<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; Tipografi</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/tag/tipografi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 05:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>6 Tips Membuat Tipografi Lebih Menarik &amp; Mudah Terbaca</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-membuat-tipografi-lebih-menarik-mudah-terbaca/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-membuat-tipografi-lebih-menarik-mudah-terbaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 12:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaca]]></category>
		<category><![CDATA[Tipografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1371</guid>
		<description><![CDATA[Tipografi merupakan unsur penting di dalam desain, karena tipografi adalah inti. Tipografi adalah salah satu elemen yang menyampaikan isi dan maksud dari sebuah karya desain. Tidak jarang, desain yang efektif adalah desain yang hanya menggunakan tipografi yang baik tanpa menggunakan elemen visual sama sekali. Sebegitu pentingnya peran tipografi pada desain yang kita hasilkan, jadi biarpun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Tipografi merupakan unsur penting di dalam desain, karena tipografi adalah inti. Tipografi adalah salah satu elemen yang menyampaikan isi dan maksud dari sebuah karya desain. Tidak jarang, desain yang efektif adalah desain yang hanya menggunakan tipografi yang baik tanpa menggunakan elemen visual sama sekali.</p>
<p><span id="more-1371"></span></p>
<p>Sebegitu pentingnya peran tipografi pada desain yang kita hasilkan, jadi biarpun desain visual kita &#8220;wah&#8221;, tetapi kalau tipografi nya tidak mudah di baca dan susah di mengerti, maka desain tersebut termasuk gagal. Untuk menghindari itu, berikut 6 tips dasar untuk membuat tipografi lebih menarik, nyaman dan mudah terbaca.</p>
<h3>Kerning</h3>
<p>Kerning adalah jarak antar huruf. Dan ini merupakan favorit saya, kalau sudah bingung bagaimana membuat judul/kalimat tertentu menjadi lebih menarik, saya biasanya mendempetkan kerning pada judul/kalimat tersebut.</p>
<p>Namun harap di perhatikan, jangan sampai terlalu mendempetkan kerning karena hasilnya judul/tulisan akan susah terbaca dan terasa &#8216;penuh&#8217;. Jadi, gunakanlah teknik ini secukupnya.</p>
<p></p>
<h3>Pemilihan Font</h3>
<p>Pemakaian jenis font yang tepat dapat membantu desain menjadi lebih menyatu dan lebih cepat mengkomunikasikan maksud dari desain. Misalnya, pada desain brosur kecantikan, kita tidak mungkin menggunakan font yang &#8216;keras&#8217;, berbentuk kaku dan tebal. Akan lebih tepat jika kita menggunakan font yang tipis dan luwes, sesuai dengan kepribadian target market yang di tuju, yaitu wanita.</p>
<p>Jenis font bisa di ibaratkan jenis &#8216;suara&#8217; yang berbicara pada desain. Font dengan gaya tebal akan terasa seperti suara laki-laki dan bersuara berat. Font berbentuk kaku dan kotak-kotak, akan terasa seperti robot atau mesin yang berbicara, dan seterusnya. Masing-masing jenis font mempunyai jenis suara tersendiri.</p>
<p></p>
<h3>Berat dan Ukuran</h3>
<p>Kita bisa memainkan berat (tebal tipis) dan ukuran (besar kecil) font, untuk memberikan emphasis (elemen mana yang akan di baca atau di tampilkan terlebih dahulu). Sehingga secara tidak langsung pembaca akan di tuntun sesuai dengan flow yang kita mau.</p>
<p>Cara ini juga untuk mencegah pembaca pusing akan bagian mana yang seharusnya di lihat terlebih dahulu. Salah urutan dalam membaca akan mengakibatkan informasi yang kita sebarkan susah di mengerti.</p>
<p></p>
<h3>Leading</h3>
<p>Leading adalah jarak spasi antara kalimat atas dan bawah dalam satu paragraf. Biasanya elemen ini jarang di utak-atik oleh kebanyakan desainer. Padahal leading yang di atur dengan baik akan membuat pembaca tidak merasa lelah jika mereka membaca suatu artikel yang panjang.</p>
<p>Jarak yang di hasilkan jika kita memainkan leading akan memberikan kesan ruang kosong (whitespace). Yang tentu saja membuat mata tidak cepat lelah saat melihat teks yang begitu banyak.</p>
<p></p>
<h3>Warna</h3>
<p>Warna pada font biasanya di sesuaikan dengan background. Jika background berwarna (foto) maka lebih baik menggunakan 1 warna font yang netral (putih misalnya). Yang pasti harus menghasilkan kontras yang cukup, sehingga tetap nyaman di baca dan tidak &#8216;menusuk&#8217; mata.</p>
<p></p>
<p>Teman-teman desainer kebanyakan pasti menyukai warna background hitam, namun masalahnya kalau di website, kombinasi background hitam dan teks putih itu akan menghasilkan &#8216;efek negatif film&#8217; pada mata saat kita selesai membaca.</p>
<p>Akan lebih baik jika warna background di buat tetap gelap, namun tidak hitam 100%, dan berikan warna abu-abu muda pada font. Dengan begitu maka mata tidak akan terlalu lelah dan &#8216;efek negatif film&#8217; tidak akan ada lagi.</p>
<p></p>
<h3>Lebar Paragraf</h3>
<p>Hal ini sangat penting, karena sangat mempengaruhi kenyamanan membaca. Coba bayangkan paragraf yang lebar di halaman website dengan artikel yang panjang. Kita sampai harus perlu memutar kepala sedikit (dari kiri ke kanan) untuk membaca artikel tersebut. Saya jamin kita hanya akan bertahan 1-2 paragraf saja!</p>
<p>Idealnya paragraf tidak terlalu lebar (dan tidak terlalu pendek), harus di sesuaikan dengan besar font juga. Untuk ini memang kita harus mencoba langsung membaca paragraf yang kita desain untuk menemukan lebar yang ideal. Jika kita masih menggerakan kepala lumayan sering, itu artinya kita harus mengatur kembali lebar paragraf tersebut.</p>
<p></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Dengan ke 6 tips di atas semoga kita bisa lebih peka dalam mengatur tipografi (terlebih jika teks nya banyak!). Percayalah, dengan tipografi yang mudah terbaca maka orang juga akan lebih menyukai desain kita. Mulai sekarang anggaplah tipografi sebagai bagian penting dalam desain (atau yang lebih ekstrim, tipografi sebagai visual juga).</p>
<p>Apakah kamu mempunyai tips tambahan lain? Ayo di bagikan dengan teman-teman yang lain di kolom komentar  </p>
<p><strong>Tautan Terkait</strong><br />
<a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-tipografi-gaya-bebas/" target="_blank">Merancang Tipografi Gaya Bebas</a></p>
<p><em>Temui <a href="http://www.facebook.com/jurusgrafis" target="_blank">Jurus Grafis di Facebook</a> dan ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter Jurus Grafis</a>. Kalau tidak ingin ketinggalan posting berikutnya, kamu bisa berlangganan melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-membuat-tipografi-lebih-menarik-mudah-terbaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merancang Tipografi Gaya Bebas</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-tipografi-gaya-bebas/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-tipografi-gaya-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 16:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Illustrator]]></category>
		<category><![CDATA[Ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Tipografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Tipografi tidak hanya sekedar elemen yang memberikan informasi saja. Jika kita bisa mengolahnya dengan baik, maka tipografi dapat berdiri sendiri sebagai informasi dan sebagai karya desain grafis. Dalam video tutorial kali ini, kita akan belajar bagaimana membuat tipografi gaya bebas di Adobe Illustrator dan melakukan tahap penyelesaian di Adobe Photoshop. Karena terlalu panjang jika di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Tipografi tidak hanya sekedar elemen yang memberikan informasi saja. Jika kita bisa mengolahnya dengan baik, maka tipografi dapat berdiri sendiri sebagai informasi dan sebagai karya desain grafis.</p>
<p><span id="more-993"></span></p>
<p>Dalam video tutorial kali ini, kita akan belajar bagaimana membuat tipografi gaya bebas di Adobe Illustrator dan melakukan tahap penyelesaian di Adobe Photoshop. Karena terlalu panjang jika di gabung kedalam satu video, maka saya membaginya menjadi 2 bagian, yaitu tahap Illustrator dan tahap Photoshop.</p>
<p>Hasil akhir yang kita rancang akan terlihat seperti gambar di bawah ini.</p>
<p></p>
<h3>Perancangan Bentuk Tipografi Dasar di Illustrator</h3>
<p><object id="stVkxcRUVIR19fQlpcX1xRU1Zd" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="535" height="316" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="flashvars" value="video=stVkxcRUVIR19fQlpcX1xRU1Zd" /><param name="src" value="http://www.screentoaster.com/swf/STPlayer.swf" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="stVkxcRUVIR19fQlpcX1xRU1Zd" type="application/x-shockwave-flash" width="535" height="316" src="http://www.screentoaster.com/swf/STPlayer.swf" flashvars="video=stVkxcRUVIR19fQlpcX1xRU1Zd" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<h3>Tahap Penyelesain Karya di Photoshop</h3>
<p><object id="stVkxcRUVIR19fQlpVW1JbU1BU" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="535" height="316" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="flashvars" value="video=stVkxcRUVIR19fQlpVW1JbU1BU" /><param name="src" value="http://www.screentoaster.com/swf/STPlayer.swf" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="stVkxcRUVIR19fQlpVW1JbU1BU" type="application/x-shockwave-flash" width="535" height="316" src="http://www.screentoaster.com/swf/STPlayer.swf" flashvars="video=stVkxcRUVIR19fQlpVW1JbU1BU" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Kamu bisa memakai teknik ini untuk di aplikasikan tidak hanya pada tipografi saja, tetapi bisa di gunakan pada ilustrasi, desain karakter, pembuatan logo dan lainnya.</p>
<p>Dokumen grafis tutorial ini (1,7Mb) dapat di unduh melalui tombol di akhir posting. Jangan lupa untuk bergabung dan memamerkan karya desain kamu di <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/pool/" target="_blank">Grup Flickr Jurus Grafis</a>.</p>
<p><em>Ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter Jurus Grafis</a> dan temui <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Jurus Grafis di Facebook</a>. Kalau tidak ingin ketinggalan tutorial menarik lainnya, kamu bisa berlangganan dengan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>. </em></p>
<a class="downloadlink" href="http://jurusgrafis.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=11" title="Version1 downloaded 2806 times" >Merancang_Tipografi_gaya_bebas (2806)</a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-tipografi-gaya-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Tipografi 3 Dimensi Bertekstur Dengan Illustrator dan Photoshop</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/membuat-tipografi-3-dimensi-bertekstur-dengan-illustrator-dan-photoshop/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/membuat-tipografi-3-dimensi-bertekstur-dengan-illustrator-dan-photoshop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 19:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Illustrator]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[3 Dimensi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekstur]]></category>
		<category><![CDATA[Tipografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tren grafis yang sedang populer saat ini adalah tipografi 3 dimensi. Pada posting ini kita akan belajar membuat tipografi 2 dimensi menjadi 3 dimensi secara mudah di Adobe Illustrator, lalu memoles nya dengan tekstur di Adobe Photoshop. Materi stok gambar yang kita perlukan hanya tekstur dengan style grunge (dapat di unduh di akhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Salah satu tren grafis yang sedang populer saat ini adalah tipografi 3 dimensi. Pada posting ini kita akan belajar membuat tipografi 2 dimensi menjadi 3 dimensi secara mudah di Adobe Illustrator, lalu memoles nya dengan tekstur di Adobe Photoshop.</p>
<p><span id="more-294"></span></p>
<p>Materi stok gambar yang kita perlukan hanya tekstur dengan style grunge (dapat di unduh di akhir posting ini), selebih nya kita menggunakan teknik Illustrator dan Photoshop saja, mari kita mulai!</p>
<h3>Langkah 1 &#8211; Adobe Illustrator CS3</h3>
<p>Buat dokumen baru di Adobe Illustrator CS3 kamu, lalu ketik kata yang kamu inginkan. Pada tutorial ini saya mengetik &#8220;JURUS GRAFIS&#8221; dengan font Swiss Heavy (kamu bisa menggunakan font Arial Bold atau yang lain jika tidak punya font Swiss), dan atur setting Leading dan Kerning nya seperti gambar di bawah ini.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 2</h3>
<p>Kita akan merubah text tersebut menjadi &#8220;Outlines&#8221; atau &#8220;Path&#8221;, sehingga text ini tidak jadi sebagai text, tetapi akan menjadi grafik yang bisa kita edit bentuk nya. Caranya, <strong>klik kanan lalu pilih &#8220;Create Outlines&#8221;</strong>.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 3</h3>
<p>Bagian ini adalah bagian yang menarik, kita akan membuat tipografi 2 dimensi ini menjadi 3 dimensi. Caranya sangat mudah, selagi tipografi tersebut terseleksi, pilih <strong>Effect &gt; 3D &gt; Extrude &amp; Bevel</strong> , lalu ikuti setting seperti gambar di bawah ini.</p>
<p>Sebelumnya jangan lupa untuk merubah warna text menjadi abu-abu muda (supaya nanti sesudah menjadi 3 dimensi, warna nya akan tetap menghasilkan bayangan yang pas). Dan Voila! kamu sudah berhasil membuat tipografi 3 dimensi.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 4</h3>
<p>Selanjutnya kita meng-expand grafik 3 dimensi tersebut, sehingga setiap bagian nya akan menjadi bentuk vektor. Seleksi objek 3d lalu pilih <strong>Object &gt; Expand Appearance</strong>.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 5</h3>
<p>Setelah objek 3d menjadi grafik/path, maka setiap bagian nya bisa kita edit. Nah sekarang seleksi semua objek 3d itu dan Ungroup (tekan Ctrl + Shift + G) sebanyak 3 kali, sampai setiap bagian nya terpisah-pisah.</p>
<p>Lalu seleksi tulisan &#8220;Jurus Grafis&#8221; nya saja dan ubah warna nya menjadi abu-abu terang (10% Black). Tekan Ctrl + G untuk meng-group kembali hanya tulisan &#8220;Jurus Grafis&#8221; saja.</p>
<p></p>
<p>Selagi tulisan &#8220;Jurus Grafis&#8221; terseleksi, tekan Ctrl + 2 untuk mengunci (Lock) bagian itu. Tujuan nya adalah supaya kita lebih mudah untuk melakukan langkah berikutnya.</p>
<h3>Langkah 6</h3>
<p>Kita akan menyatukan bagian bayangan dari grafik tersebut (area abu-abu gelap). Karena kita sudah mengunci tulisan &#8220;Jurus Grafis&#8221; maka kita dapat dengan mudah men-seleksi semua bayangan tersebut. Setelah terseleksi, pilih Pathfinder, lalu Unite dan tekan Expand.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 7</h3>
<p>Kamu akan mendapatkan hasil seperti di bawah ini. Sekarang kamu bisa membuka kunci (Unlock) tulisan &#8220;Jurus Grafis&#8221;, dengan menekan Ctrl + Alt + 2.</p>
<p>Logika dari semua langkah sebelum nya adalah kita membuat 2 bagian, text bagian depan (berwarna abu-abu terang) dan text bagian belakang yang berfungsi sebagai pemberi efek 3 dimensi (berwarna abu-abu gelap).</p>
<p></p>
<h3>Langkah 8 &#8211; Adobe Photoshop</h3>
<p>Buat Dokumen baru di Photoshop dan Copy Paste grafik yang telah kita buat di Illustrator. Masing-masing dengan bagian nya sendiri, &#8220;bagian depan huruf&#8221; dan &#8220;bagian belakang huruf&#8221;. Jadi kita mempunyai 2 layer di Photoshop.</p>
<p>Setelah meng-copy paste mungkin kamu butuh menyesuaikan lagi sehingga bisa pas seperti yang kita buat di Illustrator, trik nya adalah jangan merubah ukuran salah satu nya sebelum semuanya ter-copy paste di Photoshop dan paste sebagai &#8220;Smart Object&#8221;.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 9</h3>
<p>Buka dokumen tekstur di Photoshop, lalu klik dan drag ke dokumen tipografi 3 dimensi. Ini akan menempatkan tekstur tersebut di atas layer &#8220;text bagian depan&#8221;. Namakan layer tekstur tersebut menjadi &#8220;texture grunge1&#8243;.</p>
<p>Pilih layer &#8220;texture grunge1&#8243; lalu klik kanan dan pilih Create Clipping Mask, hasilnya akan tampak seperti di bawah ini.</p>
<p></p>
<p>Jadi kita menempatkan tekstur kedalam tulisan &#8220;Jurus Grafis&#8221;</p>
<h3>Langkah 10</h3>
<p>Pilih layer &#8220;texture grunge1&#8243; dan lakukan setting seperti gambar di bawah ini. Kita akan membuang warna pada tekstur dan meningkatkan kontras untuk mendapatkan efek yang lebih dramatis.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 11</h3>
<p>Copy layer &#8220;texture grunge1&#8243; yang sudah di setting tadi, dan tempatkan di atas layer &#8220;text bagian belakang&#8221;. Lakukan Clipping Mask (seperti langkah 9) dan sesuaikan penempatan nya seperti apa yang kamu mau. Kamu bisa bereksperimen dengan penempatan nya dengan melakukan rotate dan transform (Ctrl + T).</p>
<p></p>
<h3>Langkah 12</h3>
<p>Kita akan mempertegas bayangan pada layer &#8220;text bagian belakang&#8221;. Buat layer baru di atas layer &#8220;texture grunge1 copy&#8221; dan namakan menjadi &#8220;brush shadow&#8221;, jangan lupa ubah blending mode layer &#8220;brush shadow&#8221; menjadi Multiply.</p>
<p>Gunakan soft brush berwarna hitam untuk mempertegas bayangan, untuk bagian ini kamu bebas bereksperimen untuk menentukan mana bagian yang tergelap. Bayangkan satu sumber cahaya di atas objek tersebut sehingga kamu lebih mudah dalam megerjakan nya.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 13</h3>
<p>Biasakan untuk mengatur dan menamakan layer kamu, buat group baru (klik ikon bergambar folder) dan masukkan semua layer tipografi 3 dimensi kedalam folder itu. Namakan folder nya &#8220;3d tipo&#8221;.</p>
<p>Ini akan memudahkan kamu jika nanti kamu hanya ingin mengedit bagian tertentu saja. Hal ini juga sangat berguna kalau kamu sudah bekerja dengan ratusan layer.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 14</h3>
<p>Dengan teknik yang sama seperti mempertegas bayangan tadi, kita akan memberikan sedikit nuansa warna pada grafik ini. Saya menggunakan Soft Brush dan menggunakan 2 warna secara bergantian. Ikuti penempatan dan pengaturan layer nya seperti gambar di bawah ini.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 15</h3>
<p>Pilih layer &#8220;text bagian depan&#8221; dan berikan layer style &#8220;Stroke&#8221;.</p>
<p></p>
<h3>Langkah 16</h3>
<p>Selanjutnya kita membuat background. Pada tutorial ini saya membuat background yang simpel saja. Cukup menggunakan Gradient Tool (G) dan merubah setting nya menjadi Radial Gradient.</p>
<p>Dan saya memutuskan untuk menambahkan tekstur yang sama seperti tekstur tipografi juga pada background.</p>
<p></p>
<h3>Hasil Akhir</h3>
<p></p>
<p>Ya, sampai disini kita sudah selesai. Saya menambahkan beberapa elemen grafis lain nya, seperti efek cahaya dan bintang angkasa agar tipografi 3 dimensi nya lebih menyatu dengan background. Tetapi ini tergantung kamu dan gaya seperti apakah yang kamu buat dari pertama.</p>
<p></p>
<p>Jadi sekarang kamu sudah mengetahui bagaimana merubah text 2 dimensi menjadi 3 dimensi dan memberikan tekstur pada sebuah objek. Silakan bereksperimen dengan tekstur yang lain, seperti kayu, daun, cipratan cat, dan lain lain. Post hasil karya kamu di <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/pool/" target="_blank">Grup Flickr Jurus Grafis</a> yah! Ditunggu!</p>
<p>Dokumen ini bisa kamu unduh beserta tekstur yang saya gunakan untuk tutorial ini (6,7 Mb), karena mungkin lebih mudah lagi bagi kamu untuk mengerti teknik di atas dengan melakukan &#8220;pembedahan&#8221; suatu karya di Photoshop.</p>
<a class="downloadlink" href="http://jurusgrafis.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3" title="Version1 downloaded 2668 times" >Tipografi_3dimensi_jurusgrafis (2668)</a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/membuat-tipografi-3-dimensi-bertekstur-dengan-illustrator-dan-photoshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

