<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; desainer grafis</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/tag/desainer-grafis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 05:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>4 Alasan Memulai Karir di Website Kompetisi Desain</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/alasan-memulai-karir-di-website-kompetisi-desain/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/alasan-memulai-karir-di-website-kompetisi-desain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 07:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[99Designs]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2240</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang memandang website kompetisi desain online sebagai permasalahan besar dan aib bagi para pekerja kreatif. Tetapi kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda. Era Internet Ya, ini jaman nya internet dimana segala sesuatu bisa terkoneksi dengan mudah. Perubahan akan terus terjadi (tidak terkecuali di industri desain grafis). Dan kita sebagai desainer harus tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Banyak yang memandang website kompetisi desain online sebagai permasalahan besar dan aib bagi para pekerja kreatif. Tetapi kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda.<span id="more-2240"></span></p>
<h3>Era Internet</h3>
<p>Ya, ini jaman nya internet dimana segala sesuatu bisa terkoneksi dengan mudah. Perubahan akan terus terjadi (tidak terkecuali di industri desain grafis). Dan kita sebagai desainer harus tetap bisa mengantisipasi perubahan jaman, atau kita bisa tergilas persaingan yang semakin ketat.</p>
<p>Perlu di garis bawahi kalau kita mengikuti kompetisi desain secara online, kita harus sadar kalau kita sedang melakukan spec work (kerja yang tidak jelas bayarannya). Hal inilah yang menyebabkan ada beberapa desainer (mayoritas senior) yang tidak menyukai platform baru ini. Desainer tidak boleh melakukan kerja yang tidak jelas bayaran nya, well, itu kalau kamu sudah di tahap expert (tingkat tinggi).</p>
<h3>Kesempatan Tak Terbatas</h3>
<p>Tapi bagi desainer pemula (dalam hal pengalaman dan network), kompetisi desain adalah kesempatan yang sedang membuka tangan nya lebar-lebar, selanjutnya tergantung diri kita sendiri. <a href="http://richardfang.com/7-alasan-untuk-memulai-karir-melalui-internet/" target="_blank">Raih atau tidak sama sekali</a>.</p>
<p>Saya sendiri memulai karir dari <a href="http://99designs.com/" target="_blank">99designs</a>, karena itu saya akan memberikan beberapa alasan kenapa desainer setidaknya harus mencoba kemampuannya di website kompetisi desain.</p>
<h3>1. Tempat Belajar</h3>
<p></p>
<p>Alasan pertama ini sudah pasti menjadi dasar kenapa kita mengikuti kompetisi desain. Sudah cukup kita belajar membuat mock up / code sendiri secara offline. Paling maksimal hanya di pamerkan di galeri seperti deviantart, blog pribadi atau facebook album. Sekaranglah saatnya mencoba di medan yang sebenarnya, meresapi brief, berkomunikasi dengan klien, revisi sampai dengan hasil akhir.</p>
<p>Jangan lupa, ini kompetisi. Jadi kalau kamu memainkannya dengan benar, maka hadiah dollar akan menunggu   Yang ini anggap saja sebagai bonus kerja keras kita.</p>
<h3>2. Mencari &amp; Mengumpulkan Portfolio Nyata</h3>
<p></p>
<p>Memulai karir sendiri harus dimulai dengan tindakan yang nyata. Manifestonya adalah portfolio. Calon klien akan menilai kita dari portfolio yang sudah kita kerjakan sebelumnya. Dan ini adalah kunci utama untuk membuka pintu karir yang kamu dambakan.</p>
<p>Kalau kamu sudah mengikuti beberapa kompetisi walaupun tidak selalu menang, kamu tetap bisa memasukkan hasil karya terbaik kamu kedalam portfolio. Dalam web desain, kamu tetap bisa memakai desain yang tidak menang tersebut untuk di jual kepada klien yang berminat, atau di modifikasi lagi untuk projek mendatang. Tidak ada ruginya kan?</p>
<h3>3. Batu Loncatan</h3>
<p></p>
<p>Setelah mempunyai portfolio yang cukup, langkah selanjutnya ada pada diri kamu sendiri. Tetap mengikuti kompetisi atau mulai mencari klien. Saya sendiri lebih memilih langkah yang kedua. Alasannya, kompetisi memang menyenangkan, tetapi saya sudah harus memikirkan perbandingan waktu kerja dengan hasil yang di dapat. Dan tentu saja kompetisi tidak bisa menjamin kita akan selalu menang.</p>
<p>Saya lebih memilih klien yang mengontak saya secara langsung setelah melihat portfolio saya di 99designs atau di <a href="http://richardfang.designerscouch.org/portfolio/" target="_blank">website portfolio showcase</a>. Karena klien tipe ini setidaknya sudah 80% pasti akan memakai jasa saya, biasanya hanya masalah harga yang menjadi bahan pertimbangan mereka.</p>
<h3>4. Bisa Menjadi Pekerjaan Tetap</h3>
<p></p>
<p>Lebih suka berkompetisi? Tidak masalah   , dengan portfolio yang sudah terkumpul dan jumlah kemenangan yang sudah bisa di banggakan, saya yakin kamu akan lebih mudah menang (biasanya klien sudah menfavoritkan desainer yang sudah sering menang).</p>
<p>Sekarang kamu sudah bisa menjadikan ajang kompetisi sebagai pekerjaan tetap, bukan sebagai media belajar dan coba-coba. Untuk beberapa tips nya sudah pernah saya bahas di <a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/09/14/7-tips-berkompetisi-dan-mendapatkan-klien-di-99designs/" target="_blank">Ruang Freelance</a>.</p>
<p>Nah, sudah tahu kan alasan-alasan utama kenapa kita patut mencoba kemampuan kita di website kompetisi desain? Ayo mulai latihan dan berkompetisi! Salam Zuperr!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/alasan-memulai-karir-di-website-kompetisi-desain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Konten adalah Raja, Maka Desain adalah &#8230;?</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 05:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Graha Nurdian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Konten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[Hi everyone! Kembali lagi dengan saya Graha Nurdian di Jurus Grafis. Pada kesempatan ini saya ingin membuat posting diskusi mengenai hubungan desain dan konten, banyak para blogger yang berniat mencari &#8216;nafkah&#8217; melalui dunia maya ini dengan membuat blog, banyak juga orang yang mengatakan bahwa Konten adalah Raja Telah banyak debat, jajak pendapat dan komentar mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Hi everyone! Kembali lagi dengan saya Graha Nurdian di Jurus Grafis. Pada kesempatan ini saya ingin membuat posting diskusi mengenai hubungan desain dan konten, banyak para blogger yang berniat mencari &#8216;nafkah&#8217; melalui dunia maya ini dengan membuat blog, banyak juga orang yang mengatakan bahwa<br />
<span id="more-1812"></span></p>
<blockquote><p><strong>Konten adalah Raja</strong></p></blockquote>
<p>Telah banyak debat, jajak pendapat dan komentar mengenai hal tersebut, yang jelas cukup menjadi kontroversial dikalangan para blogger, sehingga para blogger cenderung membiarkan desain blog mereka acak &#8211; acakan karena mereka menganggap konten adalah satu-satunya hal yang paling penting.</p>
<p>Widget yang tidak beraturan, peletakan link sembarangan, dan gambar yang tidak tepat (dan tidak efektif) membuat saya sedih sebagai desainer (karena mereka kurang peduli terhadap desain blog nya sendiri   ).</p>
<p>Tetapi apa yang terjadi jika orang  melihat website anda dengan judul headline yang menakutkan? Apakah mereka akan berpikir telah mengunjungi website spam dan dengan segera menekan tombol back? (atau bahkan tombol close!) Hal itulah yang akan kita diskusikan pada artikel ini.</p>
<h3>Jika (Raja) Konten Sedang Berada di Hutan</h3>
<p></p>
<p>Coba kita umpamakan konten adalah seekor singa (sang raja hutan), apa yang dibutuhkan singa supaya terlihat menyeramkan dan kuat?. Sudah pasti auman yang keras, gigi yang besar dan kuat serta bulu tebal yang melingkari leher.</p>
<p>Jika kita mengumpamakan konten sebagai si raja hutan, maka &#8220;gigi yang besar&#8221; , &#8220;auman yang keras&#8221; , &#8220;bulu leher yang tebal dan indah&#8221; sudah jelas adalah desainnya bukan? Ini merupakan contoh sempurna bagaimana <strong>konten blog/website anda tidak bisa menjadi raja tanpa dukungan dari desain blog/website tersebut</strong>.</p>
<h3>Konten Sebagai Raja di Papan Catur</h3>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px"></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Konten anda merupakan raja bukan? Mari kita umpamakan konten adalah raja dalam permainan catur, di posisi manakah desain website anda di papan tersebut? Apakah sebagai prajurit (Pion) yang berdiri di garis depan dan melindungi raja dari musuh? Lalu bagaimana dengan benteng, ratu, kuda, menteri dan peran penting lainnya dalam permainan catur?</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Desain anda harus diperlakukan seperti semua peran dan langkah di papan catur karena mereka adalah bagian yang paling sering anda gunakan dan satu &#8211; satunya yang membuat permainan catur anda menjadi berbeda. Jadi, pastikan desain anda memiliki efek seperti itu &#8211; karena &#8220;<em>Raja anda&#8221; </em>bergantung kepada mereka.</p>
<h3>Desain Sebagai Jubah dan Mahkota yang Bagus</h3>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px"></p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Menurut saya, jika konten adalah raja, maka desain haruslah seperti jubah yang berkilau dan mahkota yang dikenakan oleh sang raja. Hal itulah yang membuat raja terlihat berwibawa dan memancarkan citra yang positif.</p>
<p style="margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 15px;margin-left: 0px;padding: 0px">Coba bayangkan jika sang raja keluar dengan kaus dalam, kotor, dan kolor (celana pendek), siapa yang akan menanggapinya dengan serius? Desain website anda juga begitu, harus diperlakukan seperti hiasan kue untuk konten <em>raja</em> anda.</p>
<h3>Opini anda</h3>
<p>Baiklah sekarang kita sampai di akhir artikel, bagaimana pendapat anda mengenai topik ini? Apakah anda mendukung konten itu sepenuhnya raja? Ayo sampaikan melalui kolom komentar dibawah  </p>
<p><em><strong>Update :</strong> Artikel ini merupakan saduran dari <a href="http://designbump.com/originals/if-content-really-king-then-what-design" target="_blank">If Content is Really King, Then What is Design?</a></em></p>
<p><em>Btw just for info saya juga punya blog ber niche desain seperti Jurus Grafis loh sebagai pelengkap bacaan desain anda. Silakan berkunjung ke <a title="Graha Design Blog" href="http://www.grahanurdian.web.id">Graha Design Blog</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Tips Mudah Menjadi Desainer Yang Up-To-Date</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 12:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Rss]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Up-to-date]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai desainer grafis kita harus cepat mengetahui segala tren yang ada di dunia desain saat ini. Sehingga kita dapat tetap selalu ada di garda terdepan dalam hal informasi dan tren grafis (teori &#38; praktek) terkini. Yang pasti untuk menjalankan tips berikut, kita harus menjadi seorang yang haus akan informasi terbaru, mempunyai rasa ingin tahu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sebagai desainer grafis kita harus cepat mengetahui segala tren yang ada di dunia desain saat ini. Sehingga kita dapat tetap selalu ada di garda terdepan dalam hal informasi dan tren grafis (teori &amp; praktek) terkini.</p>
<p><span id="more-1053"></span></p>
<p>Yang pasti untuk menjalankan tips berikut, kita harus menjadi seorang yang haus akan informasi terbaru, mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan rela menyisihkan sedikit waktu untuk membaca. Namun tetap saya ingatkan walaupun kegiatan ini menyenangkan tapi jangan sampai kamu tenggelam (atau malah keasyikan berenang) dalam lautan informasi.</p>
<h3>1. Gunakan RSS Reader</h3>
<p></p>
<p>Bagi yang belum familiar dengan RSS (Really Simple Syndication), saya akan sedikit menjelaskan. Kamu tentu sering mengunjungi blog atau website lain untuk membaca konten terbaru, nah dengan adanya RSS, kita tidak perlu mengunjungi website tersebut untuk membaca kontennya. Dan saya rasa sekarang semua blog/website mempunyai fasilitas RSS.</p>
<p>Jadi kita akan menghemat waktu (tidak perlu menunggu loading website) kita tinggal membaca konten terbaru website tersebut dengan menggunakan RSS Reader (biasanya hanya RSS Reader hanya menarik text dan gambar suatu posting artikel).</p>
<p>RSS Reader yang saya rekomendasikan adalah RSS Reader dari Google karena sudah satu paket dengan Gmail (kalau belum punya Gmail, sebaiknya kamu daftar sekarang juga  ). Cara menggunakannya juga mudah, tinggal copy alamat website kesukaan kamu, lalu tekan tombol &#8220;add subscription&#8221; pada Google Reader dan paste. Konten terbaru dari website tersebut akan siap kamu baca.</p>
<h3>2. Ikuti Desainer yang Aktif di Twitter</h3>
<p></p>
<p>Twitter memang sedang booming sekali saat ini, dan saya yakin tahun depan akan lebih boom lagi. Nah, karena twitter sekarang mulai berubah fungsi nya (bagi sebagian orang) dari hanya mengupdate status seperti &#8220;lagi makan ayam bakar, enak bangets!&#8221; menjadi tempat berbagi tautan dan informasi yang menarik, ini merupakan kanal baru lagi bagi kamu yang haus informasi (desain khususnya).</p>
<p>Kalau belum punya akun di twitter, ayo buat sekarang   dan ikuti desainer yang aktif nge-tweet informasi desain terbaru. Untuk memulai kamu bisa <a href="http://twitter.com/#/list/behoff/top-design-blogs" target="_blank">mengikuti semua desainer yang ada di list ini</a>. Selanjutnya kamu pasti bisa menemukan sendiri desainer mana yang ingin kamu ikuti.</p>
<h3>3. Gunakan Aplikasi Twitter</h3>
<p></p>
<p>Lama kelamaan, mengakses twitter dari web tidak akan cukup. Tampilan web twitter yang hanya satu kolom tweet terasa kurang. Untuk aplikasi saya menggunakan <a href="http://hootsuite.com" target="_blank">Hootsuite</a> (berbasis web) atau <a href="http://tweetdeck.com" target="_blank">Tweetdeck</a> (bisa di install di komputer). Saya pribadi lebih mengidolakan Hootsuite karena desain nya yang nyaman di mata, tapi itu tergantung kamu terbiasa memakai aplikasi yang mana.</p>
<p>Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa memantau semua tweets yang ada. Kamu bisa melihat tweets yang ada di twitter list kamu sekaligus memantau stream home, dan direct message. Sungguh sangat membantu! dan terkadang membuat kita lupa waktu  </p>
<p>Apakah ada tips lain yang ketinggalan? Ayo silakan berkomentar  </p>
<p><em>Ikuti juga </em><a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>Twitter Jurus Grafis</em></a><em> dan bergabung di </em><a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank"><em>Facebook Page Jurus Grafis</em></a><em> supaya tetap ter-update dengan berita-berita desain terbaru dari seluruh dunia. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Desainer Grafis Bertindak Global</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/saatnya-desainer-grafis-bertindak-global/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/saatnya-desainer-grafis-bertindak-global/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 16:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Freelance]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1032</guid>
		<description><![CDATA[Alasan utama kenapa kita mengambil bidang desain grafis adalah karena kita mempunyai gairah dan ketertarikan khusus terhadap bidang ini. Dan semakin lama kita mendalami desain, kita tahu bahwa profesi desainer grafis tidak salah lagi merupakan profesi yang mempunyai peluang cerah. Namun sayangnya dari artikel yang saya baca di Desain Grafis Indonesia, tentang kritik terhadap pendidikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Alasan utama kenapa kita mengambil bidang desain grafis adalah karena kita mempunyai gairah dan ketertarikan khusus terhadap bidang ini. Dan semakin lama kita mendalami desain, kita tahu bahwa profesi desainer grafis tidak salah lagi merupakan profesi yang mempunyai peluang cerah.</p>
<p><span id="more-1032"></span></p>
<p>Namun sayangnya dari artikel yang saya baca di Desain Grafis Indonesia, tentang <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/12/11/mengkritik-pendidikan-dkv-di-indonesia/" target="_blank">kritik terhadap pendidikan desain grafis di Indonesia</a>, sangat terlihat sekali dan pasti kita semua merasakannya. Bahwa sebenarnya walaupun pendidikan desain grafis sudah di mulai sejak tahun 1950-an, tetapi baik industri dan pendidikan nya masih belum bisa di anggap dewasa hingga sekarang ini.</p>
<h3>Masalah Industri Desain Lokal</h3>
<p>Tidak jarang kita sebagai desainer menemukan permasalahan klasik, seperti klien yang belum bisa menghargai desain kita (biasanya di tunjukkan dengan sikap &#8220;hanya mau bayar murah&#8221;), memang tidak semua klien lokal seperti itu. Banyak juga yang sudah mengerti desain dan menganggap desain adalah salah satu investasi juga untuk bisnis nya. Tapi jujur saja, prosentase nya sungguh tidak sebanding dengan yang belum teredukasi.</p>
<p>Masalah jenjang karir juga menjadi masalah. Di dunia perkuliahan kita di pupuk untuk menjadi desainer yang siap kerja, siap pakai, siap untuk masuk industri. Sehingga kita cenderung berpikir untuk bekerja dengan orang lain, dengan berkarir mulai dari desainer junior, desainer senior, art director, creative director sampai di tawarkan sebagian saham perusahaan, lalu apalagi?</p>
<p>Jadi, bagaimana dengan kita sebagai desainer grafis yang hidup di Indonesia? Bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan berprofesi sebagai desainer grafis? Karena tidak jarang, banyak yang kuliah desain tetapi ujungnya malah tidak berprofesi sebagai desainer. Hanya disebabkan karena mereka menyerah di tengah jalan, mengganggap bahwa industri desain lokal masih belum dewasa dan klien belum bisa memberikan &#8216;penghargaan&#8217; yang pantas. Walaupun bisa juga di sebabkan oleh berbagai faktor luar, seperti harus meneruskan bisnis keluarga, dan lainnya.</p>
<h3>Global Hanya Sejauh Satu Klik</h3>
<p>Beruntunglah kita mengalami masa dimana dunia menjadi sangat sempit dengan kehadiran internet. Tempat dan negara yang dulu kita rasa sangat jauh, sekarang hanya berjarak satu klik dan beberapa kata di layar monitor. Internet menciptakan budaya baru, dimana kita bisa nyaman berinteraksi dan bahkan saling mempercayai manusia lain, di benua lain hanya dengan di jembatani oleh kumpulan data dan pixel.</p>
<p>Yang pasti, kesempatan menjadi sangat terbuka lebar bagi semua, baik yang profesional maupun yang baru mulai terjun.</p>
<p>Yang kita butuhkan hanya kesadaran dan kemauan untuk mengambil beberapa bagian kecil dari kesempatan yang tak terbatas itu. Dan dengan sendirinya berbagai kesempatan yang lain akan datang kepada kita.</p>
<h3>The Me Company</h3>
<p>Mulailah berpikir bahwa profesi desainer itu seperti mendirikan sebuah perusahaan, tapi bedanya perusahaan ini hanya terdiri dari satu orang, yaitu diri kamu sendiri. Pengalaman memang penting, dan bekerja dengan orang lain adalah salah satu caranya, tetapi jangan sampai terlalu lama terlena. Jika kamu sudah 3 tahun lebih bekerja dengan orang lain, mungkin kamu harus memikirkan untuk berkarir sendiri.</p>
<p>Lebih bagus lagi jika kamu masih di bangku sekolah (SMP, SMA dan Kuliah), kamu lebih punya banyak waktu dan kesempatan untuk memulai karir kamu, sehingga pada saatnya nanti kamu sudah sangat siap untuk berjalan sendiri (tentu pengalaman juga akan lebih banyak).</p>
<p>Tulisan ini tidak bermaksud membuat kamu yang sekarang sedang bekerja dengan orang lain untuk berhenti sekarang juga dan memulai karir sendiri. Tentu tidak semudah itu (tetapi sangat mengasyikan! kalau kamu berjiwa pemberontak dan suka tantangan), banyak hal yang harus dipikirkan sebelum memulai, tapi setidaknya &#8220;berkarir sendiri dengan media internet&#8221; sudah terlintas di pikiran kamu.</p>
<h3>Stop Memikirkan Ide Sempurna, Mulailah Mewujudkan Ide Apa Saja. Sekarang.</h3>
<p>Media dan sarana (Internet) sudah tersedia, yang kita butuhkan adalah urutan langkah kecil untuk menjadi besar.</p>
<p>Bagaimana dengan kamu? Sudah siap?</p>
<p><em>Mari berlangganan Jurus Grafis dengan </em><a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank"><em>Email</em></a><em> dan </em><a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>RSS</em></a><em>. Jangan lupa juga untuk bergabung di </em><a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank"><em>Facebook Page Jurus Grafis</em></a><em> dan </em><a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>ikuti Twitter Jurus Grafis</em></a><em>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/saatnya-desainer-grafis-bertindak-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Ide Menulis Blog Sebagai Desainer Grafis</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 18:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ide]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini. Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini.</p>
<p><span id="more-855"></span></p>
<p>Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak kunjung datang. Yang ada kita hanya menikmati blog orang lain.</p>
<p>Berikut ini beberapa percikan ide (dari yang mudah sampai yang memerlukan usaha dan waktu lebih) yang bisa membantu kamu untuk mulai menulis blog sebagai desainer grafis. Percayalah, kekuatan blog saat ini tidak hanya sekedar jurnal pribadi dan tempat curhatan. Blog bisa digunakan sebagai media pemasaran dan personal branding. Kamu tidak akan menyangka kalau nanti ternyata bisa mendapatkan projek/pekerjaan dari blog yang kamu pelihara.  </p>
<h3>1. Posting Portfolio</h3>
<p>Ok, yang satu ini tentu semua sudah kepikiran, tinggal menyediakan waktu saja untuk mempresentasikan dengan baik dan mem-postnya. Untuk nilai tambah (dan juga sebagai latihan menulis) sertakan juga konsep portfolio kamu itu, bahkan karya eksperimental juga butuh ide dasar, jadi setiap karya seharusnya mempunyai cerita. Dari sini kamu akan terbiasa menulis dan merangkai kata-kata.</p>
<h3>2. Sketsa Harian</h3>
<p>Daripada bertebaran di meja kerja dan tidak jelas mau di kemanakan, lebih baik di dokumentasikan ke dalam blog. Sketsa ini mempunyai nilai lebih karena di buat dengan tangan (gambar manual) dan tentu cerita di balik sketsa itu lebih banyak. Atau kamu bisa mengibaratkan sketsa kamu itu sebagai jurnal visual harian, konsep nya seperti photo blog.</p>
<p>Photo blog adalah sebuah blog yang hanya berisi foto yang di dapat setiap hari oleh sang fotografer. Ganti saja foto itu dengan sketsa, dan kamu sudah bisa mengupdate blog kamu lagi  </p>
<h3>3. Pengalaman Kerja</h3>
<p>Kita pasti punya pengalaman yang unik saat bekerja. Baik itu ketika bekerjasama dengan klien, masalah dengan hasil percetakan, mengkoordinasi programmer dan lainnya. Tulis saja pengalaman kamu itu, cerita tentang pengalaman pribadi yang berhubungan dengan profesi seseorang pasti menarik untuk dibaca. Karena akan ada tips-tips supaya kejadian yang tidak dinginkan jangan sampai terjadi lagi.</p>
<p>Pengalaman yang positif juga menarik, tetapi pengalaman negatif dan kesadaran kita dalam mengatasinya lain waktu yang akan lebih menarik bagi orang lain.</p>
<h3>4. Proses Kerja</h3>
<p>Dokumentasikan projek yang kamu anggap &#8216;asik&#8217; dan &#8216;bergengsi&#8217;. Mulai dari sketsa, pencarian referensi, moodboard, tanggapan klien, sampai hasil akhir. Selain menunjukkan kamu sebagai desainer yang profesional, posting jenis ini akan menarik banyak perhatian pembaca dan mengundang komentar seru di blog kamu.</p>
<h3>5. Kompilasi Tautan Inspirasional</h3>
<p>Senang mengumpulkan karya &#8211; karya desain untuk di jadikan referensi? Bagus, hanya sekarang jangan gunakan untuk diri sendiri saja, berbagilah dengan yang lain  .</p>
<p>Saya masih ingat dulu sewaktu kuliah sering men &#8216;save as&#8217; karya desain yang saya suka di internet. Dulu memang hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi sekarang dengan berbagi, kita akan membantu teman-teman yang lain juga. Dan tentu pengunjung blog kamu akan meningkat jika kamu konsisten dengan cara ini.</p>
<p>Lebih baik lagi jika tautan/karya yang kamu kumpulkan adalah <a href="http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/" target="_blank">karya desainer lokal</a>. Selain untuk menunjukkan kepada teman-teman se-bangsa dan se-internasional kalau desainer Indonesia tidak kalah dengan luar negeri, kita juga bisa berkenalan dengan desainer yang karyanya kita pajang di blog kita. Dengan begitu jaringan pertemanan kita akan lebih luas.</p>
<p><em>*Bagi teman-teman desainer, ayo <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/" target="_blank">masukkan karya kalian ke Grup Flickr Jurus Grafis</a> supaya lebih mudah mendokumentasikan nya di masa mendatang   </em></p>
<h3>6. Redesain Fiksi</h3>
<p>Ide ini pernah saya bahas pada <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/" target="_blank">9 tips memasarkan diri sendiri sebagai desainer grafis</a>. Daripada mengeluh dan mencaci maki desain yang buruk, lebih baik buat versi kamu sendiri dan post di blog kamu. Jangan lupa juga ceritakan alasan dan konsep kamu me-redesain. Ini akan lebih meyakinkan calon klien yang mungkin sering membaca blog kamu.</p>
<h3>7. Tutorial</h3>
<p>Saya percaya setiap orang pasti bisa mengajarkan orang lain dan mau membagi ilmunya. Namun biasanya kita hanya merasa tidak sempat untuk membuat tutorial, sebenarnya bisa di mulai dengan teknik desain yang sering kita pakai. Tidak apa kalau bukan teknik yang heboh, karena perbendaharaan konten lokal desain grafis di internet belum begitu banyak, terlebih lagi tutorial.</p>
<p>Usaha dan waktu yang di butuhkan memang besar, tetapi hasilnya nanti akan besar juga. Kalau tutorial kamu menarik, trafik tinggi pasti dapat, di anggap paling menguasai teknik tersebut (expertise) juga dapat, yang ujung-ujung nya pemasaran gratis di internet, dan tidak lupa berarti kamu sudah mulai membangun personal branding. Jadi tunggu apalagi? mulailah sekarang. <em>(PS: bagi yang mau menulis tutorial atau artikel di Jurus Grafis <a href="http://jurusgrafis.com/kontak-saran/" target="_blank">silakan kontak saya</a> yah!  )</em></p>
<p>Jadi, masih ragu atau bingung untuk menulis blog sebagai desainer grafis? Saya harap tidak   Ayo kita majukan konten lokal desain grafis di Indonesia. Ini &#8216;kue&#8217; yang sangat besar, tapi masih terlalu sedikit &#8216;mulut&#8217; yang memakannya.</p>
<p><em>Yuk berlangganan Jurus Grafis melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> dan <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>. Gabung juga dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook</a> dan<a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"> Twitter</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Blog Desainer Grafis Lokal Yang Harus Di Kunjungi (Bagian 1)</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/sumber/kumpulan-blog-desainer-grafis-lokal-yang-harus-di-kunjungi-bagian-1/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/sumber/kumpulan-blog-desainer-grafis-lokal-yang-harus-di-kunjungi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 19:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Kompilasi]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Blog merupakan media publikasi yang paling mudah di gunakan saat ini, cukup dengan akun Blogspot atau WordPress saja, maka kita sudah bisa mempublikasikan karya ke dunia maya. Banyak desainer grafis juga menggunakan blog selain untuk publikasi karya, yaitu untuk bersosialisasi dengan desainer lain nya, saling meninggalkan komentar, sebagai tempat curhat pribadi, sampai kepada tempat pelarian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Blog merupakan media publikasi yang paling mudah di gunakan saat ini, cukup dengan akun Blogspot atau WordPress saja, maka kita sudah bisa mempublikasikan karya ke dunia maya.</p>
<p><span id="more-513"></span></p>
<p>Banyak desainer grafis juga menggunakan blog selain untuk publikasi karya, yaitu untuk bersosialisasi dengan desainer lain nya, saling meninggalkan komentar, sebagai tempat curhat pribadi, sampai kepada tempat pelarian visual.</p>
<p>Beberapa blog berikut ini mayoritas menjadi tempat pelarian visual, dalam artian jarang sekali yang memasukan hasil karya berupa desain grafis (hanya beberapa), yang  ada blog ini di jadikan tempat bereksperimen untuk mengeluarkan sisi seniman mereka. Ok, tanpa berlama-lama lagi, ini dia kumpulan blog desainer grafis lokal bagian pertama.</p>
<h3>Warung Magazine</h3>
<p><a href="http://warung-magazine.blogspot.com/"></p>
<p>http://warung-magazine.blogspot.com/</a></p>
<h3>Kokola &amp; The Sewing Machine</h3>
<p><a href="http://kokolaandthesewingmachine.blogspot.com/">http://kokolaandthesewingmachine.blogspot.com/</a></p>
<h3>Ika Putranto</h3>
<p><a href="http://fauxisfraud.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://fauxisfraud.blogspot.com/">http://fauxisfraud.blogspot.com/</a></p>
<h3>Sun Wahyu</h3>
<p><a href="http://inadistant.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://inadistant.blogspot.com/">http://inadistant.blogspot.com/</a></p>
<h3>Nani Puspasari</h3>
<p><a href="http://designani.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://designani.blogspot.com/">http://designani.blogspot.com/</a></p>
<h3>Dhanny Sanjaya</h3>
<p><a href="http://iamdanot.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://iamdanot.blogspot.com/">http://iamdanot.blogspot.com/</a></p>
<h3>M Hendra Permana</h3>
<p><a href="http://the1988.com/"></a><br />
<a href="http://the1988.com/">http://the1988.com/</a></p>
<h3>Rega Ayundya Putri</h3>
<p><a href="http://merekah.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://merekah.blogspot.com/">http://merekah.blogspot.com/</a></p>
<h3>Risa Dwi Prasanty</h3>
<p><a href="http://helloicha.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://helloicha.blogspot.com/">http://helloicha.blogspot.com/</a></p>
<h3>Muqliza Imroni</h3>
<p><a href="http://muqliza.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://muqliza.blogspot.com/">http://muqliza.blogspot.com/</a></p>
<h3>Angela Judiyanto</h3>
<p><a href="http://potatopolo.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://potatopolo.blogspot.com/">http://potatopolo.blogspot.com/</a></p>
<h3>Mulo Young</h3>
<p><a href="http://muloyoung.blogspot.com/"></a><br />
<a href="http://muloyoung.blogspot.com/">http://muloyoung.blogspot.com/</a></p>
<p>Bagaimana menurut kamu? Apakah ada yang terlewatkan? Mau merekomendasikan teman atau diri kamu sendiri? Kita dengan senang hati pasti menerimanya, silakan gunakan ruang komentar di bawah  </p>
<p><em>Supaya lebih cepat terupdate dengan posting terbaru Jurus Grafis, mari berlangganan via <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau dengan <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/sumber/kumpulan-blog-desainer-grafis-lokal-yang-harus-di-kunjungi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyelami Ombak Visual Samuel Sinaga</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/menyelami-ombak-visual-samuel-sinaga/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/menyelami-ombak-visual-samuel-sinaga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 05:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[samuel sinaga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Dengan nickname &#8220;Flow is King&#8221; yang senada dengan gaya visual nya, Samuel Sinaga memperlihatkan bahwa suatu karya tidak harus maximalist dan penuh dengan detil untuk membuat orang berdecak kagum, cukup dengan simplisitas dan pesan tersembunyi yang elegan. Kali ini Jurus Grafis berkesempatan mewawancarai Samuel Sinaga yang lebih dikenal dengan nick &#8220;Flow is King&#8221;, silakan menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Dengan nickname &#8220;Flow is King&#8221; yang senada dengan gaya visual nya, Samuel Sinaga memperlihatkan bahwa suatu karya tidak harus maximalist dan penuh dengan detil untuk membuat orang berdecak kagum, cukup dengan simplisitas dan pesan tersembunyi yang elegan.</p>
<p><span id="more-456"></span></p>
<p>Kali ini Jurus Grafis berkesempatan mewawancarai Samuel Sinaga yang lebih dikenal dengan nick &#8220;Flow is King&#8221;, silakan menikmati  </p>
<h3>Halo Sam, bisa perkenalkan diri kamu? dan sejak kapan menyelami dunia desain grafis?</h3>
<p>Horas!, nama saya Samuel Sinaga, panggilan saya Samuel   , saya belajar menyelam sejak beberapa tahun silam hingga saya lulus Fakultas DKV beberapa waktu yang lalu, dan sekarang bekerja sebagai Illustrator di sebuah Kantor di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.</p>
<p></p>
<h3>Gaya visual kamu unik dan mudah di kenali, bisa ceritakan proses eksplorasi nya sampai menjadi gaya seperti itu?</h3>
<p>Dahulu saya selalu berusaha memanjakan viewer saya dengan menghias karya2 saya dengan visual yg kompleks dan detail, namun berdasarkan tema-tema yang sederhana, hingga suatu waktu saya menemukan sebuah turning point dimana saya mempunyai ide ; untuk memutar balikkan visi saya dan menyuguhkan karya-karya dengan visual sederhana, namun mengandung pesan yang lebih luas, dengan demikian bukan hanya sebuah karya yang agak bagus untuk dilihat, namun juga viewer bisa sedikit memutar otak untuk menginterpretasikan karya-karya saya.   , &#8230; i think so..</p>
<p></p>
<h3>Apakah gaya visual kamu ini terpakai di projek desain sehari2? atau hanya sebagai seni saja?</h3>
<p>Kadang-kadang saya gunakan untuk projek2 tertentu, tentu disesuaikan dengan kebutuhan projek itu sendiri.</p>
<h3>Pernah merasa bosan dengan gaya tersebut?</h3>
<p>Pernah, namun akhirnya saya lebih memilih untuk mengembangkannya lebih jauh lagi, ketimbang banting stir dan pindah gaya  </p>
<p></p>
<h3>Apakah desainer grafis harus mempunyai gaya visual tertentu?</h3>
<p>Seorang designer grafis tentu harus bisa menyesuaikan gaya visualnya dengan tuntutan dari projek / klien, namun tanpa harus mengurangi ciri khas dari gaya visual si designer tersebut. Malahan ini yang membuat suatu projek semakin seru, proses menggabungkan egoisme desainer dan idealisme klien. Hasilnya saya jamin pasti lain daripada yang lain.  </p>
<p></p>
<h3>Ada projek menarik (komersial / personal) yang sedang kamu kerjakan?</h3>
<p>Saat ini sih saya hanya sibuk dengan rutinitas projek2 di kantor, untuk projek personal&#8230; ada beberapa projek yang sedang dalam proses, namun belum bisa saya beberkan disini, tunggu saja tanggal mainnya.</p>
<p></p>
<h3>Menurut kamu bagaimana perkembangan desain grafis di Indonesia saat ini?</h3>
<p>Menurut saya perkembangannya cukup pesat, setidaknya di kota-kota besar seperti Jakarta ini, dimana iklim desain grafis terasa cukup hangat dengan maraknya rumah-rumah grafis ataupun animo dari masyarakat tentang industri ini. Namun, entah kenapa saya merasa perkembangannya belum merata ke pelosok Indonesia. (mungkin ini hanya saya aja yang sok tau  )</p>
<h3>Terakhir, ada kata/quote yang menginspirasi kamu sampai sekarang ini?</h3>
<p>Chill, Flow, Beware.</p>
<h3>Beberapa Karya Samuel Sinaga</h3>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Silakan kunjungi <a href="http://www.tfdc.deviantart.com/" target="_blank">Deviant Art Samuel Sinaga</a> untuk melihat karya &#8211; karya yang lain nya.</p>
<p>Dan jangan lupa untuk berlangganan Jurus Grafis, melalui <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a> dan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a>. Atau bergabung di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a> dan ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter Jurus Grafis</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/menyelami-ombak-visual-samuel-sinaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Tips Efektif Untuk Memasarkan Diri Sebagai Desainer Grafis Secara Online</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 04:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Sama seperti profesi lain, menjadi desainer grafis juga harus pintar-pintar memasarkan diri sendiri. Dengan begitu jaringan kita menjadi luas dan projek pun dapat kita temukan dengan mudah. Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke tempat saya kuliah dulu yaitu Univ. Bina Nusantara untuk sekedar berbincang-bincang dengan dosen dan beberapa teman seangkatan, yang membuat saya kaget [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sama seperti profesi lain, menjadi desainer grafis juga harus pintar-pintar memasarkan diri sendiri. Dengan begitu jaringan kita menjadi luas dan projek pun dapat kita temukan dengan mudah.</p>
<p><span id="more-422"></span></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke tempat saya kuliah dulu yaitu Univ. Bina Nusantara untuk sekedar berbincang-bincang dengan dosen dan beberapa teman seangkatan, yang membuat saya kaget adalah jumlah mahasiswa desain yang sudah sangat bertambah di banding dulu sewaktu saya masih kuliah. Dari 3 kelas menjadi 9 kelas! wow, hanya dalam waktu 3 tahun saja jurusan desain sudah sangat populer hingga mengalahkan jurusan lain di Binus dalam urusan kuantitas.</p>
<p>Saya jadi berpikir, 3-4 tahun lagi mereka akan lulus, dan tidak hanya mahasiswa dari Binus saja yang akan lulus tentunya. Bisa di bayangkan jumlah fresh graduate jurusan desain, apakah lapangan industri kita bisa menampung lulusan yang sebanyak itu (se-Indonesia)? Bagaimana kita bersaing dengan kuantitas yang berlebih seperti itu?</p>
<p>Maka itu selain skill yang bagus, desainer grafis masa kini juga harus bisa memasarkan dirinya dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk memasarkan diri kamu sebagai desainer grafis secara online.</p>
<h3>1. Buat Blog atau Website Pribadi.</h3>
<p>Saya rasa ini sudah umum dan merupakan suatu keharusan. Yang harus di pikirkan adalah blog/website seperti apakah yang harus kita buat?</p>
<p>Kalau kamu ingin orang mengenal kamu sebagai desainer, itu berarti kamu harus membuat blog/website yang berkaitan dengan desain, mulai dari yang paling mudah, yaitu memperlihatkan portfolio kamu lalu mem-post proses kerja, referensi/inspirasi, artikel dan lain nya.</p>
<p>Sedangkan untuk website pribadi, bisa di gunakan untuk memperluas brand kamu. Mulailah banyak membaca tentang bidang selain desain yang bisa mendukung profesi sebagai desainer, seperti pemasaran, bisnis, teknologi (internet), dan tulis menulis (copy writing). Saya yakin semua bidang yang saya sebutkan itu mendukung profesi desainer grafis. Kita akan menjadi lebih mudah memahami pemikiran klien dan kita akan dinilai lebih daripada sekedar desainer (yang saat ini masih di anggap sebagai orang yang bertanggung jawab secara visual saja).</p>
<p>Saran saya, gunakan nama domain .com .net atau yang lain, yang penting jangan menumpang di wordpress, blogspot atau yang lain nya. Secara tidak langsung ini mempengaruhi posisi brand diri kamu. Berapa banyak orang yang menumpang? tidak terhitung, kalau nama domain kamu bisa berbeda sendiri tentu itu sudah menjadi nilai lebih.</p>
<h3>2. Menjadi Penulis Tamu di Blog lain.</h3>
<p>Terlalu sibuk untuk mengolah blog sendiri? Cobalah menjadi penulis tamu di blog orang lain. Tawarkan diri untuk menulis di blog yang kamu sukai, atau lebih baik lagi, jika kamu mendapat kesempatan undangan untuk menulis, jangan di lewatkan!</p>
<p>Bayangkan, kamu hanya perlu menulis 1-2 kali dalam seminggu atau 2 minggu sehingga kamu mempunyai waktu yang cukup untuk mengatur kesibukan dan meluangkan waktu untuk menulis. Dan dampak yang di dapat mungkin bisa lebih baik di banding mengolah blog sendiri. Biasanya blog lain akan melakukan pemasaran untuk blog nya sendiri sehingga kamu tidak perlu susah-susah memasarkan, dan jika kamu konsisten maka publik/klien potensial akan mulai mengenal kamu juga (efek yang sama dengan tips no.1).</p>
<h3>3. Buat Projek Fiksi.</h3>
<p>Yang paling mudah adalah projek redesain, terkadang kita gatal melihat desain yang tidak efektif (baik itu web atau print) daripada ngedumel dan mencerca lebih baik buat desain versi kamu sendiri. <a href="http://daus.trala.la/2009/06/usulan-desain-untuk-kateglo/" target="_blank">Salah satu posting blog Firman Firdaus</a> merupakan contoh yang baik, cara ini akan membuka kesempatan untuk bisa mendapatkan projek yang sesungguhnya.</p>
<p>Jika tidak berhasil mendapatkan projek dari klien yang kita redesain, paling tidak bisa menjadi posting yang bagus untuk blog kamu yang akan menambah poin brand diri kamu sendiri di mata para pembaca.</p>
<h3>4. Bagikan Link Menarik via Twitter / Facebook.</h3>
<p>Lebih senang membaca blog/website orang lain? it&#8217;s ok. Kamu masih bisa membagikan tautan yang kamu anggap menarik dan berguna bagi teman-teman kamu. Jangan lupa juga, tautan yang kamu bagikan akan mencerminkan siapa kamu. Jadi kalau kamu mau dianggap sebagai desainer oleh teman dan publik, jangan bagikan tautan &#8220;cara merawat bonsai&#8221; atau hal selain desain terlalu sering, sesekali mungkin boleh saja.</p>
<p>Cara ini akan membentuk opini teman dan publik tentang siapa kamu sebenarnya, contoh nya jika kamu sering membagikan tautan inspirasi desain yang menarik, atau trik tutorial terkini maka publik akan menganggap kamu tahu banyak tentang desain.</p>
<p>Hal lain yang tidak boleh di lupakan adalah pengaturan waktu dalam membagikan tautan. Jangan memberondong status dengan 5 atau lebih tautan dalam satu waktu, ingat, tidak semua teman/pengikut kamu di facebook/twitter adalah desainer. Tidak mau kan di anggap spam?</p>
<h3>5. Masukkan Portfolio di Jejaring Sosial Khusus Desain.</h3>
<p>Ini adalah rumah kedua kamu setelah blog/website pribadi. Setidaknya buat akun di <a href="http://www.deviantart.com/" target="_blank">Deviant Art,</a> <a href="http://behance.net/" target="_blank">Behance</a>, <a href="http://designerscouch.org/" target="_blank">Designers Couch</a> dan banyak lagi pilihan yang lain. Biasanya klien potensial mencari desainer melalui website sosial khusus desain seperti itu dan juga untuk membangun brand diri kamu di kalangan seprofesi.</p>
<h3>6. Ikut Serta dalam Kontes Komersial atau Non-Komersial.</h3>
<p>Dalam setahun pasti ada saja acara atau kontes yang berhubungan dengan desain (biasanya non-komersial), kalau kamu punya waktu, ikuti dan kirim karya kamu. Jika kamu masuk ke dalam nominasi, itu akan menaikan posisi brand diri kamu dan tentu membuka jaringan yang lebih luas karena otomatis kamu akan banyak bertemu teman baru, baik dari yang seprofesi atau yang tidak seprofesi.</p>
<p>Bagi kontes yang komersial, versi online nya dapat kamu temukan di website seperti <a href="http://99designs.com/" target="_blank">99designs</a> atau <a href="http://www.crowdspring.com/" target="_blank">Crowdspring</a>. Memang sekilas seperti kontes free pitching yang sangat di haramkan di dunia desain, tetapi sebenarnya tidak ada salahnya di coba. Kamu akan mendapatkan portfolio walaupun tidak menang. Saya pernah membahas ini di Ruang Freelance, <a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/09/14/7-tips-berkompetisi-dan-mendapatkan-klien-di-99designs/" target="_blank">silakan berkunjung</a>.</p>
<h3>7. Jualan Stok Desain.</h3>
<p>Punya elemen desain atau desain full template yang tidak terpakai? Daripada hanya tergeletak di harddisk, lebih baik kamu jual saja di <a href="http://themeforest.net/" target="_blank">ThemeForest</a> (untuk template website) atau <a href="http://graphicriver.net/" target="_blank">GraphicRiver</a> (untuk semua elemen yang berhubungan dengan desain grafis). Selain berpotensi mendapatkan penghasilan pasif, kamu juga secara tidak langsung memasarkan skill kamu ke seluruh dunia.</p>
<p>Cara ini sungguh tidak ada ruginya dan layak di coba. Saya yakin kamu pasti mendapatkan pengalaman baru jika sudah mulai berjualan disana.</p>
<h3>8. Bagikan Stok Desain Secara Gratis.</h3>
<p>Lebih berjiwa dermawan? tidak masalah. Bagikan saja desain stok kamu secara gratis melalui blog/website/profil jejaring sosial kamu, biasanya orang suka sesuatu yang gratis (well siapa yang tidak suka?) apalagi jika stok desain itu bagus dan berguna. ICreativeLabs merupakan <a href="http://portfolio.icreativelabs.com/free-psd-wordpress-e-commerce-theme-appcloud/" target="_blank">salah satu contoh yang bagus</a>, mereka membagikan template desain website berkualitas dari blog mereka.</p>
<p>Biarkan klien potensial mencoba desain kita terlebih dahulu, jika mereka suka dengan kualitas desain gratis yang kita berikan, mereka pasti suatu waktu akan menghubungi kita untuk projek tertentu. Prinsipnya sama dengan kita berjualan kue (makanan), biasanya pasti ada produk tester bukan? tapi yakinkan walaupun gratis, tidak boleh mengesampingkan kualitas.</p>
<h3>9. Bersosialisasi.</h3>
<p>Yang terakhir ini walaupun kecil tetapi sangat berarti, ke 8 tips di atas tidak akan ada gunanya jika kamu tidak bersosialisasi dengan pembaca, teman dan publik. Mulai dari yang paling mudah, berkomentar (blog walking) dan membalas komentar, mengirim pesan dan membalas pesan, sampai ke pertemuan offline (kopi darat). Sempatkan juga waktu untuk datang ke acara desain grafis, selain untuk bersosialisasi, kamu akan tahu tren apa yang sedang berlangsung di industri desain lokal.</p>
<p>Semua tips diatas tentu bukan cara instan, di perlukan waktu dan konsistensi untuk melakukan nya. Jika kamu masih duduk di dalam bangku kuliah, mulailah dari sekarang (jangan seperti saya dulu, hanya friendster-an ga jelas) semakin dini kamu memasarkan diri kamu semakin bagus.</p>
<p>Bagi yang sudah dan sedang menjalankan mungkin bisa berbagi tips lain yang terlewatkan? Mari kita saling berbagi pengalaman!</p>
<p>Tautan Terkait :<a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/10/18/feelancer-ngeblog-lah/" target="_blank"><br />
Freelancer, Nge-Blog lah!<br />
</a><a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/07/19/hal-hal-yang-biasa-kita-lupakan-dalam-membangun-personal-branding-online/" target="_blank">Hal-Hal yang Biasa Kita Lupakan dalam Membangun Personal Branding Online</a> ( thanks Tri!   )</p>
<p><em>Ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter</a> dan <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a> supaya kamu tetap ter-update dengan artikel baru seperti ini.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Menit Lebih Dekat dengan Gunawan Lo</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/10-menit-lebih-dekat-dengan-gunawan-lo/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/10-menit-lebih-dekat-dengan-gunawan-lo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 04:44:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[bah!]]></category>
		<category><![CDATA[clothing]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[gunawan lo]]></category>
		<category><![CDATA[illustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Kita mengenal karya nya dari karakter-karakter yang lucu dan imut, dan sejak 2 tahun yang lalu sudah menginvasi ranah clothing juga. Kali ini Gunawan Lo yang di kenal sebagai empunya Bah! Clothing, menyempatkan sedikit waktunya untuk berbagi dengan para pembaca Jurus Grafis. Sudah 1 tahun lebih Gunawan Lo (Gun) bekerja di studio desain di Singapura [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Kita mengenal karya nya dari karakter-karakter yang lucu dan imut, dan sejak 2 tahun yang lalu sudah menginvasi ranah clothing juga. Kali ini Gunawan Lo yang di kenal sebagai empunya Bah! Clothing, menyempatkan sedikit waktunya untuk berbagi dengan para pembaca Jurus Grafis.</p>
<p><span id="more-348"></span></p>
<p>Sudah 1 tahun lebih Gunawan Lo (Gun) bekerja di studio desain di Singapura dan menjalankan bisnis clothingnya hanya secara online saja. Jika kita melihat karya-karyanya kita pasti langsung berkata &#8220;ih lutuna!!&#8221; sehingga tidak heran pada saat merilis Bah! Clothing, respon yang di dapat langsung positif dan sekarang sudah mempunyai fan base yang lumayan. Ok, cukup pengenalan nya sampai disini, silakan menikmati wawancara kami dengan Gun.</p>
<h4>Halo Gun, pertama-tama bisa perkenalkan diri kamu ke pembaca? Kapan kamu mulai berkarir sebagai desainer, dan apa latar belakang pendidikan kamu?</h4>
<p>Halo, nama saya Gunawan Lo, bekerja sebagai desainer grafis dan juga illustrator. Pada tahun 2007 saya lulus kuliah desain komunikasi visual dari Universitas Tarumanagara, sempat berkarir di beberapa studio desain lokal (<a href="http://thinkingroominc.com/" target="_blank">Thinking Room Inc</a> dan Waykambas) tapi setelah itu saya memutuskan untuk bekerja di Singapura pada pertengahan tahun 2008.</p>
<h4>Sekarang sedang sibuk apa saja?</h4>
<p>Bekerja sebagai desainer grafis, menjalankan Bah! Clothing, mengerjakan beberapa projek freelance dan tetap menikmati hidup.</p>
<p></p>
<h4>Bagaimana perkembangan Bah! Clothing saat ini? Apakah ada pengalaman yang menyenangkan atau menyebalkan sewaktu merintisnya?</h4>
<p>Pengalaman sih rata-rata menarik semua ya. Momen yang paling menarik yaitu sewaktu pertama kali meluncurkan Bah! dan mendapatkan tanggapan positif dari publik. Saat ini Bah! masih berjalan, sempat sedikit kurang terurus (karena kesibukan utama saya sebagai desainer grafis) tapi saat ini saya sedang berusaha untuk membangkitkannya lagi.</p>
<p></p>
<h4>Karakter &#8220;Borish&#8221; dan karya kamu yang lain nya unik, darimana kamu mendapatkan inspirasi itu?</h4>
<p>Imajinasi yang berlebih.  </p>
<h4>Adakah perbedaan dalam bekerja sebagai desainer grafis di Singapura dan di Jakarta? Bisa ceritakan pengalaman kamu memulai karir disana?</h4>
<p>Di Singapura kerja keras itu sangat di perlukan dan disana lebih sistematis. Awalnya saya hanya iseng karena melihat ada teman yang bekerja disana, akhirnya saya mencoba melamar kerja disana dan ternyata di terima, jadi kenapa tidak merintis karir di luar negeri?</p>
<p></p>
<h4>Apakah di Singapura karakter desain nya berbeda dengan di Indonesia?</h4>
<p>Sebenarnya sama saja, semua tergantung kepada tipe klien yang kamu tangani. Ada yang bisa mengapresiasi gaya desain yang minimalis, namun ada juga yang tidak bisa melihat ruang kosong (white space) sedikitpun.</p>
<p></p>
<h4>Ada projek menarik yang dalam waktu dekat ingin kamu luncurkan?</h4>
<p>Ada, rencananya pada bulan November ini Bah! akan merilis beberapa desain tshirt terbaru dan akan merilis boneka juga.</p>
<h4>Menurut kamu definisi desain grafis itu apa?</h4>
<p>Pesan yang ingin disampaikan melalui bahasa visual.</p>
<p></p>
<h4>Apakah kamu mempunyai &#8216;design hero&#8217; ? siapa dan mengapa?</h4>
<p>Terlalu banyak untuk disebutkan. Namun salah satu yang paling saya kagumi adalah <a href="http://www.tokidoki.it/" target="_blank">Simone Legno (Tokidoki)</a>. Sangat berkarakter dan dia juga sukses di bisnisnya. Menurut saya Tokidoki berhasil menggabungkan sisi seni dan bisnis dengan sangat baik.</p>
<h4>Terakhir, jika kamu diminta memilih, pilih mana bisnis Clothing atau menjadi Desainer Grafis?</h4>
<p>Saya memilih dua-dua nya! ya saya memang serakah LOL</p>
<h4>Beberapa Karya Gunawan Lo</h4>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Terimakasih kepada Gunawan Lo yang sudah menyempatkan waktunya, kami tunggu rilisan tshirt dan boneka (ini yang membuat saya penasaran) dari Bah! Clothing.</p>
<p>Nikmati karya Gun di <a href="http://goenz.deviantart.com/" target="_blank">Deviant Art</a> dan jika kamu ingin membeli salah satu koleksi Bah! Clothing bisa melalui <a href="http://www.facebook.com/pages/Bah/35031058951" target="_blank">Facebook Page Bah! Clothing</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/10-menit-lebih-dekat-dengan-gunawan-lo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>26 Karya Inspiratif Desainer Grafis Indonesia di Behance Network</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 04:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[stimulasi]]></category>
		<category><![CDATA[visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Inspirasi memang berada dimana-mana, cara paling mudah menemukannya adalah melalui internet. Kali ini kita akan melihat 26 karya desainer grafis anak bangsa yang inspiratif, saya mengumpulkan nya dari sebuah jejaring sosial khusus desainer/kreatif di seluruh dunia bernama Behance Network. Kalau kamu belum sempat membuat profil disana, silakan berkunjung dan buat portfolio kamu disana. Saya yakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Inspirasi memang berada dimana-mana, cara paling mudah menemukannya adalah melalui internet. Kali ini kita akan melihat 26 karya desainer grafis anak bangsa yang inspiratif, saya mengumpulkan nya dari sebuah jejaring sosial khusus desainer/kreatif di seluruh dunia bernama Behance Network. Kalau kamu belum sempat membuat profil disana, silakan berkunjung dan buat portfolio kamu disana.</p>
<p><span id="more-250"></span></p>
<p>Saya yakin masih banyak lagi yang berkualitas di <a href="http://www.behance.net/" target="_blank">Behance Network</a>, saya hanya memfilter nya melalui kategori Graphic Design, belum merambah ke kategori lain nya, seperti Illustration, Website Design, Packaging, dan lain nya (nanti pasti saya update lagi), sementara itu mari kita nikmati dulu karya berikut ini.</p>
<p><a href="http://www.behance.net/alfone"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/mayumiharyoto"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/perfectlysinner"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/dnrwhy"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/tecknografick"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/regeindrastudianto"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/regeindrastudianto"></a><a href="http://www.behance.net/ndikol"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/Vektorsucksprojekt"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/RahmantoWahyu"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/theyhatemydesign"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/VisualGroove"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/whytmonkz"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/whytmonkz"></a><a href="http://www.behance.net/tomStang"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/hendar"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/chandranandiswara"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/rockrip"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/decky"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/motha"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/rethname"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/Godsavefita"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/29pro"></a><a href="http://www.behance.net/29pro"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/treecore"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/designprimitive"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/deyaz"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/singpentinkhappy"></a></p>
<p><a href="http://www.behance.net/mangky125"></a></p>
<p>Bangga rasanya melihat karya-karya di atas! Bagaimana menurut kamu? Mari berkomentar!  </p>
<p>Supaya tidak ketinggalan update terbaru, silakan bergabung di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a>, atau ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter Jurus Grafis</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

