshop. Wireframe yang saya rancang terlihat seperti di bawah ini,</p>
<p></p>
<p>Dengan membuat wireframe, maka pemikiran kita akan di fokuskan kepada fungsi terlebih dulu. Lupakan sejenak gaya visual, karena di tahap inilah kita bisa memikirkan elemen mana yang paling penting, dimana kita akan meletakkan elemen itu dan bagaimana mempresentasikan konten.</p>
<h3>Saatnya Mendesain!</h3>
<p>Ok, kita sudah merencanakan semuanya. Sekaranglah saatnya bergulat dengan photoshop. Kita bisa mulai memikirkan elemen yang benar-benar visual. Mulai dari warna, font, finishing, gaya desain dan lainnya.</p>
<p>Seperti biasa kita akan menggunakan 960 Grid System, <a href="http://github.com/nathansmith/960-Grid-System/zipball/master" target="_blank">silakan diunduh</a>. Sedangkan font <a href="http://www.fontsquirrel.com/fonts/bebas-neue" target="_blank">Bebas Neue</a> akan menjadi pilihan yang tepat untuk Logo dan Headline.</p>
<h3>Langkah 1</h3>
<p>Buka template 960 Grid 12 kolom yang sudah di unduh tadi di Photoshop.</p>
<p></p>
<p>Untuk menyesuaikan dengan resolusi monitor mayoritas saat ini (widescreen) maka sebaiknya kita juga mendesain dalam bentuk widescreen.</p>
<p></p>
<p></p>
<h3>Langkah 2</h3>
<p>Kita mulai dengan membuat background terlebih dulu dengan menggunakan Rectangle Tool.</p>
<p></p>
<p>Gunakan warna coklat (agak pucat) untuk background BlogFolio ini. Setelah itu tambahkan tekstur dengan menggunakan efek filter Noise.</p>
<p></p>
<p>Supaya efek noisenya tidak terlalu berlebihan, gunakan maksimum 2 % saja. Sekarang ini saya menggunakan 1.2 %.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 3</h3>
<p>Gunakan font Bebas Neue untuk logo. Font ini sangat cocok untuk headline dan memberikan kesan bold yang elegan. Atur posisinya sehingga berada di tengah-tengah dokumen. Gunakan guide ( Ctrl + ; ) supaya pas dengan grid yang kita gunakan.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 4</h3>
<p>Berikan efek Letterpress pada logo ini. <a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/membuat-efek-letterpress-dengan-mudah-di-photoshop/" target="_blank">Tutorial Letterpress</a> pernah di tulis Jurus Grafis sebelumnya. Atau beri layer style dengan mengikuti setting seperti gambar di bawah ini,</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Selanjutnya tambahkan tagline di bawah logo. Langkah ini opsional, tetapi biasanya setiap website mempunyai tagline  . Saya menggunakan font Georgia Italic untuk tagline ini.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 5</h3>
<p>Kita akan membuat navigasi utama yang terdiri dari Home, Blog, Portfolio dan Contact. Gunakan font Bebas Neue untuk navigasi agar tetap satu irama dengan keseluruhan website nantinya.</p>
<p></p>
<p>Buat garis yang agak tebal dengan menggunakan Rectangle Tool dan letakkan di atas dan di bawah navigasi utama.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 6</h3>
<p>Supaya tidak terlalu polos, maka kita akan memberikan sedikit efek grunge pada garis tersebut. Pilih salah satu layer garis, lalu tekan icon masking yang ada di bawah window layer.</p>
<p></p>
<p>Setelah itu pilih splatter brush (ada di default brush) dan mulailah &#8220;menghapus&#8221; garis tersebut. Maka akan tercipta efek &#8220;rusak&#8221; atau &#8220;grunge&#8221; tanpa merubah bentuk asli layer garis tersebut. Lebih jelas tentang <a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/teknik-masking-dasar-di-photoshop/" target="_blank">teknik masking dasar</a>.</p>
<p></p>
<p>Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini,</p>
<p></p>
<h3>Langkah 7</h3>
<p>Supaya lebih jelas user sedang berada di halaman tertentu, kita akan membuat status halaman yang aktif pada navigasi utama. Gunakan Rectangle Tool lagi, dan posisikan di bawah Home.</p>
<p></p>
<p>Buat kesan seperti pita dengan menggunakan bentuk segitiga yang di atur secara berderet.</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Hasil sementara bentuk pita terlihat seperti gambar di bawah ini,</p>
<p></p>
<h3>Langkah 8</h3>
<p>Selanjutnya kita akan menambahkan beberapa efek layer styles pada pita tersebut agar tidak terlalu &#8220;datar&#8221;.</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Khusus untuk efek Pattern Overlay, saya sudah mempunyai bentuk pattern seperti gambar di bawah ini. Kamu juga bisa bereksperimen dengan pattern yang lain.</p>
<p></p>
<p>Inilah hasil efek pada pita setelah semua efek layer styles di gunakan.</p>
<p></p>
<h3>Bersambung</h3>
<p>Supaya tidak terlalu panjang, tutorial ini saya bagi menjadi 2. <a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-bertipe-blog-portfolio-bagian-2/" target="_blank">Lihat kelanjutannya</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/mendesain-website-blog-portfolio-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Inspirasi Desain Blog yang Modern dan Elegan</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/sumber/inspirasi-desain-blog/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/sumber/inspirasi-desain-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 14:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2198</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan posting sebelumnya tentang bedah desain blog, kali ini kita akan menikmati beberapa tren dan contoh desain blog yang sedang populer di tahun 2010. Tampaknya penggunaan layout yang minimalis, whitespace yang lumayan luas, dan pengaturan tipografi menjadi beberapa poin penting dalam mendesain blog saat ini. Kata orang, melihat secara langsung akan lebih baik daripada hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Melanjutkan posting sebelumnya tentang <a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/" target="_blank">bedah desain blog</a>, kali ini kita akan menikmati beberapa tren dan contoh desain blog yang sedang populer di tahun 2010.</p>
<p><span id="more-2198"></span></p>
<p>Tampaknya penggunaan layout yang minimalis, whitespace yang lumayan luas, dan pengaturan tipografi menjadi beberapa poin penting dalam mendesain blog saat ini. Kata orang, melihat secara langsung akan lebih baik daripada hanya berkata-kata, jadi silakan menikmati  </p>
<h3>Alonso</h3>
<p><a href="http://blog.alonsocreative.com/"></a></p>
<p>Yang menarik dari desain blog ini adalah elemen kecil yang &#8220;menabrak&#8221; layout. Seperti pada tag &#8220;by&#8221; dan kotak search di sebelah kanan yang melewati area konten.</p>
<h3>The Design Cubicle</h3>
<p><a href="http://www.thedesigncubicle.com/"></a></p>
<p>Bagi yang pernah melihat blog Brian Hoff ini pasti tidak lupa dengan styling archives nya di sidebar kanan. Selain itu area konten yang sengaja di buat lebih kecil dari blog lain juga menjadi satu ciri khas.</p>
<h3>Christoph Zillgens</h3>
<p><a href="http://christophzillgens.com/en/"></a></p>
<p>Penempatan icon di sebelah kiri yang melambangkan tipe setiap posting terbilang unik. Tipe seperti ini biasanya menggunakan platform Tumblr (yang memang sudah dari sananya seperti itu). Detil garis pembatas di setiap akhir posting juga memberikan detil yang kecil namun berdampak besar.</p>
<h3>Fresh 01</h3>
<p><a href="http://fresh01.co.za/"></a></p>
<p>Wow! Itu kata yang saya ucapkan sendiri pada waktu pertama kali melihat blog ini. Di lihat dari layout nya sih biasa saja, tapi kalau kamu sudah mulai scrolling, disitulah trik yang membuat blog ini menjadi favorit saya pribadi.</p>
<h3>Jay Hollywood</h3>
<p><a href="http://www.jayhollywood.com.au/the-blog/"></a></p>
<p>Penggunaan gambar yang besar pada header membuat blog ini mudah di kenali, walaupun dampak negatif nya adalah mengganggu navigasi utama di atas. Ini merupakan salah satu contoh layout dasar biasa saja bisa terlihat bagus jika di padukan dengan gambar yang menarik.</p>
<h3>Morphix Blog</h3>
<p><a href="http://blog.morphix.si/"></a></p>
<p>Desain blog ini membuktikan kalau grid dan ilustrasi bisa juga berkolaborasi menghasilkan desain yang bersahabat (fun) namun tetap terlihat bersih dan modern.</p>
<h3>Particle Lab</h3>
<p><a href="http://neutroncreations.com/blog/"></a></p>
<p>Saya tidak tahan melihat tipografi pada heading nya, sangat besar sekali! tapi itulah yang menjadi ciri khas blog ini. Perpaduan warna yang kalem dan warna-warni menghasilkan satu desain yang sedap di pandang. Mereka juga punya selera humor tersendiri dengan membuat lingkaran di header bisa bergerak (bukan dengan flash).</p>
<h3>Thomas Maier</h3>
<p><a href="http://thomasmaier.me/"></a></p>
<p>Simplisitas maksimum. Itu kesan pertama yang saya dapat. Elemen grafis yang menonjol hanya ada pada pita merah di kanan atas. Selebih nya semua visual lebih di utamakan kepada fungsi. Yang saya agak bingung, apa tujuan panah di samping menu links? Mungkin ada yang bisa berspekulasi? silakan berkomentar  </p>
<h3>Trent Walton</h3>
<p><a href="http://trentwalton.com/"></a></p>
<p>Sekali lagi contoh perkawinan layout sederhana dan visualisasi yang kuat akan menghasilkan desain yang powerful. Header yang digunakan adalah gambar utama posting, sehingga setiap kali ada posting baru, maka header akan ikut berganti. Ide yang bagus!</p>
<h3>Veerle Duoh</h3>
<p><a href="http://veerle.duoh.com/design"></a></p>
<p>Saya suka detil tekstur pada background blog ini, hampir tidak terlihat tapi kita bisa merasakannya. Kombinasi warna blog ini juga unik, feminin tapi juga tidak terlalu feminin, pas! Cara pengaturan layout juga tidak seperti blog kebanyakan, banyak yang bisa di pelajari dari blog Veerle ini.</p>
<h3>Ardian Trimurti</h3>
<p><a href="http://ardianzzz.com/"></a></p>
<p>Sejak pertama kali melihat langsung suka. Memang dari segi visual tidak ada yang menonjol di blog Ardian ini. Tetapi pegaturan tipografi yang sangat baik dan penggunaan whitespace yang maksimal membuat blog sederhana itu tidak terlihat sederhana. Yang menjadi nilai tambah adalah status visited link di kanan atas (akan ada icon checklist). Saya baru pertama kali melihat yang seperti itu.</p>
<h3>Working Library</h3>
<p><a href="http://aworkinglibrary.com/"></a></p>
<p>Bagi sebagian orang tampilan blog yang satu ini akan di anggap membosankan. Mungkin karena terlalu sederhana?. Namun yang pasti dari sisi fungsionalitas desain tipe ini sangat baik, heading yang besar, di bantu dengan sedikit deskripsi tentang posting. Saya merasa seperti membaca sebuah buku.</p>
<h3>Information Architects</h3>
<p><a href="http://informationarchitects.jp/"></a></p>
<p>Hampir sama dengan blog Trent Walton di atas, tipe ini sangat sederhana. Mengedepankan konten daripada visual. Pengaturan font pada heading dan body text sangat baik, sehingga membuat blog iA ini nyaman di baca dalam waktu yang lama.</p>
<p>Bagaimana menurut kamu inspirasi blog di atas? Ada blog favorit yang ingin kamu tambahkan? silakan berkomentar.</p>
<h3>Tinjauan Desain by Request</h3>
<p>Atas saran Ardian saya membuka kesempatan bagi teman-teman yang ingin desain blog/website nya di review di jurusgrafis. Kamu bisa mengirimkan link dan deskripsi singkat tentang website kamu ke <em>jurusgrafis@gmail.com </em></p>
<p>Selain memperoleh exposure, secara tidak langsung kamu akan mendapatkan feedback (dari komunitas jurus grafis juga melalui komentar), yang mudah-mudahan bisa di gunakan untuk mengembangkan website kamu. So, jangan ragu-ragu!  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/sumber/inspirasi-desain-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Desain: Struktur Blog dan Penerapannya</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 08:13:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2099</guid>
		<description><![CDATA[Fungsi sebuah blog sudah bergeser dari yang tadinya hanya sebatas tempat curhatan sang penulis, sekarang menjadi media publikasi bagi orang banyak (istilah keren nya, Citizen Journalism). Pada posting ini kita akan membahas beberapa elemen visual yang menjadikan desain sebuah blog menjadi efektif. Sinergi Desain &#38; Konten Inti dari blog memang ada pada konten blog itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Fungsi sebuah blog sudah bergeser dari yang tadinya hanya sebatas tempat curhatan sang penulis, sekarang menjadi media publikasi bagi orang banyak (istilah keren nya, Citizen Journalism). Pada posting ini kita akan membahas beberapa elemen visual yang menjadikan desain sebuah blog menjadi efektif.<span id="more-2099"></span></p>
<h3>Sinergi Desain &amp; Konten</h3>
<p></p>
<p>Inti dari blog memang ada pada konten blog itu sendiri, tetapi seperti <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/" target="_blank">diskusi kita terdahulu</a>, konten yang bagus jika tidak didukung dengan desain yang efektif maka tidak akan berhasil. Sebagian mungkin bisa bertahan karena faktor senioritas atau konten yang tidak dapat di temukan di blog lain. Tapi bagaimana dengan blogger junior yang walaupun mempunyai konten yang bagus tetapi kurang/belum memperhatikan desain blognya sendiri?</p>
<p>Lagipula, apa salahnya memanjakan pembaca dengan presentasi desain yang nikmat di mata? Selain membuat pembaca lebih betah berlama-lama di blog kita, manfaat lain tentu membuat pesan yang ingin kita sampaikan lebih mudah di tangkap.</p>
<p>Berikut adalah beberapa poin/tips yang bisa di gunakan untuk membuat desain blog menjadi lebih efektif.</p>
<h3>Tata Letak Kolom Konten</h3>
<p>Dari hasil pengamatan saya, ada 5 macam jenis tata letak kolom yang sering digunakan pada desain blog. Masing-masing tata letak mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun kita bisa menentukan yang terbaik bagi keperluan blog yang akan kita desain.</p>
<h4>1. Menurun Single (1 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Jenis ini merupakan tata letak yang standard dan hampir semua blog menggunakan metode ini. Dikarenakan sistem dokumentasi dan penanggalan blog yang berdasarkan hari, maka posting terbaru akan di letakkan di paling atas.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Pembaca sudah familiar dengan tata letak ini</li>
<li>Mudah menemukan posting terbaru</li>
<li>Ruang untuk konten lumayan luas</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Dari segi visual terlihat biasa saja</li>
<li>Pembaca akan mengalami sedikit kesulitan bila ingin melihat posting terdahulu</li>
</ul>
<h4>2. Menurun Paralel (2 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Sama dengan tipe menurun yang pertama, perbedaannya hanya pada kolom konten yang di bagi menjadi 2, sehingga dapat memuat lebih banyak konten di dalam satu halaman.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Pembaca dapat dengan mudah melihat beberapa posting terbaru</li>
<li>Memberikan pilihan kepada pembaca</li>
<li>Blog terasa lebih kaya akan konten</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Layout secara keseluruhan akan terlihat penuh</li>
<li>Kalau pengaturan masing-masing kolom tidak di perhatikan (tinggi kolom), akan terlihat berantakan</li>
<li>Beberapa pembaca akan bingung mana yang mau di baca terlebih dulu</li>
</ul>
<h4>3. Grid (4-6 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Sesuai dengan namanya, tata letak ini menggunakan sistem grid untuk mengatur tata letak kolom kontennya. Desainer bebas menentukan akan menggunakan berapa kolom, tergantung dengan kebutuhan dan jenis konten (lebih banyak gambar atau tulisan).</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Secara visual terlihat menarik</li>
<li>Semua posting dapat tampil dalam satu halaman</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Akan membingungkan pembaca</li>
<li>Dari sisi layout ada kemungkinan akan terlihat berantakan</li>
</ul>
<h4>4. Full Width</h4>
<p></p>
<p>Tipe yang satu ini tidak menggunakan kolom, tetapi menggunakan seluruh lebar halaman yang ada. Bahkan bagian sidebar kanan atau kiri tidak di gunakan, namun ada juga beberapa yang tetap menggunakan sidebar tetapi dengan porsi yang sangat minim.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Konten menjadi sorotan utama</li>
<li>Terlihat unik karena belum banyak yang menggunakan</li>
<li>Lebih nyaman di baca</li>
<li>Pembaca akan fokus kepada posting tanpa ada gangguan banner atau widget lain</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Terlihat &#8220;sepi&#8221;</li>
<li>Agak sulit menampilkan posting-posting sebelumnya</li>
<li>Butuh strategi khusus untuk menempatkan banner iklan atau widget lain</li>
</ul>
<h4>5. Custom Posting</h4>
<p></p>
<p>Kalau kamu mempunyai keahlian di bidang coding, pilihan ini mungkin bisa kamu pertimbangkan. Tipe ini merupakan tipe &#8220;break the rules&#8221; karena sama sekali tidak menggunakan template yang sama pada setiap posting. Melainkan menyesuaikan desain dengan konten dalam arti yang sebenarnya. Konsep nya sama seperti majalah yang melayout setiap artikel nya secara personal.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Sudah pasti terlihat unik</li>
<li>Sinergi konten dan desain sangat dapat dirasakan</li>
<li>Pembaca akan melihat seluruh posting karena penasaran akan tampilan visualnya</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Butuh waktu yang lumayan lama untuk membuat 1 posting saja</li>
<li>Tidak semua orang menguasai coding</li>
</ul>
<h3>Pengaturan Font</h3>
<p>Konten adalah jiwa dari sebuah blog karenanya kita harus memperhatikan cara kita menggunakan dan menampilkan text dengan baik. Tujuannya tak lain adalah agar nyaman di baca. Berikut ini beberapa hal yang harus di perhatikan,</p>
<h4>1. Jenis Font</h4>
<p></p>
<p>Di dalam blog pasti ada 2 jenis font yang harus di gunakan, yang satu sebagai heading, dan yang lain sebagai body text. Untuk bagian heading kita bisa menggunakan font yang jarang di pakai oleh desainer lain atau disesuaikan dengan kebutuhan dasar headline itu sendiri, yaitu untuk menjadi pusat perhatian.</p>
<p>Pada bagian heading kamu bisa menggunakan font yang tebal atau mencari font dengan bentuk yang unik (namun tetap terbaca). Penggunaan font yang tidak biasa pada heading juga bisa menjadi pembetukan karakter desain sebuah blog.</p>
<p>Yang kedua adalah font untuk body text. Di bagian ini sebaiknya kita menggunakan font standard yang memang di fungsikan untuk body text, alasan utamanya adalah agar text dapat di tampilkan dengan baik di semua monitor pembaca.</p>
<h4>2. Ukuran Font</h4>
<p></p>
<p>Yang akan lebih di bahas di sini adalah ukuran font pada body text. Karena perkembangan resolusi monitor saat ini, ukuran 12 point adalah ukuran standard. Tapi kalau kamu mau lebih meningkatkan kenyamanan dalam membaca bisa menggunakan 14 &#8211; 16 point, ukuran ini tergantung kepada jenis font yang kamu gunakan.</p>
<h4>3. Line Spacing</h4>
<p></p>
<p>Bagian ini sangat kecil, namun penting untuk menjaga kenyamanan saat kita membaca artikel. Rumus yang biasa di gunakan adalah besar font yang di gunakan, di tambah 4 point. Misalnya, kamu menggunakan font 14 point, maka line spacing yang ideal adalah 18 point.</p>
<p>Namun pengaturan line spacing harus di coba secara langsung, terkadang bisa juga line spacing 20 point (dengan besar font 14 point) lebih nyaman di baca karena bentuk dan jenis font juga mempengaruhi.</p>
<h3>Desain Header &amp; Logo</h3>
<p>Sesimpel apapun desain header dan logo yang kamu buat haruslah menarik. Ibaratnya, header dan logo adalah wajah seseorang. Karena ini desain untuk blog, maka logo mungkin tidak menjadi keharusan, tetapi akan lebih baik jika kamu mempunyai logo walaupun hanya berbentuk tipografi (logotype). Desain logo yang unik akan menjadi identitas blog.</p>
<p>Desain header dapat disesuaikan dengan &#8220;feel&#8221; keseluruhan blog yang ingin kamu dapatkan. Kamu bisa bereksplorasi dengan ilustrasi, texture, atau bahkan bermain dengan white space.</p>
<h4>Inspirasi Desain Header Blog</h4>
<p><a href="http://www.boxoffice.es/"></a></p>
<p><a href="http://simonfosterdesign.com/blog/"></a></p>
<p><a href="http://www.6creations.com/"></a></p>
<p><a href="http://webislove.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.makefilmwork.com/"></a></p>
<h3>Styling Image</h3>
<p>Sebenarnya trik ini sangat simpel, hanya menambahkan border di sekitar image/photo yang kita gunakan pada posting. Dengan cara ini image akan tampil lebih menarik walaupun efek nya tidak terlalu terlihat. Akan terasa perbedaanya antara yang menggunakan dan tidak menggunakan styling image.</p>
<h4>Contoh Penerapan Border Pada Gambar</h4>
<p><a href="http://www.blog.spoongraphics.co.uk/tutorials/the-making-of-a-blissful-fantasy-album-art-design"></a></p>
<p><a href="http://www.webdesignerwall.com/tutorials/css3-gradient-buttons/"></a></p>
<h3>Optimasi Sidebar</h3>
<p>Mayoritas blog mempunyai sidebar, tapi terkadang kita suka bingung ingin menaruh fitur/widget apa di bagian ini. Sebelum kamu menambahkan widget dengan membabi buta, lebih baik pikirkan dulu hal selain konten yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca.</p>
<p>Untuk optimasi sidebar ini tidak ada tips yang baku, semuanya kembali lagi kepada kamu. Dari hasil pengamatan saya, sidebar pada blog biasanya di gunakan untuk,</p>
<ul>
<li>Komentar Terkini</li>
<li>Posting Pilihan (Featured)</li>
<li>Posting Terpopuler</li>
<li>Banner Iklan</li>
<li>Twitter / Facebook Page stream</li>
<li>Icon Social Media</li>
<li>Flickr Gallery</li>
<li>Kategori Posting</li>
<li>Archives</li>
<li>Voting Widget (menampilkan voting atau hasil voting)</li>
<li>Peringkat Komentator</li>
<li><em>( Kemungkinan lain, silakan beritahu saya melalui kolom komentar   )</em></li>
</ul>
<h4>Inspirasi Sidebar</h4>
<p><a href="http://www.engadget.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.behoff.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.pvmgarage.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.relevantmagazine.com/"></a></p>
<p><a href="http://webdesignledger.com/"></a></p>
<h3>Kolom Komentar</h3>
<p>Bagian yang ini memang sudah menjadi default dari semua blog engine yang ada dan tujuan nya semua sama, yaitu untuk menciptakan komunikasi 2 arah antara penulis dan pembaca.</p>
<p>Banyak cara untuk menjadikan kolom komentar menjadi menarik, selain dari segi visual, penggunaan kata-kata yang unik juga menjadi faktor tambahan supaya pembaca mau menulis komentarnya. Agar pembaca nyaman menulis komentar, <strong>sebaiknya bagian field komentar di buat lebih lebar dan agak tinggi</strong>, ini akan berguna bagi pembaca yang ingin menulis komentar yang lumayan panjang.</p>
<h4>Inspirasi Kolom Komentar</h4>
<p><a href="http://www.tvidesign.co.uk/blog/improve-your-jquery-25-excellent-tips.aspx#addComment"></a></p>
<p><a href="http://www.newspond.com/chat/"></a></p>
<p><a href="http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&amp;gid=93009&amp;discussionID=21578410&amp;goback=.anh_93009"></a></p>
<p><a href="http://jasonsantamaria.com/dailyphoto/escape1/"></a></p>
<p><a href="http://www.designlessbetter.com/blogless/posts/how-to-display-video-content-from-vimeo-with-valid-xhtml#comments"></a></p>
<h3>Optimasi Footer</h3>
<p>Trend Big Footer sepertinya masih akan berlangsung lama karena fungsinya sebagai area pemberhentian kedua setelah area konten yang berada di paling atas.</p>
<p>Ada 2 tujuan dasar mendesain big footer pada blog,</p>
<ol>
<li>Untuk meletakan fitur tambahan yang tidak cocok (tidak muat) di letakan di sidebar atas.</li>
<li>Membuat pembaca lebih mendalami konten blog (misalnya, dengan menaruh widget &#8220;Most Discussed Articles&#8221;)</li>
</ol>
<p>Yang pasti footer bukan lagi ruang yang di anak-tiri kan lagi, malah bisa mendukung keseluruhan konten blog.</p>
<h4>Inspirasi Footer Efektif</h4>
<p><a href="http://www.bushtheatre.co.uk/"></a></p>
<p><a href="http://css-tricks.com/"></a></p>
<p><a href="http://samrayner.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.bcandullo.com/"></a></p>
<p><a href="http://kailoon.com/giveaway-result-5-winners-needed-for-flashmoto-cms-and-conceptfeedback/"></a></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Blog dengan konten yang bagus akan menjadi lebih bagus lagi jika menggunakan desain yang efektif dan cantik. Konten dan desain tidak lagi menjadi hal yang terpisah, melainkan bersinergi menghasilkan suatu blog yang memukau dan berguna bagi banyak orang.</p>
<p>Sudah siap mendesain (atau me-redesain) kamu? Atau ada elemen yang tertinggal? Mari berkomentar!  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Konten adalah Raja, Maka Desain adalah &#8230;?</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 05:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Graha Nurdian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Konten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[Hi everyone! Kembali lagi dengan saya Graha Nurdian di Jurus Grafis. Pada kesempatan ini saya ingin membuat posting diskusi mengenai hubungan desain dan konten, banyak para blogger yang berniat mencari &#8216;nafkah&#8217; melalui dunia maya ini dengan membuat blog, banyak juga orang yang mengatakan bahwa Konten adalah Raja Telah banyak debat, jajak pendapat dan komentar mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Hi everyone! Kembali lagi dengan saya Graha Nurdian di Jurus Grafis. Pada kesempatan ini saya ingin membuat posting diskusi mengenai hubungan desain dan konten, banyak para blogger yang berniat mencari &#8216;nafkah&#8217; melalui dunia maya ini dengan membuat blog, banyak juga orang yang mengatakan bahwa<br />
<span id="more-1812"></span></p>
<blockquote><p><strong>Konten adalah Raja</strong></p></blockquote>
<p>Telah banyak debat, jajak pendapat dan komentar mengenai hal tersebut, yang jelas cukup menjadi kontroversial dikalangan para blogger, sehingga para blogger cenderung membiarkan desain blog mereka acak &#8211; acakan karena mereka menganggap konten adalah satu-satunya hal yang paling penting.</p>
<p>Widget yang tidak beraturan, peletakan link sembarangan, dan gambar yang tidak tepat (dan tidak efektif) membuat saya sedih sebagai desainer (karena mereka kurang peduli terhadap desain blog nya sendiri   ).</p>
<p>Tetapi apa yang terjadi jika orang  melihat website anda dengan judul headline yang menakutkan? Apakah mereka akan berpikir telah mengunjungi website spam dan dengan segera menekan tombol back? (atau bahkan tombol close!) Hal itulah yang akan kita diskusikan pada artikel ini.</p>
<h3>Jika (Raja) Konten Sedang Berada di Hutan</h3>
<p></p>
<p>Coba kita umpamakan konten adalah seekor singa (sang raja hutan), apa yang dibutuhkan singa supaya terlihat menyeramkan dan kuat?. Sudah pasti auman yang keras, gigi yang besar dan kuat serta bulu tebal yang melingkari leher.</p>
<p>Jika kita mengumpamakan konten sebagai si raja hutan, maka &#8220;gigi yang besar&#8221; , &#8220;auman yang keras&#8221; , &#8220;bulu leher yang tebal dan indah&#8221; sudah jelas adalah desainnya bukan? Ini merupakan contoh sempurna bagaimana <strong>konten blog/website anda tidak bisa menjadi raja tanpa dukungan dari desain blog/website tersebut</strong>.</p>
<h3>Konten Sebagai Raja di Papan Catur</h3>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px"></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Konten anda merupakan raja bukan? Mari kita umpamakan konten adalah raja dalam permainan catur, di posisi manakah desain website anda di papan tersebut? Apakah sebagai prajurit (Pion) yang berdiri di garis depan dan melindungi raja dari musuh? Lalu bagaimana dengan benteng, ratu, kuda, menteri dan peran penting lainnya dalam permainan catur?</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Desain anda harus diperlakukan seperti semua peran dan langkah di papan catur karena mereka adalah bagian yang paling sering anda gunakan dan satu &#8211; satunya yang membuat permainan catur anda menjadi berbeda. Jadi, pastikan desain anda memiliki efek seperti itu &#8211; karena &#8220;<em>Raja anda&#8221; </em>bergantung kepada mereka.</p>
<h3>Desain Sebagai Jubah dan Mahkota yang Bagus</h3>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px"></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Menurut saya, jika konten adalah raja, maka desain haruslah seperti jubah yang berkilau dan mahkota yang dikenakan oleh sang raja. Hal itulah yang membuat raja terlihat berwibawa dan memancarkan citra yang positif.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Coba bayangkan jika sang raja keluar dengan kaus dalam, kotor, dan kolor (celana pendek), siapa yang akan menanggapinya dengan serius? Desain website anda juga begitu, harus diperlakukan seperti hiasan kue untuk konten <em>raja</em> anda.</p>
<h3>Opini anda</h3>
<p>Baiklah sekarang kita sampai di akhir artikel, bagaimana pendapat anda mengenai topik ini? Apakah anda mendukung konten itu sepenuhnya raja? Ayo sampaikan melalui kolom komentar dibawah  </p>
<p><em><strong>Update :</strong> Artikel ini merupakan saduran dari <a href="http://designbump.com/originals/if-content-really-king-then-what-design" target="_blank">If Content is Really King, Then What is Design?</a></em></p>
<p><em>Btw just for info saya juga punya blog ber niche desain seperti Jurus Grafis loh sebagai pelengkap bacaan desain anda. Silakan berkunjung ke <a title="Graha Design Blog" href="http://www.grahanurdian.web.id">Graha Design Blog</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Cara Meningkatkan Kualitas Artikel</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-meningkatkan-kualitas-artikel-blog/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-meningkatkan-kualitas-artikel-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 08:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1713</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang paling menarik dari aktivitas blogging adalah kita bisa belajar dan berbagi pada saat yang bersamaan. Nge-blog adalah suatu langkah &#8220;nothing to lose&#8221; dan tidak ada salahnya. Menurut saya, dengan media blog kita bisa membangun pertemanan dan jaringan yang lebih luas. Beberapa bulan terakhir ini saya melihat mulai banyak blog desain lokal yang bermunculan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Hal yang paling menarik dari aktivitas blogging adalah kita bisa belajar dan berbagi pada saat yang bersamaan. Nge-blog adalah suatu langkah &#8220;nothing to lose&#8221; dan tidak ada salahnya. Menurut saya, dengan media blog kita bisa membangun pertemanan dan jaringan yang lebih luas.</p>
<p><span id="more-1713"></span></p>
<p>Beberapa bulan terakhir ini saya melihat mulai banyak blog desain lokal yang bermunculan, indikasi yang sangat bagus!   Saya berharap pertumbuhannya bisa terus makin banyak dan makin berkualitas pula konten yang di tawarkan. Bicara tentang kualitas artikel artinya kita berbicara tentang inti dari blog itu sendiri yaitu konten.</p>
<p>Kalau kontennya biasa-biasa saja dan bisa di temukan di blog lain, maka kita akan mudah melupakan blog tersebut. Jadi bagaimana caranya meningkatkan kualitas artikel blog kita? Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk kamu yang baru mau mulai nge-blog atau bagi kamu yang sudah mempunyai blog desain sendiri.</p>
<h3>1. Riset</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/arnybo/2679622216/sizes/l/"></a></p>
<p>Saya suka bagian ini, kebanyakan artikel terbaru yang di tulis di Jurus Grafis merupakan hasil riset dari internet. Karena sebenarnya saya tidak begitu menguasai beberapa topik yang akan saya sampaikan. Jadi saya harus &#8216;belajar&#8217; terlebih dulu dengan melakukan riset selama beberapa hari atau beberapa jam.</p>
<p>Misalnya seperti artikel tentang <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/bedah-desain-website-portfolio-penerapannya/" target="_blank">bedah web portfolio</a>, sungguh saya tadinya tidak terlalu memperhatikan beberapa elemen yang di bahas di artikel itu, tapi karena ide dasarnya sudah ada (bedah web portfolio) maka saya hanya tinggal meluangkan waktu untuk mempelajari website portfolio desainer lain, membaca beberapa artikel yang berkaitan dan sebagainya.</p>
<p>Lakukanlah riset maka artikel yang kita tulis akan mempunyai dasar yang kokoh.</p>
<h3>2. Buat Draft Beberapa Poin Penting</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/paulworthington/82648702/sizes/l/"></a></p>
<p>Selagi melakukan riset kita akan menemukan beberapa poin penting yang bisa kita gunakan sebagai tulang punggung artikel kita. Catat poin itu dengan <a href="http://penzu.com" target="_blank">menggunakan Penzu</a>   atau tulis saja di kertas.</p>
<p>Dari poin-poin itu kita bisa mengembangkan kalimat atau paragraf pendukung yang akan memudahkan saat kita menulis nanti. Sebagai tambahan, orang juga lebih suka membaca artikel yang berupa poin daripada paragraf semua yang terlalu panjang dan melelahkan.</p>
<h3>3. Gunakan Gambar yang Tepat</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/anabadili/3375657138/sizes/l/"></a></p>
<p>Untuk memperkuat artikel kita bisa menggunakan gambar yang sesuai dengan topik yang sedang kita bicarakan. Selain untuk fungsi pendukung, gambar juga bisa menjadi tempat &#8216;beristirahat&#8217; bagi mata kita di antara paragraf artikel.</p>
<p>Akan lebih bagus lagi, untuk gambar utama (yang akan terlihat di awal artikel), kita mendesain sendiri gambar tersebut. Selain sudah menjadi keharusan bagi para desainer, cara ini juga memberikan sentuhan personal pada setiap artikel yang kita tulis (bahkan jika kamu hanya bermain dengan tipografi saja, itu sangat berarti).</p>
<p>Dan tentu saja, siapa yang tidak menyukai ilustrasi/foto yang menarik?</p>
<h3>4. Jangan Terburu-buru</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/en321/322710700/sizes/l/"></a></p>
<p>Jangan pernah langsung menekan tombol &#8216;publish&#8217; setelah kita selesai menulis. Biarkan dulu selama 2 jam sampai 1 hari, lalu baca kembali tulisan kita itu. Kalau perlu sempurnakan kata-kata yang kita pakai, mungkin ada beberapa kalimat yang terdengar aneh, link yang belum di tambahkan atau kita bisa mencari gambar yang lebih pas dan tepat.</p>
<p>Santai saja, simpan dulu semua tulisan kamu sebagai &#8216;Draft&#8217;. Kecuali kamu nge-blog dengan gaya &#8216;news&#8217; yang memang di haruskan untuk menjadi yang tercepat berada di publik.</p>
<h3>5. Baca Ulang dan Preview</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/paszczak000/3311707373/sizes/l/"></a></p>
<p>Saya terbiasa menekan tombol &#8216;preview&#8217; terlebih dulu setelah saya selesai menulis. Dengan preview kita bisa melihat dengan jelas dan pasti, akan seperti apa tampilan artikel kita yang sebenarnya. Perhatikan apakah kita lupa memberikan tag h2 atau h3, pemotongan kalimat (text warp) yang nyaman di lihat atau tidak, semua detil harus di periksa walaupun itu hanya barisan kata-kata.</p>
<h3>6. Dengarkan Pembaca</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/chrysti/2417691082/sizes/l/"></a></p>
<p>Cara ini sangat mudah, coba pantau komentar yang ada di blog kamu, perhatikan apakah ada diskusi disana? atau ada pembaca yang memberikan masukan? Resapi semuanya dan gunakan hasil pengamatan komentar itu di posting artikel kamu selanjutnya.</p>
<p>Dengan begini kamu jadi tahu mana artikel yang di sukai pembaca dan jenis artikel apa yang bisa mengundang diskusi seru dari para pembaca. Sebagai tambahan, jumlah komentar tidak bisa menjadi ukuran, melainkan isi komentarlah yang menjadi ukuran sebuah artikel mengena atau tidak di pikiran pembaca.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Membuat blog itu sangat mudah, namun mempertahankan dan membesarkannya itu yang agak sulit. Well, tidak sulit juga seharusnya, saya yakin kita semua bisa melakukannya asal kita memberikan dedikasi yang tidak tergantikan, yaitu waktu.</p>
<p>Punya cara meningkatkan kualitas artikel yang lain? Kolom komentar sudah menunggu  </p>
<p><em><strong>Tautan Terkait:</strong></em><br />
<a href="http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/" target="_blank">7 Ide Menulis Blog Sebagai Desainer Grafis</a><br />
<a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/" target="_blank">9 Tips Efektif Untuk Memasarkan Diri Sebagai Desainer Grafis Secara Online</a></p>
<p><em>Jangan sampai ketinggalan artikel menarik lainnya, ayo berlangganan    dengan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>.    Ikuti juga <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter    Jurus Grafis</a> dan temui <a href="http://www.facebook.com/jurusgrafis" target="_blank">Jurus Grafis    di Facebook</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-meningkatkan-kualitas-artikel-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Ide Menulis Blog Sebagai Desainer Grafis</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 18:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ide]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini. Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini.</p>
<p><span id="more-855"></span></p>
<p>Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak kunjung datang. Yang ada kita hanya menikmati blog orang lain.</p>
<p>Berikut ini beberapa percikan ide (dari yang mudah sampai yang memerlukan usaha dan waktu lebih) yang bisa membantu kamu untuk mulai menulis blog sebagai desainer grafis. Percayalah, kekuatan blog saat ini tidak hanya sekedar jurnal pribadi dan tempat curhatan. Blog bisa digunakan sebagai media pemasaran dan personal branding. Kamu tidak akan menyangka kalau nanti ternyata bisa mendapatkan projek/pekerjaan dari blog yang kamu pelihara.  </p>
<h3>1. Posting Portfolio</h3>
<p>Ok, yang satu ini tentu semua sudah kepikiran, tinggal menyediakan waktu saja untuk mempresentasikan dengan baik dan mem-postnya. Untuk nilai tambah (dan juga sebagai latihan menulis) sertakan juga konsep portfolio kamu itu, bahkan karya eksperimental juga butuh ide dasar, jadi setiap karya seharusnya mempunyai cerita. Dari sini kamu akan terbiasa menulis dan merangkai kata-kata.</p>
<h3>2. Sketsa Harian</h3>
<p>Daripada bertebaran di meja kerja dan tidak jelas mau di kemanakan, lebih baik di dokumentasikan ke dalam blog. Sketsa ini mempunyai nilai lebih karena di buat dengan tangan (gambar manual) dan tentu cerita di balik sketsa itu lebih banyak. Atau kamu bisa mengibaratkan sketsa kamu itu sebagai jurnal visual harian, konsep nya seperti photo blog.</p>
<p>Photo blog adalah sebuah blog yang hanya berisi foto yang di dapat setiap hari oleh sang fotografer. Ganti saja foto itu dengan sketsa, dan kamu sudah bisa mengupdate blog kamu lagi  </p>
<h3>3. Pengalaman Kerja</h3>
<p>Kita pasti punya pengalaman yang unik saat bekerja. Baik itu ketika bekerjasama dengan klien, masalah dengan hasil percetakan, mengkoordinasi programmer dan lainnya. Tulis saja pengalaman kamu itu, cerita tentang pengalaman pribadi yang berhubungan dengan profesi seseorang pasti menarik untuk dibaca. Karena akan ada tips-tips supaya kejadian yang tidak dinginkan jangan sampai terjadi lagi.</p>
<p>Pengalaman yang positif juga menarik, tetapi pengalaman negatif dan kesadaran kita dalam mengatasinya lain waktu yang akan lebih menarik bagi orang lain.</p>
<h3>4. Proses Kerja</h3>
<p>Dokumentasikan projek yang kamu anggap &#8216;asik&#8217; dan &#8216;bergengsi&#8217;. Mulai dari sketsa, pencarian referensi, moodboard, tanggapan klien, sampai hasil akhir. Selain menunjukkan kamu sebagai desainer yang profesional, posting jenis ini akan menarik banyak perhatian pembaca dan mengundang komentar seru di blog kamu.</p>
<h3>5. Kompilasi Tautan Inspirasional</h3>
<p>Senang mengumpulkan karya &#8211; karya desain untuk di jadikan referensi? Bagus, hanya sekarang jangan gunakan untuk diri sendiri saja, berbagilah dengan yang lain  .</p>
<p>Saya masih ingat dulu sewaktu kuliah sering men &#8216;save as&#8217; karya desain yang saya suka di internet. Dulu memang hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi sekarang dengan berbagi, kita akan membantu teman-teman yang lain juga. Dan tentu pengunjung blog kamu akan meningkat jika kamu konsisten dengan cara ini.</p>
<p>Lebih baik lagi jika tautan/karya yang kamu kumpulkan adalah <a href="http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/" target="_blank">karya desainer lokal</a>. Selain untuk menunjukkan kepada teman-teman se-bangsa dan se-internasional kalau desainer Indonesia tidak kalah dengan luar negeri, kita juga bisa berkenalan dengan desainer yang karyanya kita pajang di blog kita. Dengan begitu jaringan pertemanan kita akan lebih luas.</p>
<p><em>*Bagi teman-teman desainer, ayo <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/" target="_blank">masukkan karya kalian ke Grup Flickr Jurus Grafis</a> supaya lebih mudah mendokumentasikan nya di masa mendatang   </em></p>
<h3>6. Redesain Fiksi</h3>
<p>Ide ini pernah saya bahas pada <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/" target="_blank">9 tips memasarkan diri sendiri sebagai desainer grafis</a>. Daripada mengeluh dan mencaci maki desain yang buruk, lebih baik buat versi kamu sendiri dan post di blog kamu. Jangan lupa juga ceritakan alasan dan konsep kamu me-redesain. Ini akan lebih meyakinkan calon klien yang mungkin sering membaca blog kamu.</p>
<h3>7. Tutorial</h3>
<p>Saya percaya setiap orang pasti bisa mengajarkan orang lain dan mau membagi ilmunya. Namun biasanya kita hanya merasa tidak sempat untuk membuat tutorial, sebenarnya bisa di mulai dengan teknik desain yang sering kita pakai. Tidak apa kalau bukan teknik yang heboh, karena perbendaharaan konten lokal desain grafis di internet belum begitu banyak, terlebih lagi tutorial.</p>
<p>Usaha dan waktu yang di butuhkan memang besar, tetapi hasilnya nanti akan besar juga. Kalau tutorial kamu menarik, trafik tinggi pasti dapat, di anggap paling menguasai teknik tersebut (expertise) juga dapat, yang ujung-ujung nya pemasaran gratis di internet, dan tidak lupa berarti kamu sudah mulai membangun personal branding. Jadi tunggu apalagi? mulailah sekarang. <em>(PS: bagi yang mau menulis tutorial atau artikel di Jurus Grafis <a href="http://jurusgrafis.com/kontak-saran/" target="_blank">silakan kontak saya</a> yah!  )</em></p>
<p>Jadi, masih ragu atau bingung untuk menulis blog sebagai desainer grafis? Saya harap tidak   Ayo kita majukan konten lokal desain grafis di Indonesia. Ini &#8216;kue&#8217; yang sangat besar, tapi masih terlalu sedikit &#8216;mulut&#8217; yang memakannya.</p>
<p><em>Yuk berlangganan Jurus Grafis melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> dan <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>. Gabung juga dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook</a> dan<a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"> Twitter</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Blog Desainer Grafis Lokal Yang Harus Di Kunjungi (Bagian 1)</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/sumber/kumpulan-blog-desainer-grafis-lokal-yang-harus-di-kunjungi-bagian-1/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/sumber/kumpulan-blog-desainer-grafis-lokal-yang-harus-di-kunjungi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 19:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Kompilasi]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Blog merupakan media publikasi yang paling mudah di gunakan saat ini, cukup dengan akun Blogspot atau WordPress saja, maka kita sudah bisa mempublikasikan karya ke dunia maya. Banyak desainer grafis juga menggunakan blog selain untuk publikasi karya, yaitu untuk bersosialisasi dengan desainer lain nya, saling meninggalkan komentar, sebagai tempat curhat pribadi, sampai kepada tempat pelarian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Blog merupakan media publikasi yang paling mudah di gunakan saat ini, cukup dengan akun Blogspot atau WordPress saja, maka kita sudah bisa mempublikasikan karya ke dunia maya.</p>
<p><span id="more-513"></span></p>
<p>Banyak desainer grafis juga menggunakan blog selain untuk publikasi karya, yaitu untuk bersosialisasi dengan desainer lain nya, saling meninggalkan komentar, sebagai tempat curhat pribadi, sampai kepada tempat pelarian visual.</p>
<p>Beberapa blog berikut ini mayoritas menjadi tempat pelarian visual, dalam artian jarang sekali yang memasukan hasil karya berupa desain grafis (hanya beberapa), yang  ada blog ini di jadikan tempat bereksperimen untuk mengeluarkan sisi seniman mereka. Ok, tanpa berlama-lama lagi, ini dia kumpulan blog desainer grafis lokal bagian pertama.</p>
<h3>Warung Magazine</h3>
<p><a href="http://warung-magazine.blogspot.com/"></p>
<p>http://warung-magazine.blogspot.com/</a></p>
<h3>Kokola &amp; The Sewing Machine</h3>
<p><a href="http://kokolaandthesewingmachine.blogspot.com/">http://kokolaandthesewingmachine.blogspot.com/</a></p>
<h3>Ika Putranto</h3>
<p><a href="http://fauxisfraud.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://fauxisfraud.blogspot.com/">http://fauxisfraud.blogspot.com/</a></p>
<h3>Sun Wahyu</h3>
<p><a href="http://inadistant.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://inadistant.blogspot.com/">http://inadistant.blogspot.com/</a></p>
<h3>Nani Puspasari</h3>
<p><a href="http://designani.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://designani.blogspot.com/">http://designani.blogspot.com/</a></p>
<h3>Dhanny Sanjaya</h3>
<p><a href="http://iamdanot.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://iamdanot.blogspot.com/">http://iamdanot.blogspot.com/</a></p>
<h3>M Hendra Permana</h3>
<p><a href="http://the1988.com/"></a><br />
<a href="http://the1988.com/">http://the1988.com/</a></p>
<h3>Rega Ayundya Putri</h3>
<p><a href="http://merekah.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://merekah.blogspot.com/">http://merekah.blogspot.com/</a></p>
<h3>Risa Dwi Prasanty</h3>
<p><a href="http://helloicha.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://helloicha.blogspot.com/">http://helloicha.blogspot.com/</a></p>
<h3>Muqliza Imroni</h3>
<p><a href="http://muqliza.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://muqliza.blogspot.com/">http://muqliza.blogspot.com/</a></p>
<h3>Angela Judiyanto</h3>
<p><a href="http://potatopolo.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://potatopolo.blogspot.com/">http://potatopolo.blogspot.com/</a></p>
<h3>Mulo Young</h3>
<p><a href="http://muloyoung.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://muloyoung.blogspot.com/">http://muloyoung.blogspot.com/</a></p>
<p>Bagaimana menurut kamu? Apakah ada yang terlewatkan? Mau merekomendasikan teman atau diri kamu sendiri? Kita dengan senang hati pasti menerimanya, silakan gunakan ruang komentar di bawah  </p>
<p><em>Supaya lebih cepat terupdate dengan posting terbaru Jurus Grafis, mari berlangganan via <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau dengan <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/sumber/kumpulan-blog-desainer-grafis-lokal-yang-harus-di-kunjungi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

