<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; Ide</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/tag/ide/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 05:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<script type="text/javascript">
if (typeof Meebo == "undefined") {
Meebo=function(){(Meebo._=Meebo._||[]).push(arguments)};
(function(q){

	var args = arguments;
	if (!document.body) { return setTimeout(function(){ args.callee.apply(this, args) }, 100); }
	var d=document, b=d.body, m=b.insertBefore(d.createElement('div'), b.firstChild); s=d.createElement('script');
	m.id='meebo'; m.style.display='none'; m.innerHTML='<iframe id="meebo-iframe"></iframe>';
	s.src='http'+(q.https?'s':'')+'://'+(q.stage?'stage-':'')+'cim.meebo.com/cim/cim.php?network='+q.network;
	b.insertBefore(s, b.firstChild);

})({network:'jurusgrafis_pe44ne'});	}</script>	<item>
		<title>7 Ide Menulis Blog Sebagai Desainer Grafis</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 18:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ide]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[
Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini.

Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak kunjung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini.</p>
<p><span id="more-855"></span></p>
<p>Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak kunjung datang. Yang ada kita hanya menikmati blog orang lain.</p>
<p>Berikut ini beberapa percikan ide (dari yang mudah sampai yang memerlukan usaha dan waktu lebih) yang bisa membantu kamu untuk mulai menulis blog sebagai desainer grafis. Percayalah, kekuatan blog saat ini tidak hanya sekedar jurnal pribadi dan tempat curhatan. Blog bisa digunakan sebagai media pemasaran dan personal branding. Kamu tidak akan menyangka kalau nanti ternyata bisa mendapatkan projek/pekerjaan dari blog yang kamu pelihara.  </p>
<h3>1. Posting Portfolio</h3>
<p>Ok, yang satu ini tentu semua sudah kepikiran, tinggal menyediakan waktu saja untuk mempresentasikan dengan baik dan mem-postnya. Untuk nilai tambah (dan juga sebagai latihan menulis) sertakan juga konsep portfolio kamu itu, bahkan karya eksperimental juga butuh ide dasar, jadi setiap karya seharusnya mempunyai cerita. Dari sini kamu akan terbiasa menulis dan merangkai kata-kata.</p>
<h3>2. Sketsa Harian</h3>
<p>Daripada bertebaran di meja kerja dan tidak jelas mau di kemanakan, lebih baik di dokumentasikan ke dalam blog. Sketsa ini mempunyai nilai lebih karena di buat dengan tangan (gambar manual) dan tentu cerita di balik sketsa itu lebih banyak. Atau kamu bisa mengibaratkan sketsa kamu itu sebagai jurnal visual harian, konsep nya seperti photo blog.</p>
<p>Photo blog adalah sebuah blog yang hanya berisi foto yang di dapat setiap hari oleh sang fotografer. Ganti saja foto itu dengan sketsa, dan kamu sudah bisa mengupdate blog kamu lagi  </p>
<h3>3. Pengalaman Kerja</h3>
<p>Kita pasti punya pengalaman yang unik saat bekerja. Baik itu ketika bekerjasama dengan klien, masalah dengan hasil percetakan, mengkoordinasi programmer dan lainnya. Tulis saja pengalaman kamu itu, cerita tentang pengalaman pribadi yang berhubungan dengan profesi seseorang pasti menarik untuk dibaca. Karena akan ada tips-tips supaya kejadian yang tidak dinginkan jangan sampai terjadi lagi.</p>
<p>Pengalaman yang positif juga menarik, tetapi pengalaman negatif dan kesadaran kita dalam mengatasinya lain waktu yang akan lebih menarik bagi orang lain.</p>
<h3>4. Proses Kerja</h3>
<p>Dokumentasikan projek yang kamu anggap &#8216;asik&#8217; dan &#8216;bergengsi&#8217;. Mulai dari sketsa, pencarian referensi, moodboard, tanggapan klien, sampai hasil akhir. Selain menunjukkan kamu sebagai desainer yang profesional, posting jenis ini akan menarik banyak perhatian pembaca dan mengundang komentar seru di blog kamu.</p>
<h3>5. Kompilasi Tautan Inspirasional</h3>
<p>Senang mengumpulkan karya &#8211; karya desain untuk di jadikan referensi? Bagus, hanya sekarang jangan gunakan untuk diri sendiri saja, berbagilah dengan yang lain  .</p>
<p>Saya masih ingat dulu sewaktu kuliah sering men &#8217;save as&#8217; karya desain yang saya suka di internet. Dulu memang hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi sekarang dengan berbagi, kita akan membantu teman-teman yang lain juga. Dan tentu pengunjung blog kamu akan meningkat jika kamu konsisten dengan cara ini.</p>
<p>Lebih baik lagi jika tautan/karya yang kamu kumpulkan adalah <a href="http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/" target="_blank">karya desainer lokal</a>. Selain untuk menunjukkan kepada teman-teman se-bangsa dan se-internasional kalau desainer Indonesia tidak kalah dengan luar negeri, kita juga bisa berkenalan dengan desainer yang karyanya kita pajang di blog kita. Dengan begitu jaringan pertemanan kita akan lebih luas.</p>
<p><em>*Bagi teman-teman desainer, ayo <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/" target="_blank">masukkan karya kalian ke Grup Flickr Jurus Grafis</a> supaya lebih mudah mendokumentasikan nya di masa mendatang   </em></p>
<h3>6. Redesain Fiksi</h3>
<p>Ide ini pernah saya bahas pada <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/" target="_blank">9 tips memasarkan diri sendiri sebagai desainer grafis</a>. Daripada mengeluh dan mencaci maki desain yang buruk, lebih baik buat versi kamu sendiri dan post di blog kamu. Jangan lupa juga ceritakan alasan dan konsep kamu me-redesain. Ini akan lebih meyakinkan calon klien yang mungkin sering membaca blog kamu.</p>
<h3>7. Tutorial</h3>
<p>Saya percaya setiap orang pasti bisa mengajarkan orang lain dan mau membagi ilmunya. Namun biasanya kita hanya merasa tidak sempat untuk membuat tutorial, sebenarnya bisa di mulai dengan teknik desain yang sering kita pakai. Tidak apa kalau bukan teknik yang heboh, karena perbendaharaan konten lokal desain grafis di internet belum begitu banyak, terlebih lagi tutorial.</p>
<p>Usaha dan waktu yang di butuhkan memang besar, tetapi hasilnya nanti akan besar juga. Kalau tutorial kamu menarik, trafik tinggi pasti dapat, di anggap paling menguasai teknik tersebut (expertise) juga dapat, yang ujung-ujung nya pemasaran gratis di internet, dan tidak lupa berarti kamu sudah mulai membangun personal branding. Jadi tunggu apalagi? mulailah sekarang. <em>(PS: bagi yang mau menulis tutorial atau artikel di Jurus Grafis <a href="http://jurusgrafis.com/kontak-saran/" target="_blank">silakan kontak saya</a> yah!  )</em></p>
<p>Jadi, masih ragu atau bingung untuk menulis blog sebagai desainer grafis? Saya harap tidak   Ayo kita majukan konten lokal desain grafis di Indonesia. Ini &#8216;kue&#8217; yang sangat besar, tapi masih terlalu sedikit &#8216;mulut&#8217; yang memakannya.</p>
<p><em>Yuk berlangganan Jurus Grafis melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> dan <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>. Gabung juga dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook</a> dan<a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"> Twitter</a>.</em></p>
<script type='text/javascript'>document.getElementById("post-855-blankimage").onload();</script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Cara Ampuh Menangkap dan Membuat Ide Mengalir Deras Seperti Hujan di Bulan Desember</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-ampuh-menangkap-dan-membuat-ide-mengalir-deras-seperti-hujan-di-bulan-desember/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-ampuh-menangkap-dan-membuat-ide-mengalir-deras-seperti-hujan-di-bulan-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ide]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[
Ide itu seperti bensin bagi kendaraan, tinta bagi printer, air bagi kehidupan makhluk hidup. Sesuatu di balik lahirnya karya yang baru, yang cemerlang, yang tidak terlupakan.

Namun terkadang kita sering mengeluh susah menemukan ide tersebut, walaupun secara teori dan kata orang, bahwa ide itu &#8216;berterbangan&#8217; di sekitar kita, hanya kita saja yang kurang sensitif untuk bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Ide itu seperti bensin bagi kendaraan, tinta bagi printer, air bagi kehidupan makhluk hidup. Sesuatu di balik lahirnya karya yang baru, yang cemerlang, yang tidak terlupakan.</p>
<p><span id="more-553"></span></p>
<p>Namun terkadang kita sering mengeluh susah menemukan ide tersebut, walaupun secara teori dan kata orang, bahwa ide itu &#8216;berterbangan&#8217; di sekitar kita, hanya kita saja yang kurang sensitif untuk bisa melihat ide tersebut. Ide memang tidak datang secara langsung, ada beberapa metode untuk mencari inspirasi yang merupakan dasar sebuah ide.</p>
<p>Berikut beberapa cara yang di rangkum dari pendapat teman dan pengalaman pribadi.</p>
<h3>1. Temukan Inti Permasalahan.</h3>
<p>Bagaimana kita bisa memberikan solusi, jika tidak mengerti inti permasalahan? Hal esensial ini seringkali di lupakan desainer grafis, mereka langsung mengarah kepada visual, bagaimana bagusnya, bagaimana bentuknya, hal-hal yang terlihat secara kasat mata. Tidak heran suatu projek terlihat cantik namun tidak berhasil mencapai target yang di inginkan.</p>
<p>Namun jangan salah, tidak berarti solusi yang tepat harus dengan menggunakan visual yang buruk. Tidak ada alasan bagi desainer grafis untuk menghasilkan visual yang kurang bagus. Visual yang bagus merupakan suatu keharusan.</p>
<h3>2. Berkomunikasi Lebih Sering dengan Klien.</h3>
<p>Tanyakan lebih jauh tentang projek, terkadang brief yang kita dapat tidak cukup informatif. Dan tentu saja klien juga merasa lebih senang jika kita ingin mendiskusikan projek nya, ini memberikan kesan kita peduli dengan klien.</p>
<p>Dari komunikasi itu kita pasti mendapatkan beberapa kata kunci yang akan mendukung proses desain kita, hal yang berhasil dari desain yang sekarang, hal yang tidak berhasil dan tentu saja, hal yang tidak klien suka dan mengapa ia tidak suka terhadap hal tersebut. Apakah dia tidak suka karena masalah selera atau memang dia tidak suka karena solusi tersebut tidak efektif.</p>
<p>Dan sebagai bonus, klien akan lebih menghargai kita lebih dari desainer grafis kebanyakan.</p>
<h3>3. Menggali Referensi.</h3>
<p>Cara ini paling sering di gunakan oleh kebanyakan kita desainer grafis. Refensi bertebaran di dunia maya ini, kita hanya cukup menyediakan waktu untuk mencari dan mem-filter nya sesuai dengan kebutuhan projek.</p>
<p>Coba kita lihat pendapat teman-teman yang berkomentar di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a>,</p>
<blockquote><p>Rio Purnomo, &#8220;pantengin http://www.plurk.com/101bestwebsites&#8221;</p>
<p>Fahmi Ridho Ilahi, &#8220;biasanya liad2 forum design atau deviantart om.. buad referensi aja sih.. bukannya niru..  &#8221;</p>
<p>Jimmy Ofisia, &#8220;All of the above, sama nongkrong di warkop (baca koran lokal dan people watching).&#8221;</p>
<p>Nafi Putrawan, &#8220;bersantai di kamar tidur ber-AC sambil memandang laptop dengan cat tembok berwarna putih, tengkurep di kasur sambil browsing tentang graphic/design, tidak jauh darisana ada pohon di pot, dan inspirasi terasa banyak&#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p>Tidak hanya secara online, kita juga bisa menemukan referensi dari buku, majalah, tv, radio, sesuatu yang dekat dengan kita sehari-hari.</p>
<h3>4. Fokus dan Menjiwai.</h3>
<p>Karena memang desain grafis adalah bagian dari seni juga, maka karya dan solusi yang kita buat akan kehilangan faktor X nya bila kita tidak menjiwai dan fokus pada suatu projek. Cobalah menjadi seperti klien, orang yang mempunyai dan menjalankan bisnis tersebut, apa kira-kira yang akan kamu lakukan? Solusi terbaik apa yang bisa kita hasilkan untuk mencapai target?</p>
<p>Dengan pemikiran seperti itu, kita sudah mulai memulai sesi brainstorming secara tidak langsung, dan tentu kita tidak menjadi merasa &#8216;terpaksa&#8217; ketika masuk ke proses mendesain.</p>
<h3>5. Bersantai Sejenak.</h3>
<p>Setelah semua cara di atas, ada baik nya kita memberikan otak kita sedikit &#8216;ruang&#8217; untuk bernafas. Tidak jarang juga kita malah menemukan ide yang lebih baik lagi setelah kita bersantai. Memang ada penelitian yang membuktikan bahwa kalau kita rileks, darah di otak kita cenderung berjalan lebih lancar, dan perasaan hati kita terasa lega, dari proses itu terkadang pikiran bawah sadar kita masih memikirkan projek yang sedang kita jalani, disitulah ide yang tadinya tidak terlihat menjadi jelas.</p>
<p>Seperti kata teman-teman berikut ini,</p>
<blockquote><p>Bryan Alfeus Wijaya, &#8220;setel musik, teh hangat, liatin langit&#8221;</p>
<p>Dian Pra, &#8220;jalan-jalan kelling kota&#8221;</p>
<p>Fikri Rasyid, &#8220;jalan2 ke gramedia, atau jalan2 naik motor sambil dengerin mp3 player.tapi seringnya nonton DVD sih. haha  &#8221;</p>
<p>Anunggal Bagus, &#8220;Mandi trus j0ngkok dkl0set lamaa&#8230;mbil mikir,biasnya dpt tuh insprasi.. :p&#8221;</p>
<p>Liance Gunawan, &#8220;dgr musik (kl gw c dgr lgu jepang&#8211;&gt; demen), n kudu pake earphone, jd ga ada suara laen yg musik..<br />
;D&#8221;</p>
<p>Silvia Limanta, &#8220;Uhmmmm&#8230; nongkrong di WC rumah (seriously, it&#8217;s an awesome place to get inspiration), kalo perlu mandi.   Atau jalan2 sambil bengong ke supermarket, kalo perlu yang rada elit biar bisa ngeliat packaging2 yahud&#8221;</p></blockquote>
<p>Ada juga beberapa cara yang tidak biasa, tapi mungkin bagi sebagian kita merupakan cara yang pas untuk bersantai dan merelaksasikan otaknya.</p>
<blockquote><p>Munzir Fadly, &#8220;ngebayangin yang berbau dosa&#8221;</p>
<p>Sun Wahyu, &#8220;bengong di tengah kemacetan ibukota jakarta&#8221;</p>
<p>Adi Rahmad, &#8220;menyendiri.. sunyi..&#8221;</p>
<p>Sapoy Karpov, &#8220;tunggu tengah malem lewatin kepala&#8221;</p></blockquote>
<h3>6. Selalu Membawa Buku Catatan, Berupa Buku Asli atau Virtual (aplikasi web / smart phone).</h3>
<p>Karena ide tidak bisa di tebak kapan datangnya, maka siapkan lah selalu buku catatan, kalau dalam keadaan darurat (misal: di angkot, dll) bisa gunakan fasilitas note/sms di handphone kamu. Untuk aplikasi web, bisa gunakan Bookmark pada browser, <a href="http://delicious.com/" target="_blank">Delicious</a>, <a href="http://penzu.com/" target="_blank">Penzu</a> (favorit saya) atau <a href="http://www.evernote.com/" target="_blank">Evernote</a> jika kamu menggunakan IPhone.</p>
<h3>7. Be Happy!</h3>
<p>Jangan sampai perasaan yang tidak enak merusak suasana kreatif kamu, mood memegang peranan yang lumayan penting dalam membuat suatu karya desain grafis (personal atau komersial). Konsep &#8220;Creativity under the Gun&#8221; tidak akan berhasil kalau kita tidak merasa happy, jadi kita harus punya alasan kenapa &#8220;Under the Gun&#8221;, apakah bayaran nya lumayan? klien nya populer? di beri kebebasan berkarya tetapi deadline ketat? dan lain nya.</p>
<p>Bagaimana menurut kamu? Punya cara yang lain? Ayo sharing-kan dengan teman-teman di kolom komentar.  </p>
<script type='text/javascript'>document.getElementById("post-553-blankimage").onload();</script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-ampuh-menangkap-dan-membuat-ide-mengalir-deras-seperti-hujan-di-bulan-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
