<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurus Grafis - Tutorial / Tips / Inspirasi Desain &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://jurusgrafis.com/tag/tips-tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurusgrafis.com</link>
	<description>Photoshop &#124; Illustrator &#124; Print Design &#124; Web Design &#124; Template Desain Gratis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 05:05:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Bedah Desain: Struktur Blog dan Penerapannya</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 08:13:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=2099</guid>
		<description><![CDATA[Fungsi sebuah blog sudah bergeser dari yang tadinya hanya sebatas tempat curhatan sang penulis, sekarang menjadi media publikasi bagi orang banyak (istilah keren nya, Citizen Journalism). Pada posting ini kita akan membahas beberapa elemen visual yang menjadikan desain sebuah blog menjadi efektif. Sinergi Desain &#38; Konten Inti dari blog memang ada pada konten blog itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Fungsi sebuah blog sudah bergeser dari yang tadinya hanya sebatas tempat curhatan sang penulis, sekarang menjadi media publikasi bagi orang banyak (istilah keren nya, Citizen Journalism). Pada posting ini kita akan membahas beberapa elemen visual yang menjadikan desain sebuah blog menjadi efektif.<span id="more-2099"></span></p>
<h3>Sinergi Desain &amp; Konten</h3>
<p></p>
<p>Inti dari blog memang ada pada konten blog itu sendiri, tetapi seperti <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/jika-konten-adalah-raja-maka-desain-adalah/" target="_blank">diskusi kita terdahulu</a>, konten yang bagus jika tidak didukung dengan desain yang efektif maka tidak akan berhasil. Sebagian mungkin bisa bertahan karena faktor senioritas atau konten yang tidak dapat di temukan di blog lain. Tapi bagaimana dengan blogger junior yang walaupun mempunyai konten yang bagus tetapi kurang/belum memperhatikan desain blognya sendiri?</p>
<p>Lagipula, apa salahnya memanjakan pembaca dengan presentasi desain yang nikmat di mata? Selain membuat pembaca lebih betah berlama-lama di blog kita, manfaat lain tentu membuat pesan yang ingin kita sampaikan lebih mudah di tangkap.</p>
<p>Berikut adalah beberapa poin/tips yang bisa di gunakan untuk membuat desain blog menjadi lebih efektif.</p>
<h3>Tata Letak Kolom Konten</h3>
<p>Dari hasil pengamatan saya, ada 5 macam jenis tata letak kolom yang sering digunakan pada desain blog. Masing-masing tata letak mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun kita bisa menentukan yang terbaik bagi keperluan blog yang akan kita desain.</p>
<h4>1. Menurun Single (1 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Jenis ini merupakan tata letak yang standard dan hampir semua blog menggunakan metode ini. Dikarenakan sistem dokumentasi dan penanggalan blog yang berdasarkan hari, maka posting terbaru akan di letakkan di paling atas.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Pembaca sudah familiar dengan tata letak ini</li>
<li>Mudah menemukan posting terbaru</li>
<li>Ruang untuk konten lumayan luas</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Dari segi visual terlihat biasa saja</li>
<li>Pembaca akan mengalami sedikit kesulitan bila ingin melihat posting terdahulu</li>
</ul>
<h4>2. Menurun Paralel (2 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Sama dengan tipe menurun yang pertama, perbedaannya hanya pada kolom konten yang di bagi menjadi 2, sehingga dapat memuat lebih banyak konten di dalam satu halaman.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Pembaca dapat dengan mudah melihat beberapa posting terbaru</li>
<li>Memberikan pilihan kepada pembaca</li>
<li>Blog terasa lebih kaya akan konten</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Layout secara keseluruhan akan terlihat penuh</li>
<li>Kalau pengaturan masing-masing kolom tidak di perhatikan (tinggi kolom), akan terlihat berantakan</li>
<li>Beberapa pembaca akan bingung mana yang mau di baca terlebih dulu</li>
</ul>
<h4>3. Grid (4-6 kolom)</h4>
<p></p>
<p>Sesuai dengan namanya, tata letak ini menggunakan sistem grid untuk mengatur tata letak kolom kontennya. Desainer bebas menentukan akan menggunakan berapa kolom, tergantung dengan kebutuhan dan jenis konten (lebih banyak gambar atau tulisan).</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Secara visual terlihat menarik</li>
<li>Semua posting dapat tampil dalam satu halaman</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Akan membingungkan pembaca</li>
<li>Dari sisi layout ada kemungkinan akan terlihat berantakan</li>
</ul>
<h4>4. Full Width</h4>
<p></p>
<p>Tipe yang satu ini tidak menggunakan kolom, tetapi menggunakan seluruh lebar halaman yang ada. Bahkan bagian sidebar kanan atau kiri tidak di gunakan, namun ada juga beberapa yang tetap menggunakan sidebar tetapi dengan porsi yang sangat minim.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Konten menjadi sorotan utama</li>
<li>Terlihat unik karena belum banyak yang menggunakan</li>
<li>Lebih nyaman di baca</li>
<li>Pembaca akan fokus kepada posting tanpa ada gangguan banner atau widget lain</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Terlihat &#8220;sepi&#8221;</li>
<li>Agak sulit menampilkan posting-posting sebelumnya</li>
<li>Butuh strategi khusus untuk menempatkan banner iklan atau widget lain</li>
</ul>
<h4>5. Custom Posting</h4>
<p></p>
<p>Kalau kamu mempunyai keahlian di bidang coding, pilihan ini mungkin bisa kamu pertimbangkan. Tipe ini merupakan tipe &#8220;break the rules&#8221; karena sama sekali tidak menggunakan template yang sama pada setiap posting. Melainkan menyesuaikan desain dengan konten dalam arti yang sebenarnya. Konsep nya sama seperti majalah yang melayout setiap artikel nya secara personal.</p>
<h5>Kelebihan :</h5>
<ul>
<li>Sudah pasti terlihat unik</li>
<li>Sinergi konten dan desain sangat dapat dirasakan</li>
<li>Pembaca akan melihat seluruh posting karena penasaran akan tampilan visualnya</li>
</ul>
<h5>Kekurangan :</h5>
<ul>
<li>Butuh waktu yang lumayan lama untuk membuat 1 posting saja</li>
<li>Tidak semua orang menguasai coding</li>
</ul>
<h3>Pengaturan Font</h3>
<p>Konten adalah jiwa dari sebuah blog karenanya kita harus memperhatikan cara kita menggunakan dan menampilkan text dengan baik. Tujuannya tak lain adalah agar nyaman di baca. Berikut ini beberapa hal yang harus di perhatikan,</p>
<h4>1. Jenis Font</h4>
<p></p>
<p>Di dalam blog pasti ada 2 jenis font yang harus di gunakan, yang satu sebagai heading, dan yang lain sebagai body text. Untuk bagian heading kita bisa menggunakan font yang jarang di pakai oleh desainer lain atau disesuaikan dengan kebutuhan dasar headline itu sendiri, yaitu untuk menjadi pusat perhatian.</p>
<p>Pada bagian heading kamu bisa menggunakan font yang tebal atau mencari font dengan bentuk yang unik (namun tetap terbaca). Penggunaan font yang tidak biasa pada heading juga bisa menjadi pembetukan karakter desain sebuah blog.</p>
<p>Yang kedua adalah font untuk body text. Di bagian ini sebaiknya kita menggunakan font standard yang memang di fungsikan untuk body text, alasan utamanya adalah agar text dapat di tampilkan dengan baik di semua monitor pembaca.</p>
<h4>2. Ukuran Font</h4>
<p></p>
<p>Yang akan lebih di bahas di sini adalah ukuran font pada body text. Karena perkembangan resolusi monitor saat ini, ukuran 12 point adalah ukuran standard. Tapi kalau kamu mau lebih meningkatkan kenyamanan dalam membaca bisa menggunakan 14 &#8211; 16 point, ukuran ini tergantung kepada jenis font yang kamu gunakan.</p>
<h4>3. Line Spacing</h4>
<p></p>
<p>Bagian ini sangat kecil, namun penting untuk menjaga kenyamanan saat kita membaca artikel. Rumus yang biasa di gunakan adalah besar font yang di gunakan, di tambah 4 point. Misalnya, kamu menggunakan font 14 point, maka line spacing yang ideal adalah 18 point.</p>
<p>Namun pengaturan line spacing harus di coba secara langsung, terkadang bisa juga line spacing 20 point (dengan besar font 14 point) lebih nyaman di baca karena bentuk dan jenis font juga mempengaruhi.</p>
<h3>Desain Header &amp; Logo</h3>
<p>Sesimpel apapun desain header dan logo yang kamu buat haruslah menarik. Ibaratnya, header dan logo adalah wajah seseorang. Karena ini desain untuk blog, maka logo mungkin tidak menjadi keharusan, tetapi akan lebih baik jika kamu mempunyai logo walaupun hanya berbentuk tipografi (logotype). Desain logo yang unik akan menjadi identitas blog.</p>
<p>Desain header dapat disesuaikan dengan &#8220;feel&#8221; keseluruhan blog yang ingin kamu dapatkan. Kamu bisa bereksplorasi dengan ilustrasi, texture, atau bahkan bermain dengan white space.</p>
<h4>Inspirasi Desain Header Blog</h4>
<p><a href="http://www.boxoffice.es/"></a></p>
<p><a href="http://simonfosterdesign.com/blog/"></a></p>
<p><a href="http://www.6creations.com/"></a></p>
<p><a href="http://webislove.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.makefilmwork.com/"></a></p>
<h3>Styling Image</h3>
<p>Sebenarnya trik ini sangat simpel, hanya menambahkan border di sekitar image/photo yang kita gunakan pada posting. Dengan cara ini image akan tampil lebih menarik walaupun efek nya tidak terlalu terlihat. Akan terasa perbedaanya antara yang menggunakan dan tidak menggunakan styling image.</p>
<h4>Contoh Penerapan Border Pada Gambar</h4>
<p><a href="http://www.blog.spoongraphics.co.uk/tutorials/the-making-of-a-blissful-fantasy-album-art-design"></a></p>
<p><a href="http://www.webdesignerwall.com/tutorials/css3-gradient-buttons/"></a></p>
<h3>Optimasi Sidebar</h3>
<p>Mayoritas blog mempunyai sidebar, tapi terkadang kita suka bingung ingin menaruh fitur/widget apa di bagian ini. Sebelum kamu menambahkan widget dengan membabi buta, lebih baik pikirkan dulu hal selain konten yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca.</p>
<p>Untuk optimasi sidebar ini tidak ada tips yang baku, semuanya kembali lagi kepada kamu. Dari hasil pengamatan saya, sidebar pada blog biasanya di gunakan untuk,</p>
<ul>
<li>Komentar Terkini</li>
<li>Posting Pilihan (Featured)</li>
<li>Posting Terpopuler</li>
<li>Banner Iklan</li>
<li>Twitter / Facebook Page stream</li>
<li>Icon Social Media</li>
<li>Flickr Gallery</li>
<li>Kategori Posting</li>
<li>Archives</li>
<li>Voting Widget (menampilkan voting atau hasil voting)</li>
<li>Peringkat Komentator</li>
<li><em>( Kemungkinan lain, silakan beritahu saya melalui kolom komentar   )</em></li>
</ul>
<h4>Inspirasi Sidebar</h4>
<p><a href="http://www.engadget.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.behoff.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.pvmgarage.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.relevantmagazine.com/"></a></p>
<p><a href="http://webdesignledger.com/"></a></p>
<h3>Kolom Komentar</h3>
<p>Bagian yang ini memang sudah menjadi default dari semua blog engine yang ada dan tujuan nya semua sama, yaitu untuk menciptakan komunikasi 2 arah antara penulis dan pembaca.</p>
<p>Banyak cara untuk menjadikan kolom komentar menjadi menarik, selain dari segi visual, penggunaan kata-kata yang unik juga menjadi faktor tambahan supaya pembaca mau menulis komentarnya. Agar pembaca nyaman menulis komentar, <strong>sebaiknya bagian field komentar di buat lebih lebar dan agak tinggi</strong>, ini akan berguna bagi pembaca yang ingin menulis komentar yang lumayan panjang.</p>
<h4>Inspirasi Kolom Komentar</h4>
<p><a href="http://www.tvidesign.co.uk/blog/improve-your-jquery-25-excellent-tips.aspx#addComment"></a></p>
<p><a href="http://www.newspond.com/chat/"></a></p>
<p><a href="http://www.linkedin.com/groupAnswers?viewQuestionAndAnswers=&amp;gid=93009&amp;discussionID=21578410&amp;goback=.anh_93009"></a></p>
<p><a href="http://jasonsantamaria.com/dailyphoto/escape1/"></a></p>
<p><a href="http://www.designlessbetter.com/blogless/posts/how-to-display-video-content-from-vimeo-with-valid-xhtml#comments"></a></p>
<h3>Optimasi Footer</h3>
<p>Trend Big Footer sepertinya masih akan berlangsung lama karena fungsinya sebagai area pemberhentian kedua setelah area konten yang berada di paling atas.</p>
<p>Ada 2 tujuan dasar mendesain big footer pada blog,</p>
<ol>
<li>Untuk meletakan fitur tambahan yang tidak cocok (tidak muat) di letakan di sidebar atas.</li>
<li>Membuat pembaca lebih mendalami konten blog (misalnya, dengan menaruh widget &#8220;Most Discussed Articles&#8221;)</li>
</ol>
<p>Yang pasti footer bukan lagi ruang yang di anak-tiri kan lagi, malah bisa mendukung keseluruhan konten blog.</p>
<h4>Inspirasi Footer Efektif</h4>
<p><a href="http://www.bushtheatre.co.uk/"></a></p>
<p><a href="http://css-tricks.com/"></a></p>
<p><a href="http://samrayner.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.bcandullo.com/"></a></p>
<p><a href="http://kailoon.com/giveaway-result-5-winners-needed-for-flashmoto-cms-and-conceptfeedback/"></a></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Blog dengan konten yang bagus akan menjadi lebih bagus lagi jika menggunakan desain yang efektif dan cantik. Konten dan desain tidak lagi menjadi hal yang terpisah, melainkan bersinergi menghasilkan suatu blog yang memukau dan berguna bagi banyak orang.</p>
<p>Sudah siap mendesain (atau me-redesain) kamu? Atau ada elemen yang tertinggal? Mari berkomentar!  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/bedah-desain-struktur-blog-penerapannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Cara Meningkatkan Kualitas Artikel</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-meningkatkan-kualitas-artikel-blog/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-meningkatkan-kualitas-artikel-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 08:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1713</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang paling menarik dari aktivitas blogging adalah kita bisa belajar dan berbagi pada saat yang bersamaan. Nge-blog adalah suatu langkah &#8220;nothing to lose&#8221; dan tidak ada salahnya. Menurut saya, dengan media blog kita bisa membangun pertemanan dan jaringan yang lebih luas. Beberapa bulan terakhir ini saya melihat mulai banyak blog desain lokal yang bermunculan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Hal yang paling menarik dari aktivitas blogging adalah kita bisa belajar dan berbagi pada saat yang bersamaan. Nge-blog adalah suatu langkah &#8220;nothing to lose&#8221; dan tidak ada salahnya. Menurut saya, dengan media blog kita bisa membangun pertemanan dan jaringan yang lebih luas.</p>
<p><span id="more-1713"></span></p>
<p>Beberapa bulan terakhir ini saya melihat mulai banyak blog desain lokal yang bermunculan, indikasi yang sangat bagus!   Saya berharap pertumbuhannya bisa terus makin banyak dan makin berkualitas pula konten yang di tawarkan. Bicara tentang kualitas artikel artinya kita berbicara tentang inti dari blog itu sendiri yaitu konten.</p>
<p>Kalau kontennya biasa-biasa saja dan bisa di temukan di blog lain, maka kita akan mudah melupakan blog tersebut. Jadi bagaimana caranya meningkatkan kualitas artikel blog kita? Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk kamu yang baru mau mulai nge-blog atau bagi kamu yang sudah mempunyai blog desain sendiri.</p>
<h3>1. Riset</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/arnybo/2679622216/sizes/l/"></a></p>
<p>Saya suka bagian ini, kebanyakan artikel terbaru yang di tulis di Jurus Grafis merupakan hasil riset dari internet. Karena sebenarnya saya tidak begitu menguasai beberapa topik yang akan saya sampaikan. Jadi saya harus &#8216;belajar&#8217; terlebih dulu dengan melakukan riset selama beberapa hari atau beberapa jam.</p>
<p>Misalnya seperti artikel tentang <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/bedah-desain-website-portfolio-penerapannya/" target="_blank">bedah web portfolio</a>, sungguh saya tadinya tidak terlalu memperhatikan beberapa elemen yang di bahas di artikel itu, tapi karena ide dasarnya sudah ada (bedah web portfolio) maka saya hanya tinggal meluangkan waktu untuk mempelajari website portfolio desainer lain, membaca beberapa artikel yang berkaitan dan sebagainya.</p>
<p>Lakukanlah riset maka artikel yang kita tulis akan mempunyai dasar yang kokoh.</p>
<h3>2. Buat Draft Beberapa Poin Penting</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/paulworthington/82648702/sizes/l/"></a></p>
<p>Selagi melakukan riset kita akan menemukan beberapa poin penting yang bisa kita gunakan sebagai tulang punggung artikel kita. Catat poin itu dengan <a href="http://penzu.com" target="_blank">menggunakan Penzu</a>   atau tulis saja di kertas.</p>
<p>Dari poin-poin itu kita bisa mengembangkan kalimat atau paragraf pendukung yang akan memudahkan saat kita menulis nanti. Sebagai tambahan, orang juga lebih suka membaca artikel yang berupa poin daripada paragraf semua yang terlalu panjang dan melelahkan.</p>
<h3>3. Gunakan Gambar yang Tepat</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/anabadili/3375657138/sizes/l/"></a></p>
<p>Untuk memperkuat artikel kita bisa menggunakan gambar yang sesuai dengan topik yang sedang kita bicarakan. Selain untuk fungsi pendukung, gambar juga bisa menjadi tempat &#8216;beristirahat&#8217; bagi mata kita di antara paragraf artikel.</p>
<p>Akan lebih bagus lagi, untuk gambar utama (yang akan terlihat di awal artikel), kita mendesain sendiri gambar tersebut. Selain sudah menjadi keharusan bagi para desainer, cara ini juga memberikan sentuhan personal pada setiap artikel yang kita tulis (bahkan jika kamu hanya bermain dengan tipografi saja, itu sangat berarti).</p>
<p>Dan tentu saja, siapa yang tidak menyukai ilustrasi/foto yang menarik?</p>
<h3>4. Jangan Terburu-buru</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/en321/322710700/sizes/l/"></a></p>
<p>Jangan pernah langsung menekan tombol &#8216;publish&#8217; setelah kita selesai menulis. Biarkan dulu selama 2 jam sampai 1 hari, lalu baca kembali tulisan kita itu. Kalau perlu sempurnakan kata-kata yang kita pakai, mungkin ada beberapa kalimat yang terdengar aneh, link yang belum di tambahkan atau kita bisa mencari gambar yang lebih pas dan tepat.</p>
<p>Santai saja, simpan dulu semua tulisan kamu sebagai &#8216;Draft&#8217;. Kecuali kamu nge-blog dengan gaya &#8216;news&#8217; yang memang di haruskan untuk menjadi yang tercepat berada di publik.</p>
<h3>5. Baca Ulang dan Preview</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/paszczak000/3311707373/sizes/l/"></a></p>
<p>Saya terbiasa menekan tombol &#8216;preview&#8217; terlebih dulu setelah saya selesai menulis. Dengan preview kita bisa melihat dengan jelas dan pasti, akan seperti apa tampilan artikel kita yang sebenarnya. Perhatikan apakah kita lupa memberikan tag h2 atau h3, pemotongan kalimat (text warp) yang nyaman di lihat atau tidak, semua detil harus di periksa walaupun itu hanya barisan kata-kata.</p>
<h3>6. Dengarkan Pembaca</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/chrysti/2417691082/sizes/l/"></a></p>
<p>Cara ini sangat mudah, coba pantau komentar yang ada di blog kamu, perhatikan apakah ada diskusi disana? atau ada pembaca yang memberikan masukan? Resapi semuanya dan gunakan hasil pengamatan komentar itu di posting artikel kamu selanjutnya.</p>
<p>Dengan begini kamu jadi tahu mana artikel yang di sukai pembaca dan jenis artikel apa yang bisa mengundang diskusi seru dari para pembaca. Sebagai tambahan, jumlah komentar tidak bisa menjadi ukuran, melainkan isi komentarlah yang menjadi ukuran sebuah artikel mengena atau tidak di pikiran pembaca.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Membuat blog itu sangat mudah, namun mempertahankan dan membesarkannya itu yang agak sulit. Well, tidak sulit juga seharusnya, saya yakin kita semua bisa melakukannya asal kita memberikan dedikasi yang tidak tergantikan, yaitu waktu.</p>
<p>Punya cara meningkatkan kualitas artikel yang lain? Kolom komentar sudah menunggu  </p>
<p><em><strong>Tautan Terkait:</strong></em><br />
<a href="http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/" target="_blank">7 Ide Menulis Blog Sebagai Desainer Grafis</a><br />
<a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/" target="_blank">9 Tips Efektif Untuk Memasarkan Diri Sebagai Desainer Grafis Secara Online</a></p>
<p><em>Jangan sampai ketinggalan artikel menarik lainnya, ayo berlangganan    dengan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>.    Ikuti juga <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter    Jurus Grafis</a> dan temui <a href="http://www.facebook.com/jurusgrafis" target="_blank">Jurus Grafis    di Facebook</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/cara-meningkatkan-kualitas-artikel-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimasi Garis 1 Pixel Pada Desain Website</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/optimasi-garis-1-pixel-pada-desain-website/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/optimasi-garis-1-pixel-pada-desain-website/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 17:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Detail]]></category>
		<category><![CDATA[Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Website Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1583</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun secara visual kehadirannya sering terabaikan, tetapi bagi desainer yang teliti dan mengejar detail pada karyanya, 1 pixel itu kegunaannya sangat penting sekali. Terkadang pengunaan garis 1 pixel secara tepat bisa menjadi salah satu hal yang membedakan desainer baik dan desainer terbaik. Desain website modern sekarang ini banyak menggunakan trik 1 pixel. Kegunaannya bisa bermacam-macam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Walaupun secara visual kehadirannya sering terabaikan, tetapi bagi desainer yang teliti dan mengejar detail pada karyanya, 1 pixel itu kegunaannya sangat penting sekali. Terkadang pengunaan garis 1 pixel secara tepat bisa menjadi salah satu hal yang membedakan desainer baik dan desainer terbaik.</p>
<p><span id="more-1583"></span></p>
<p>Desain website modern sekarang ini banyak menggunakan trik 1 pixel. Kegunaannya bisa bermacam-macam, selain untuk memberikan detail visual yang tidak terlalu berlebihan, garis 1 pixel juga bisa menambah faktor kenyamanan pengguna. Berikut beberapa contoh penggunaan garis 1 pixel pada desain website.</p>
<h3>Memperjelas Batas</h3>
<p>Yang ini sudah jelas fungsinya, yaitu untuk memberikan jarak antar konten satu dengan yang lain supaya pengguna mendapat ruang yang lebih nyaman dalam membaca.  Biasanya di gunakan untuk memisahkan beberapa kelompok text/paragraf (contoh: Twitter Stream, News Feed, dll).</p>
<p></p>
<p>Trik untuk membuat efek pembatas seperti gambar di atas adalah dengan menggunakan 2 garis masing-masing berukuran 1 pixel. Lalu buat warna garis yang satu lebih terang dari warna yang lainnya, dan tempatkan keduanya saling berdempetan.</p>
<p></p>
<h3>Mempertajam Bidang</h3>
<p>Garis tipis 1 pixel juga bisa di gunakan untuk memoles garis luar bidang, sehingga hasil akhirnya akan terlihat lebih tajam dan berbeda. Efek ini memang tidak terlalu jelas kelihatan, tetapi bila di bedakan antara yang memakai dan yang tidak, baru akan terlihat mana yang lebih nyaman di mata.</p>
<p></p>
<p></p>
<h3>Memberikan Detail Visual</h3>
<p>Tombol yang simpel dapat terlihat menarik kalau kita menggunakan outline 1 pixel dengan warna yang tepat. Dan tentu saja tombol yang efektif adalah tombol yang lebih &#8216;mengundang&#8217; pengguna untuk mengklik.</p>
<p></p>
<h3>Contoh &amp; Inspirasi</h3>
<p><a href="http://themeforest.net/"></a></p>
<p><a href="http://www.metalabdesign.com/"></a></p>
<p><a href="http://www.foxtie.com/"></a></p>
<p><a href="http://nosotroshq.com/"></a></p>
<p><a href="http://themeforest.net/theme_previews/86363-megalodon"></a></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>1 pixel memang kecil, namun memegang peranan penting terhadap hasil akhir suatu desain website. Dengan penggunaan dan trik yang tepat kita bisa menciptakan detail yang akan memberikan dampak signifikan.</p>
<p>Jadi, kalau sekarang kamu sudah selesai mendesain website, coba cermati kembali supaya hasilnya adalah sebuah desain website yang &#8216;matang&#8217;.</p>
<p>Apakah kamu sering menggunakan trik ini juga? Atau ada trik detail yang lain? Silakan berbagi di kolom komentar  </p>
<p><em>Jangan lupa bergabung di </em><a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/pool/" target="_blank"><em>Grup  Flickr Jurus Grafis</em></a><em> untuk memamerkan karya kamu, temui  juga </em><a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>Jurus  Grafis di Twitter</em></a><em> dan </em><a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank"><em>Facebook</em></a><em>. Mari berlangganan Jurus  Grafis melalui </em><a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank"><em>Email</em></a><em> atau </em><a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>RSS</em></a><em>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/optimasi-garis-1-pixel-pada-desain-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Langkah Persiapan Mendesain Website</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/langkah-persiapan-mendesain-website/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/langkah-persiapan-mendesain-website/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 12:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Website & Interface]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Website]]></category>
		<category><![CDATA[Persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1390</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengimbangi kepopuleran bidang desain website pada tahun 2010 ini, maka ada baiknya saya menulis tentang persiapan apa saja yang perlu kita lakukan sebelum mendesain website. Mungkin banyak teman-teman pembaca setia Jurus Grafis yang belum familiar dengan cara kerja mendesain website, karena terbiasa dengan desain cetak (seperti saya dulu). Dalam desain website, kita sebagai desainer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Untuk mengimbangi kepopuleran bidang desain website pada tahun 2010 ini, maka ada baiknya saya menulis tentang persiapan apa saja yang perlu kita lakukan sebelum mendesain website.</p>
<p><span id="more-1390"></span></p>
<p>Mungkin banyak teman-teman pembaca setia Jurus Grafis yang belum familiar dengan cara kerja mendesain website, karena terbiasa dengan desain cetak (seperti saya dulu).</p>
<p>Dalam desain website, kita sebagai desainer tidak diharuskan bisa mem-program desain yang telah kita buat. Tapi tentu saja akan lebih baik jika kita bisa sekaligus mem-program desain kita sendiri, tapi kalau di rasa mem-program sebuah website itu merupakan pekerjaan berat, lebih baik kita berfokus pada interface dan konsep desain terlebih dulu.</p>
<p>Yang patut kita tahu adalah cara berpikir programmer, agar desain yang kita buat masuk akal untuk di wujudkan dalam code. Misalnya, salah satu cara programmer bekerja adalah dengan membuat bagian background terlebih dulu, karena itu desain yang kita buat harus tertata rapih di dalam folder (Photoshop) yang spesifik.</p>
<p>Baiklah, mari kita mulai saja langkah persiapan mendesain website.</p>
<h3>1. Tujuan / Goal Website</h3>
<p><a href="http://digitalmash.com/"></a></p>
<p>Setiap desain harus mempunyai tujuan yang jelas dan goal apa yang ingin di raih melalui website tersebut. Jika itu website portfolio, tentukan tujuan nya, apakah untuk mendapatkan projek baru? , melakukan personal branding atau untuk menjadi semacam katalog online hasil kerja kita?</p>
<p>Dengan tujuan yang jelas maka kita akan dengan mudah menemukan konsep dan gaya desain yang pas. Hindari tujuan untuk &#8216;tampil keren&#8217; di awal pemikiran, karena desain yang kita anggap keren itu mungkin hanya bertahan dalam waktu 1 bulan saja, sehingga dalam waktu singkat kita merasa harus mendesain kembali website kita. &#8220;Keren&#8221; itu hanya &#8220;kulit&#8221; nya, yang terpenting adalah fungsi dan tujuan website tersebut.</p>
<h3>2. Sitemap</h3>
<p></p>
<p>Sitemap merupakan bagian yang sangat vital,  karena akan menjadi gambaran alur informasi yang jelas mengenai website yang akan kita buat. Tentukan navigasi dan fitur yang di perlukan di tahap ini dan buang fitur yang tidak efektif.</p>
<p>Kalau tujuan website sudah jelas, maka kita bisa berfokus pada tujuan itu dan tidak memasukkan fitur yang kurang penting, seperti chat box atau ruang iklan banner misalnya (sungguh aneh kalau di web portfolio ada banner iklan).</p>
<h3>3. Sketsa / Wireframe</h3>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/rohdesign/3307873748/sizes/o/"></a></p>
<p>Supaya tidak tersesat di kanvas kosong Photoshop, lebih baik kita merancang terlebih dulu di atas kertas. Langkah ini perlu untuk menghindari kerja dua kali di Photoshop. Bisa di bayangkan waktu yang terbuang ketika membuat background atau tombol terlihat bercahaya dan web 2.0 banget!, tapi ternyata letak dan ukurannya kurang tepat.</p>
<p>Tahap ini sangat perlu, terlebih jika kita berurusan dengan website yang mempunyai alur informasi yang kompleks. Dengan sketsa kita dapat menciptakan berbagai kemungkinan layout dengan cepat. Dan kalau kita bekerja dengan klien, mereka lebih senang kalau kita memulai projek dan memperlihatkan hasil sketsa kita sebelum melangkah ke tahap finishing di Photoshop. Ini bisa menjadi jalan untuk melibatkan klien secara aktif di dalam projek tanpa membuat kita kesal (karena untuk merubah hanya perlu menghapus sketsa saja).</p>
<h3>4. Resolusi 72 Dpi &amp; Warna RGB</h3>
<p></p>
<p>72 Dpi adalah resolusi standar untuk tampilan di monitor (jangan pernah membuat desain website di resolusi 100 dpi sekalipun, karena ukuran asli nya akan menjadi besar juga). Dan gunakan warna RGB yang memang di khususkan untuk monitor.</p>
<p>Well, langkah ini adalah langkah dasar yang tidak boleh di langgar, jadi jangan lupa teman  </p>
<h3>5. Lebar Konten Website Maksimal 960 Pixel</h3>
<p><a href="http://thingsthatarebrown.com/"></a></p>
<p>Seheboh apapun desain yang kamu buat, jaga area konten (teks, foto dll) agar jangan melebihi lebar 960 Pixel. Ini karena standar monitor orang awam masih berkisar di resolusi 1024 x 768. Untuk bagian background image mungkin perlu untuk melebihi lebar 960 pixel ini dengan tujuan supaya background terlihat rapih dan tidak terpotong jika di buka di monitor yang lebar seperti 1360 x 768 pixel atau lebih.</p>
<h3>6. Gunakan Grid System</h3>
<p><a href="http://960.gs/"></a></p>
<p>Grid bukanlah suatu pembatasan kreatifitas terhadap desain. Grid di ciptakan untuk mempermudah kita menjaga konsistensi layout dari halaman satu ke halaman yang lain. Selain itu gird juga membantu programmer yang akan menslicing desain kita di photoshop.</p>
<p>Saya biasa menggunakan <a href="http://www.960.gs" target="_blank">960 Grid System</a>, karena sudah merupakan standar di jaman sekarang ini. Jika kamu tidak mau menggunakan grid yang sudah ada, silakan gunakan grid kamu sendiri. Yang terpenting lebar area konten tidak boleh melebihi 960 pixel.</p>
<h3>7. Manajemen Folder &amp; Layer di Photoshop</h3>
<p></p>
<p>Biasakan untuk membuat folder di bagian-bagian penting sebuah website, misalnya, folder header, folder body, folder sidebar, folder footer. Sebenarnya nama folder nya bisa terserah kamu, yang penting di namakan dan masing-masing layer yang termasuk ke dalam satu bagian/section di satukan ke dalam satu folder.</p>
<p>Jangan lupa juga untuk menamakan setiap layer, sehingga akan mudah jika kita ingin mengedit desain kita nanti dan tentu saja ini sangat menolong programmer yang bekerjasama dengan kita.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>7 langkah di atas adalah langkah awal supaya kita terbiasa mendesain dalam keadaan yang terorganisir (khususnya desain website). Karena kita tahu terkadang kita tidak bisa menyelesaikan suatu projek sendirian, dalam hal ini mungkin kita butuh teman programmer, jadi supaya code yang di hasilkan juga rapih, kita sebagai desainer juga harus memberikan &#8220;file mentah&#8221; yang rapih.</p>
<p>Sudah siap beralih menjadi web desainer? Atau mungkin ada langkah yang tertinggal? Ayo berbagi pendapat di kolom komentar!  </p>
<p><strong>Tautan Terkait </strong><br />
<a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-desain-website-seperti-kartunama/" target="_blank">Merancang Desain Website seperti Kartunama </a></p>
<p><em>Jangan sampai ketinggalan artikel menarik lainnya, ayo berlangganan dengan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>. Ikuti juga <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter Jurus Grafis</a> dan temui <a href="http://www.facebook.com/jurusgrafis" target="_blank">Jurus Grafis di Facebook</a>. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/langkah-persiapan-mendesain-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>103</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Tips Membuat Tipografi Lebih Menarik &amp; Mudah Terbaca</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-membuat-tipografi-lebih-menarik-mudah-terbaca/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-membuat-tipografi-lebih-menarik-mudah-terbaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 12:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaca]]></category>
		<category><![CDATA[Tipografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1371</guid>
		<description><![CDATA[Tipografi merupakan unsur penting di dalam desain, karena tipografi adalah inti. Tipografi adalah salah satu elemen yang menyampaikan isi dan maksud dari sebuah karya desain. Tidak jarang, desain yang efektif adalah desain yang hanya menggunakan tipografi yang baik tanpa menggunakan elemen visual sama sekali. Sebegitu pentingnya peran tipografi pada desain yang kita hasilkan, jadi biarpun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Tipografi merupakan unsur penting di dalam desain, karena tipografi adalah inti. Tipografi adalah salah satu elemen yang menyampaikan isi dan maksud dari sebuah karya desain. Tidak jarang, desain yang efektif adalah desain yang hanya menggunakan tipografi yang baik tanpa menggunakan elemen visual sama sekali.</p>
<p><span id="more-1371"></span></p>
<p>Sebegitu pentingnya peran tipografi pada desain yang kita hasilkan, jadi biarpun desain visual kita &#8220;wah&#8221;, tetapi kalau tipografi nya tidak mudah di baca dan susah di mengerti, maka desain tersebut termasuk gagal. Untuk menghindari itu, berikut 6 tips dasar untuk membuat tipografi lebih menarik, nyaman dan mudah terbaca.</p>
<h3>Kerning</h3>
<p>Kerning adalah jarak antar huruf. Dan ini merupakan favorit saya, kalau sudah bingung bagaimana membuat judul/kalimat tertentu menjadi lebih menarik, saya biasanya mendempetkan kerning pada judul/kalimat tersebut.</p>
<p>Namun harap di perhatikan, jangan sampai terlalu mendempetkan kerning karena hasilnya judul/tulisan akan susah terbaca dan terasa &#8216;penuh&#8217;. Jadi, gunakanlah teknik ini secukupnya.</p>
<p></p>
<h3>Pemilihan Font</h3>
<p>Pemakaian jenis font yang tepat dapat membantu desain menjadi lebih menyatu dan lebih cepat mengkomunikasikan maksud dari desain. Misalnya, pada desain brosur kecantikan, kita tidak mungkin menggunakan font yang &#8216;keras&#8217;, berbentuk kaku dan tebal. Akan lebih tepat jika kita menggunakan font yang tipis dan luwes, sesuai dengan kepribadian target market yang di tuju, yaitu wanita.</p>
<p>Jenis font bisa di ibaratkan jenis &#8216;suara&#8217; yang berbicara pada desain. Font dengan gaya tebal akan terasa seperti suara laki-laki dan bersuara berat. Font berbentuk kaku dan kotak-kotak, akan terasa seperti robot atau mesin yang berbicara, dan seterusnya. Masing-masing jenis font mempunyai jenis suara tersendiri.</p>
<p></p>
<h3>Berat dan Ukuran</h3>
<p>Kita bisa memainkan berat (tebal tipis) dan ukuran (besar kecil) font, untuk memberikan emphasis (elemen mana yang akan di baca atau di tampilkan terlebih dahulu). Sehingga secara tidak langsung pembaca akan di tuntun sesuai dengan flow yang kita mau.</p>
<p>Cara ini juga untuk mencegah pembaca pusing akan bagian mana yang seharusnya di lihat terlebih dahulu. Salah urutan dalam membaca akan mengakibatkan informasi yang kita sebarkan susah di mengerti.</p>
<p></p>
<h3>Leading</h3>
<p>Leading adalah jarak spasi antara kalimat atas dan bawah dalam satu paragraf. Biasanya elemen ini jarang di utak-atik oleh kebanyakan desainer. Padahal leading yang di atur dengan baik akan membuat pembaca tidak merasa lelah jika mereka membaca suatu artikel yang panjang.</p>
<p>Jarak yang di hasilkan jika kita memainkan leading akan memberikan kesan ruang kosong (whitespace). Yang tentu saja membuat mata tidak cepat lelah saat melihat teks yang begitu banyak.</p>
<p></p>
<h3>Warna</h3>
<p>Warna pada font biasanya di sesuaikan dengan background. Jika background berwarna (foto) maka lebih baik menggunakan 1 warna font yang netral (putih misalnya). Yang pasti harus menghasilkan kontras yang cukup, sehingga tetap nyaman di baca dan tidak &#8216;menusuk&#8217; mata.</p>
<p></p>
<p>Teman-teman desainer kebanyakan pasti menyukai warna background hitam, namun masalahnya kalau di website, kombinasi background hitam dan teks putih itu akan menghasilkan &#8216;efek negatif film&#8217; pada mata saat kita selesai membaca.</p>
<p>Akan lebih baik jika warna background di buat tetap gelap, namun tidak hitam 100%, dan berikan warna abu-abu muda pada font. Dengan begitu maka mata tidak akan terlalu lelah dan &#8216;efek negatif film&#8217; tidak akan ada lagi.</p>
<p></p>
<h3>Lebar Paragraf</h3>
<p>Hal ini sangat penting, karena sangat mempengaruhi kenyamanan membaca. Coba bayangkan paragraf yang lebar di halaman website dengan artikel yang panjang. Kita sampai harus perlu memutar kepala sedikit (dari kiri ke kanan) untuk membaca artikel tersebut. Saya jamin kita hanya akan bertahan 1-2 paragraf saja!</p>
<p>Idealnya paragraf tidak terlalu lebar (dan tidak terlalu pendek), harus di sesuaikan dengan besar font juga. Untuk ini memang kita harus mencoba langsung membaca paragraf yang kita desain untuk menemukan lebar yang ideal. Jika kita masih menggerakan kepala lumayan sering, itu artinya kita harus mengatur kembali lebar paragraf tersebut.</p>
<p></p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Dengan ke 6 tips di atas semoga kita bisa lebih peka dalam mengatur tipografi (terlebih jika teks nya banyak!). Percayalah, dengan tipografi yang mudah terbaca maka orang juga akan lebih menyukai desain kita. Mulai sekarang anggaplah tipografi sebagai bagian penting dalam desain (atau yang lebih ekstrim, tipografi sebagai visual juga).</p>
<p>Apakah kamu mempunyai tips tambahan lain? Ayo di bagikan dengan teman-teman yang lain di kolom komentar  </p>
<p><strong>Tautan Terkait</strong><br />
<a href="http://jurusgrafis.com/tutorial/merancang-tipografi-gaya-bebas/" target="_blank">Merancang Tipografi Gaya Bebas</a></p>
<p><em>Temui <a href="http://www.facebook.com/jurusgrafis" target="_blank">Jurus Grafis di Facebook</a> dan ikuti <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter Jurus Grafis</a>. Kalau tidak ingin ketinggalan posting berikutnya, kamu bisa berlangganan melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> atau <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-membuat-tipografi-lebih-menarik-mudah-terbaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Tips Mudah Menjadi Desainer Yang Up-To-Date</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 12:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Rss]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Up-to-date]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai desainer grafis kita harus cepat mengetahui segala tren yang ada di dunia desain saat ini. Sehingga kita dapat tetap selalu ada di garda terdepan dalam hal informasi dan tren grafis (teori &#38; praktek) terkini. Yang pasti untuk menjalankan tips berikut, kita harus menjadi seorang yang haus akan informasi terbaru, mempunyai rasa ingin tahu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sebagai desainer grafis kita harus cepat mengetahui segala tren yang ada di dunia desain saat ini. Sehingga kita dapat tetap selalu ada di garda terdepan dalam hal informasi dan tren grafis (teori &amp; praktek) terkini.</p>
<p><span id="more-1053"></span></p>
<p>Yang pasti untuk menjalankan tips berikut, kita harus menjadi seorang yang haus akan informasi terbaru, mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan rela menyisihkan sedikit waktu untuk membaca. Namun tetap saya ingatkan walaupun kegiatan ini menyenangkan tapi jangan sampai kamu tenggelam (atau malah keasyikan berenang) dalam lautan informasi.</p>
<h3>1. Gunakan RSS Reader</h3>
<p></p>
<p>Bagi yang belum familiar dengan RSS (Really Simple Syndication), saya akan sedikit menjelaskan. Kamu tentu sering mengunjungi blog atau website lain untuk membaca konten terbaru, nah dengan adanya RSS, kita tidak perlu mengunjungi website tersebut untuk membaca kontennya. Dan saya rasa sekarang semua blog/website mempunyai fasilitas RSS.</p>
<p>Jadi kita akan menghemat waktu (tidak perlu menunggu loading website) kita tinggal membaca konten terbaru website tersebut dengan menggunakan RSS Reader (biasanya hanya RSS Reader hanya menarik text dan gambar suatu posting artikel).</p>
<p>RSS Reader yang saya rekomendasikan adalah RSS Reader dari Google karena sudah satu paket dengan Gmail (kalau belum punya Gmail, sebaiknya kamu daftar sekarang juga  ). Cara menggunakannya juga mudah, tinggal copy alamat website kesukaan kamu, lalu tekan tombol &#8220;add subscription&#8221; pada Google Reader dan paste. Konten terbaru dari website tersebut akan siap kamu baca.</p>
<h3>2. Ikuti Desainer yang Aktif di Twitter</h3>
<p></p>
<p>Twitter memang sedang booming sekali saat ini, dan saya yakin tahun depan akan lebih boom lagi. Nah, karena twitter sekarang mulai berubah fungsi nya (bagi sebagian orang) dari hanya mengupdate status seperti &#8220;lagi makan ayam bakar, enak bangets!&#8221; menjadi tempat berbagi tautan dan informasi yang menarik, ini merupakan kanal baru lagi bagi kamu yang haus informasi (desain khususnya).</p>
<p>Kalau belum punya akun di twitter, ayo buat sekarang   dan ikuti desainer yang aktif nge-tweet informasi desain terbaru. Untuk memulai kamu bisa <a href="http://twitter.com/#/list/behoff/top-design-blogs" target="_blank">mengikuti semua desainer yang ada di list ini</a>. Selanjutnya kamu pasti bisa menemukan sendiri desainer mana yang ingin kamu ikuti.</p>
<h3>3. Gunakan Aplikasi Twitter</h3>
<p></p>
<p>Lama kelamaan, mengakses twitter dari web tidak akan cukup. Tampilan web twitter yang hanya satu kolom tweet terasa kurang. Untuk aplikasi saya menggunakan <a href="http://hootsuite.com" target="_blank">Hootsuite</a> (berbasis web) atau <a href="http://tweetdeck.com" target="_blank">Tweetdeck</a> (bisa di install di komputer). Saya pribadi lebih mengidolakan Hootsuite karena desain nya yang nyaman di mata, tapi itu tergantung kamu terbiasa memakai aplikasi yang mana.</p>
<p>Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu bisa memantau semua tweets yang ada. Kamu bisa melihat tweets yang ada di twitter list kamu sekaligus memantau stream home, dan direct message. Sungguh sangat membantu! dan terkadang membuat kita lupa waktu  </p>
<p>Apakah ada tips lain yang ketinggalan? Ayo silakan berkomentar  </p>
<p><em>Ikuti juga </em><a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"><em>Twitter Jurus Grafis</em></a><em> dan bergabung di </em><a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank"><em>Facebook Page Jurus Grafis</em></a><em> supaya tetap ter-update dengan berita-berita desain terbaru dari seluruh dunia. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/tips-mudah-menjadi-desainer-grafis-yang-up-to-date/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Ide Menulis Blog Sebagai Desainer Grafis</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 18:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[desainer grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Ide]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini. Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Karena terbiasa dengan urusan visual, tidak jarang teman-teman desainer grafis suka bingung jika ingin menulis di blog pribadi nya. Padahal media seperti blog sangat efektif untuk pemasaran online pada saat ini.</p>
<p><span id="more-855"></span></p>
<p>Kalau masalah waktu luang untuk menulis tentu bisa di usahakan asal ada kemauan. Hanya biasanya setelah waktu luang sudah ada, ide untuk menulis tidak kunjung datang. Yang ada kita hanya menikmati blog orang lain.</p>
<p>Berikut ini beberapa percikan ide (dari yang mudah sampai yang memerlukan usaha dan waktu lebih) yang bisa membantu kamu untuk mulai menulis blog sebagai desainer grafis. Percayalah, kekuatan blog saat ini tidak hanya sekedar jurnal pribadi dan tempat curhatan. Blog bisa digunakan sebagai media pemasaran dan personal branding. Kamu tidak akan menyangka kalau nanti ternyata bisa mendapatkan projek/pekerjaan dari blog yang kamu pelihara.  </p>
<h3>1. Posting Portfolio</h3>
<p>Ok, yang satu ini tentu semua sudah kepikiran, tinggal menyediakan waktu saja untuk mempresentasikan dengan baik dan mem-postnya. Untuk nilai tambah (dan juga sebagai latihan menulis) sertakan juga konsep portfolio kamu itu, bahkan karya eksperimental juga butuh ide dasar, jadi setiap karya seharusnya mempunyai cerita. Dari sini kamu akan terbiasa menulis dan merangkai kata-kata.</p>
<h3>2. Sketsa Harian</h3>
<p>Daripada bertebaran di meja kerja dan tidak jelas mau di kemanakan, lebih baik di dokumentasikan ke dalam blog. Sketsa ini mempunyai nilai lebih karena di buat dengan tangan (gambar manual) dan tentu cerita di balik sketsa itu lebih banyak. Atau kamu bisa mengibaratkan sketsa kamu itu sebagai jurnal visual harian, konsep nya seperti photo blog.</p>
<p>Photo blog adalah sebuah blog yang hanya berisi foto yang di dapat setiap hari oleh sang fotografer. Ganti saja foto itu dengan sketsa, dan kamu sudah bisa mengupdate blog kamu lagi  </p>
<h3>3. Pengalaman Kerja</h3>
<p>Kita pasti punya pengalaman yang unik saat bekerja. Baik itu ketika bekerjasama dengan klien, masalah dengan hasil percetakan, mengkoordinasi programmer dan lainnya. Tulis saja pengalaman kamu itu, cerita tentang pengalaman pribadi yang berhubungan dengan profesi seseorang pasti menarik untuk dibaca. Karena akan ada tips-tips supaya kejadian yang tidak dinginkan jangan sampai terjadi lagi.</p>
<p>Pengalaman yang positif juga menarik, tetapi pengalaman negatif dan kesadaran kita dalam mengatasinya lain waktu yang akan lebih menarik bagi orang lain.</p>
<h3>4. Proses Kerja</h3>
<p>Dokumentasikan projek yang kamu anggap &#8216;asik&#8217; dan &#8216;bergengsi&#8217;. Mulai dari sketsa, pencarian referensi, moodboard, tanggapan klien, sampai hasil akhir. Selain menunjukkan kamu sebagai desainer yang profesional, posting jenis ini akan menarik banyak perhatian pembaca dan mengundang komentar seru di blog kamu.</p>
<h3>5. Kompilasi Tautan Inspirasional</h3>
<p>Senang mengumpulkan karya &#8211; karya desain untuk di jadikan referensi? Bagus, hanya sekarang jangan gunakan untuk diri sendiri saja, berbagilah dengan yang lain  .</p>
<p>Saya masih ingat dulu sewaktu kuliah sering men &#8216;save as&#8217; karya desain yang saya suka di internet. Dulu memang hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi sekarang dengan berbagi, kita akan membantu teman-teman yang lain juga. Dan tentu pengunjung blog kamu akan meningkat jika kamu konsisten dengan cara ini.</p>
<p>Lebih baik lagi jika tautan/karya yang kamu kumpulkan adalah <a href="http://jurusgrafis.com/sumber/26-karya-inspiratif-desainer-grafis-indonesia-di-behance-network/" target="_blank">karya desainer lokal</a>. Selain untuk menunjukkan kepada teman-teman se-bangsa dan se-internasional kalau desainer Indonesia tidak kalah dengan luar negeri, kita juga bisa berkenalan dengan desainer yang karyanya kita pajang di blog kita. Dengan begitu jaringan pertemanan kita akan lebih luas.</p>
<p><em>*Bagi teman-teman desainer, ayo <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/" target="_blank">masukkan karya kalian ke Grup Flickr Jurus Grafis</a> supaya lebih mudah mendokumentasikan nya di masa mendatang   </em></p>
<h3>6. Redesain Fiksi</h3>
<p>Ide ini pernah saya bahas pada <a href="http://jurusgrafis.com/artikel/tips-efektif-untuk-memasarkan-diri-sebagai-desainer-grafis-secara-online/" target="_blank">9 tips memasarkan diri sendiri sebagai desainer grafis</a>. Daripada mengeluh dan mencaci maki desain yang buruk, lebih baik buat versi kamu sendiri dan post di blog kamu. Jangan lupa juga ceritakan alasan dan konsep kamu me-redesain. Ini akan lebih meyakinkan calon klien yang mungkin sering membaca blog kamu.</p>
<h3>7. Tutorial</h3>
<p>Saya percaya setiap orang pasti bisa mengajarkan orang lain dan mau membagi ilmunya. Namun biasanya kita hanya merasa tidak sempat untuk membuat tutorial, sebenarnya bisa di mulai dengan teknik desain yang sering kita pakai. Tidak apa kalau bukan teknik yang heboh, karena perbendaharaan konten lokal desain grafis di internet belum begitu banyak, terlebih lagi tutorial.</p>
<p>Usaha dan waktu yang di butuhkan memang besar, tetapi hasilnya nanti akan besar juga. Kalau tutorial kamu menarik, trafik tinggi pasti dapat, di anggap paling menguasai teknik tersebut (expertise) juga dapat, yang ujung-ujung nya pemasaran gratis di internet, dan tidak lupa berarti kamu sudah mulai membangun personal branding. Jadi tunggu apalagi? mulailah sekarang. <em>(PS: bagi yang mau menulis tutorial atau artikel di Jurus Grafis <a href="http://jurusgrafis.com/kontak-saran/" target="_blank">silakan kontak saya</a> yah!  )</em></p>
<p>Jadi, masih ragu atau bingung untuk menulis blog sebagai desainer grafis? Saya harap tidak   Ayo kita majukan konten lokal desain grafis di Indonesia. Ini &#8216;kue&#8217; yang sangat besar, tapi masih terlalu sedikit &#8216;mulut&#8217; yang memakannya.</p>
<p><em>Yuk berlangganan Jurus Grafis melalui <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a> dan <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a>. Gabung juga dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook</a> dan<a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank"> Twitter</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/ide-menulis-blog-sebagai-desainer-grafis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Tips Mendesain Kartunama Unik dan Menarik</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/tutorial/tips-mendesain-kartunama-unik-dan-menarik/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/tutorial/tips-mendesain-kartunama-unik-dan-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 17:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartunama]]></category>
		<category><![CDATA[Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang bilang kalau kartunama itu merupakan impresi pertama, pandangan pertama, selanjutnya kalau bisa jangan sampai terlupakan. Dan memang sebagai desainer, kita harus bisa membuat impresi pertama yang positif. Rasanya kreatifitas seorang desainer pertama kali di ukur dari kartunama kita. Well, memang tidak hanya desainer saja, semua profesi dan pribadi pun seperti itu. Jadi bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Banyak yang bilang kalau kartunama itu merupakan impresi pertama, pandangan pertama, selanjutnya kalau bisa jangan sampai terlupakan.</p>
<p><span id="more-757"></span></p>
<p>Dan memang sebagai desainer, kita harus bisa membuat impresi pertama yang positif. Rasanya kreatifitas seorang desainer pertama kali di ukur dari kartunama kita. Well, memang tidak hanya desainer saja, semua profesi dan pribadi pun seperti itu.</p>
<p>Jadi bagaimana cara mendesain kartunama yang unik dan menarik? Berikut tips-tips beserta inspirasi yang bisa kamu gunakan ketika kamu ingin mendesain kartunama untuk pribadi atau klien.</p>
<h3>1. Langsung kepada Intinya</h3>
<p>Saat orang menerima kartunama, tentu waktu baca nya hanya sebentar (mungkin 5-10 detik). Setelah itu, orang biasanya akan melanjutkan mengobrol dengan kita atau memuji kartumana kita. Jadi sebisa mungkin, informasi yang di tampilkan harus langsung. Orang harus mudah dan cepat mengetahui profesi,nama lengkap dan nomor kontak kita.</p>
<p>Bisa juga menggunakan copywriting (tata penulisan) yang menarik. Dengan kata-kata yang provokatif atau lucu, intinya<em> &#8220;make it memorable from the first time&#8221;.</em></p>
<p><em></em></p>
<p><a href="http://www.styleswebbin.co.uk/" target="_blank"><em>Styles Webbin </em></a></p>
<p><em></em></p>
<p><em></em></p>
<p><em><a href="http://creattica.com/business-cards/michael-but/25759" target="_blank">Michael But</a><br />
</em></p>
<h3>2. Hindari Pemakaian Font yang Berlebihan</h3>
<p>Aturan dasar ini sebenarnya berlaku bagi semua desain, tidak hanya kartunama saja. Jangan sampai kartunama kita terlihat sedang berpesta font. Selain tidak nyaman di baca, secara visual juga tidak terlihat indah. Maksimal gunakan 2 font, untuk nama/logo dan untuk konten (nomor telepon, alamat website dan lainnya).</p>
<p></p>
<p><em><a href="http://makearea.com/" target="_blank">Bake Lab</a></em></p>
<p></p>
<p><em><a href="http://creattica.com/business-cards/eden-design-business-cards/22092" target="_blank">Eden Design</a></em></p>
<h3>3. Tidak Perlu Menampilkan Semua Layanan</h3>
<p>Kartunama bukan brosur, jadi jika ada 10 layanan, jangan semua di masukkan ke kartunama. Jujur saja, akan terlihat murahan dan seperti tidak mau rugi.</p>
<p>Lebih baik masukkan layanan utama saja, setiap bisnis pasti punya layanan utama bukan? Misalnya, perusahaan percetakan, cukup gunakan &#8220;Printing&#8221; atau &#8220;Percetakan&#8221; sebagai layanan, sisanya seperti flyer, brosur, umbul-umbul, mug dan lain nya lagi tidak perlu di masukkan ke dalam kartunama. Yakinlah, dengan mengedepankan salah satu layanan/kelebihan kita, pasti akan terlihat lebih profesional.</p>
<p></p>
<p><em><a href="http://www.richmcnabb.com/" target="_blank">Rich Mcnabb</a></em></p>
<p></p>
<p></p>
<p><em><a href="http://www.mayesdesign.com.au/" target="_blank">Tom Mayes</a></em></p>
<h3>4. Pilih Antara Minimalis atau Maksimalis</h3>
<p>Jangan sampai berada di antara keduanya, minimal tidak, maksimal juga tidak. Kalau mau minimalis, jangan pernah berpikiran sayang membuang-buang kertas (karena banyak ruang kosong), pertajam desain minimalis dengan menggunakan material kertas yang tidak biasa. Atau jika mau maksimalis, jangan setengah-setengah (tidak berarti mengisi ruang kosong sampai penuh).</p>
<p></p>
<p><em><a href="http://creattica.com/business-cards/vevia-business-cards/21701" target="_blank">Vevia</a></em></p>
<p></p>
<p><em><a href="http://www.chucktingley.com/" target="_blank">Chuck Tingley</a></em></p>
<h3>5. Berikan Elemen Interaktif</h3>
<p>Coba gunakan konsep baru di luar selembar kartunama biasa. Sebagai contoh, saya pernah melihat kartunama yang bisa berubah jadi bentuk mobil. Atau yang simpel, sewaktu di buka ada pop-up muncul (seperti kartu ucapan).</p>
<p>Kekurangan cara ini adalah bentuk kartunama yang tidak biasa, itu artinya kemungkinan orang akan susah menyimpannya di tempat kartunama yang biasa. Tetapi masih bisa ditutup kelemahan ini dengan faktor kejutannya, orang pasti akan langsung ingat siapa yang membuat kartunama dengan konsep seperti itu.</p>
<p></p>
<p><em><a href="http://www.egilpaulsen.com/" target="_blank">Egil Paulsen</a></em></p>
<p></p>
<p><em><a href="http://creattica.com/business-cards/nationbuilder-pop-up-business-card/21578" target="_blank">Nation Builder</a></em></p>
<h3>6. Gunakan Material Kertas dan Finishing yang Berbeda</h3>
<p>Mungkin menyablon sendiri kartunama di atas kain, lalu di jahitkan secara manual ke sepotong karton akan terlihat lebih menarik. Atau gunakan tipe kertas yang bertekstur, yang tidak bisa sobek, dan lainnya.</p>
<p>Untuk tahap finishing, bisa menggunakan teknik emboss, deboss, spot UV, laser cutting, foil, apa saja. Tentu di sesuaikan dengan kebutuhan desain yang kamu buat.</p>
<p></p>
<p><em><a href="http://cardobserver.com/gallery/cool-letterpress-business-card" target="_blank">Berkeley</a></em></p>
<p></p>
<p><em><a href="http://creattica.com/business-cards/netplus-id/26371" target="_blank">Net Plus</a></em></p>
<p></p>
<p><em><a href="http://cardobserver.com/gallery/pvc-unique-business-card" target="_blank">Blackver (material nya sangat unik, silakan di baca di sini)</a><br />
</em></p>
<p>Punya desain atau foto kartunama kamu sendiri? Ayo <a href="http://www.flickr.com/groups/jurusgrafis/" target="_blank">di masukkan ke Grup Flickr Jurus Grafis!</a> Ya Betul! kamu berkesempatan mempromosikan diri kamu  </p>
<p><strong>Tautan Terkait :</strong><br />
<a href="http://cardobserver.com/" target="_blank">Card Observer &#8211; Business Card Design Gallery</a><br />
<a href="http://creattica.com/business-cards/latest-designs" target="_blank">Creattica &#8211; Business Card Gallery</a></p>
<p><em>Jangan lupa selalu <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">ikuti Twitter Jurus Grafis</a> dan bergabung di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page Jurus Grafis</a> untuk mendapatkan berita dan artikel tambahan yang menarik!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/tutorial/tips-mendesain-kartunama-unik-dan-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Titik Jenuh Dalam Mendesain</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/mengatasi-titik-jenuh-dalam-mendesain/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/mengatasi-titik-jenuh-dalam-mendesain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 14:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Jenuh]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Sudah wajar kalau kita sesekali merasa jenuh dalam menjalankan suatu profesi. Hal yang kita lakukan sudah seperti template dan rasanya tidak ada tantangan lagi dalam menjalankan pekerjaan kita sebagai desainer grafis. Di lain sisi, kita sadar bisa hidup karena pekerjaan kita sebagai desainer, bagaimana mungkin kita meninggalkan dan memulai karir di bidang yang lain? Tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Sudah wajar kalau kita sesekali merasa jenuh dalam menjalankan suatu profesi. Hal yang kita lakukan sudah seperti template dan rasanya tidak ada tantangan lagi dalam menjalankan pekerjaan kita sebagai desainer grafis.</p>
<p><span id="more-700"></span></p>
<p>Di lain sisi, kita sadar bisa hidup karena pekerjaan kita sebagai desainer, bagaimana mungkin kita meninggalkan dan memulai karir di bidang yang lain? Tentu yang harus kita lakukan adalah mengusir rasa jenuh ini, berikut tips-tips yang bisa kamu gunakan bila kamu mulai atau sedang merasa jenuh berprofesi sebagai desainer grafis.</p>
<h3>Lakukan Hal Selain Desain</h3>
<p>Tutup program desain, simpan jauh-jauh to-do-list desain kamu, dan lakukan seuatu yang bukan desain seperti menulis blog, membaca buku, belajar teknik marketing atau ikuti berita teknologi web terbaru. Atau bisa juga kamu berperan sebagai pihak ketiga, seperti menjadi manajer projek (hanya mengarahkan desainer dan bertemu dengan klien). Bila ingin lebih ekstrim, jalankan kembali hobi kamu sewaktu dulu, mengkoleksi lego, berburu action figure, fitness anyone?  </p>
<h3>Lihat Apa yang Teman Desainer Lain Lakukan</h3>
<p>Coba perhatikan teman-teman desainer kamu yang lain, apakah mereka melakukan sesuatu yang menarik? Lihat juga karya desainer grafis lain nya di dunia maya, selain memberi kamu inspirasi, ini juga akan memotivasi kamu untuk melakukan hal yang lebih bagus lagi. Sesekali rasa kompetisi harus di tanamkan atau kamu akan masuk kedalam zona aman yang berbahaya!</p>
<h3>Bereksperimen dengan Teknik Baru</h3>
<p>Penasaran dengan suatu karya desain dan memikirkan bagaimana mereka bisa menghasilkan karya seperti itu? Saatnya mempelajari karya orang lain, dengan ini kamu akan menemukan teknik baru yang akan menuju ke eksperimen tanpa batas. Pada akhirnya nanti kamu akan merasa seperti baru lagi, kamu sekarang sudah menguasai trik yang dulu kamu tidak bisa. Dan tentu saja bertambah ilmu  </p>
<h3>Nikmati Hidup</h3>
<p>Cara ini sih paling menyenangkan dan sekaligus susah di lakukan, terlebih jika kita sudah bekerja secara independen. Rasanya waktu terbuang percuma kalau kita liburan, nonton bioskop atau piknik sederhana ke taman kota. Tapi kita sungguh membutuhkan cara ini, selain membuat kita jadi rileks, kadang-kadang ada inspirasi baru yang datang ketika kita bermain di taman, memandang langit biru yang tidak tertutup polusi dan merasakan angin rumput.</p>
<p>Intinya memang liburan dan jangan memikirkan apapun tentang pekerjaan desain kita, jadwalkan waktu untuk liburan ini dalam satu tahun. Cara yang efektif adalah dengan membooking tiket jauh-jauh hari. Selain mendapatkan tiket murah, kita tidak akan tergoda untuk tidak jadi liburan.</p>
<p><strong>Jadi, apakah kamu pernah merasa jenuh berprofesi sebagai desainer grafis? Bagaimana kamu mengatasinya?</strong></p>
<p>Sumber Gambar : <a href="http://www.flickr.com/photos/sillydog/62175276/" target="_blank">Flickr</a></p>
<p><em>Tetap terhubung dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page</a> dan <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter</a>. Tidak lupa juga, silakan berlangganan melalui <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a> atau <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/mengatasi-titik-jenuh-dalam-mendesain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadapi Klien Mimpi Buruk Dengan Indah</title>
		<link>http://jurusgrafis.com/artikel/hadapi-klien-mimpi-buruk-dengan-indah/</link>
		<comments>http://jurusgrafis.com/artikel/hadapi-klien-mimpi-buruk-dengan-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 18:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richard Fang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Klien]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurusgrafis.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kita pasti pernah bertemu dan bekerjasama dengan klien yang membuat kita tidak bisa tidur pada waktu malam, membuat resah, sampai kita bermimpi buruk. Sebenarnya apa sih klien mimpi buruk itu? Yang pasti ini merupakan tipe klien yang mempunyai kesan yang tidak bagus waktu kita bekerja dengannya, mulai dari tidak profesional, mempunyai selera yang buruk, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Setiap kita pasti pernah bertemu dan bekerjasama dengan klien yang membuat kita tidak bisa tidur pada waktu malam, membuat resah, sampai kita bermimpi buruk. Sebenarnya apa sih klien mimpi buruk itu?</p>
<p><span id="more-509"></span></p>
<p>Yang pasti ini merupakan tipe klien yang mempunyai kesan yang tidak bagus waktu kita bekerja dengannya, mulai dari tidak profesional, mempunyai selera yang buruk, keras kepala, mau murah saja, mau cepat selesai, dan seterusnya (kamu bisa menambahkan list nya sendiri).</p>
<p>Tetapi karena kita hidup di dunia yang dinamis, pasti ada saja suatu waktu kita bertemu dengan klien bertipe seperti ini, jadi bagaimana cara kita bisa mendeteksi dan menghadapinya?</p>
<h3>1. Komunikasi</h3>
<p>Ini merupakan hal yang esensial, kita harus bisa memulai komunikasi yang baik. Dengan begitu kita jadi lebih mengetahui seluk beluk klien kita, baik secara personal dan bisnis yang sedang di jalankan.</p>
<p>Komunikasi merupakan tahap awal kita untuk mendeteksi apakah kira-kira klien ini nanti akan menyusahkan kita atau tidak. Walaupun hanya bisa berkomunikasi melalui email/instant messenger (karena berbeda negara misalnya), kita bisa menilai mereka dari cara menggunakan bahasa dan penggunaan kalimat.</p>
<h3>2. Referensi Projek</h3>
<p>Sebaiknya kita memulai dengan mencari referensi terlebih dahulu (ini bila sudah positif klien kita termasuk tipe mimpi buruk) dan presentasikan kepada klien. Cara ini untuk meminimalisir revisi yang kelewat batas di tengah proses desain. Karena kita sudah mempunyai referensi, dan klien sudah menyetujui referensi tersebut, maka akan lumayan terlihat jelas tujuan dan target klien kita.</p>
<p>Sehingga walaupun komunikasi kurang lancar, kita tetap dapat stay on track dan tidak menebak-nebak maunya sang klien tersebut apa. Dari sana kita juga bisa mengetahui selera klien, dan seberapa antusias klien dengan projek nya sendiri.</p>
<h3>3. Sketsa/Draft/Wireframe</h3>
<p>Jujur saja untuk hal yang ini saya masih berlatih untuk juga memperlihatkannya kepada klien, karena biasanya sketsa itu hanya untuk pribadi saya sendiri saja.</p>
<p>Tetapi belakangan saya menyadari bahwa sketsa itu penting untuk di tampilkan kepada klien. Tujuannya sudah jelas untuk mempercepat proses kerja dan review dari klien. Dan yang paling penting meminimalisir revisi di tengah jalan yang seringkali membuat kita frustasi dan akhirnya menyalahkan dan membenci klien.</p>
<h3>4. Transfer Konsep</h3>
<p>Inilah tujuan sketsa tersebut, kita bisa lebih menekankan kepada konsep dan ide kita, tanpa terganggu visual yang setengah matang (misal : sketsa/mock up setengah jadi di Photoshop). Sehingga klien mengerti kenapa kita membuat desain seperti ini, dan tujuan apa yang kita ingin capai dari desain tersebut.</p>
<h3>5. Tidak Gratis</h3>
<p>Walaupun teman, sebaiknya kita bersikap profesional. Istilah populer nya, &#8220;teman ya teman, bisnis ya bisnis&#8221;. Memang kebanyakan klien mimpi buruk datang dari orang yang dekat dengan kita, seperti teman , saudara dan keluarga. Dengan kita memberikan harga yang pantas  (misal, dengan diskon) maka kita juga tidak merasa di rugikan, apalagi kalau sudah berkali-kali &#8220;minta tolong&#8221;. Kalau seperti itu terus mungkin kedepan nya malah akan merusak hubungan kita.</p>
<p>Bagaimana dengan yang bukan teman/keluarga? Sudah pasti tidak gratis!  . Caranya masih sama dengan cara menganani teman/keluarga, mungkin bisa memberikan diskon khusus (kalau klien baru/langganan) atau harga yang memang pantas untuk kita. Karena harga yang pas (tidak terlalu mahal, tidak terlalu murah dari sisi klien dan kita) akan memberikan kesan profesional secara tidak langsung.</p>
<p>Apalagi jika klien ini tipe mimpi buruk!, jangan sampai kita bekerja dengan harga yang tidak masuk kriteria kita di tambah dengan beban revisi terus menerus, sampai yang paling parah, tidak tahu kejelasan akhir projek.</p>
<h3>6. Berikan yang Terbaik.. Untuk Saat Ini.</h3>
<p>Ada suatu waktu kita tidak bisa menolak klien mimpi buruk ini, misalnya, karena harga yang di tawarkan cukup lumayan. Cara satu-satunya yang positif, adalah dengan mengerjakan projek ini dengan sebaik-baik nya. Kita harus tetap profesional walaupun klien kita tidak profesional, kita harus tetap tepat waktu walaupun klien kita tidak tepat waktu.</p>
<p>Tetapi tentu untuk saat ini saja, jika pada kesempatan berikutnya kita berhadapan dengan klien ini lagi, mungkin jalan terbaik adalah melewatkannya. Kita bekerja bukan untuk di kendarai oleh uang, klise memang, tetapi itulah kenyataannya. Kalau sudah tahu klien mimpi buruk ini tidak baik untuk kita (secara uang, waktu, dan sikap) haruskah kita bekerjasama lagi dengan mereka?</p>
<p><strong>Apakah kamu pernah mengalami klien mimpi buruk ini? Bagaimana kamu menghadapinya?</strong></p>
<p><em>Sumber Gambar : <a href="http://www.flickr.com/photos/tzofia/270800047/" target="_blank">Flickr Creative Commons</a></em></p>
<p><em>Mari bergabung dengan Jurus Grafis di <a href="http://www.facebook.com/pages/Jurus-Grafis/147404749502" target="_blank">Facebook Page</a> dan <a href="http://twitter.com/jurusgrafis" target="_blank">Twitter</a>. Tidak ingin ketinggalan posting terbaru? berlangganan saja melalui <a href="http://feeds.feedburner.com/jurusgrafis" target="_blank">RSS</a> dan <a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=JurusGrafis&amp;loc=en_US" target="_blank">Email</a>  </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurusgrafis.com/artikel/hadapi-klien-mimpi-buruk-dengan-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

